Sering Disepelekan, Begini Cara Atur Dana Darurat Saat Pandemi Covid-19

Bimo Aria Fundrika, Frieda Isyana Putri

Kamis, 26 Maret 2020 | 18:30 WIB
Sering Disepelekan, Begini Cara Atur Dana Darurat Saat Pandemi Covid-19
Ilustrasi menyisihkan dana darurat. (shutterstock)

Suara.com - Memiliki dana darurat di tengah kondisi yang serba terbatas akibat pandemi virus corona Covid-19 menjadi suatu hal yang sangat penting. Tapi hal ini sering disepelekan sebagian besar orang.

"Sebenarnya ada Covid-19 atau enggak, dana darurat itu adalah satu hal yang harus dipersiapkan," tutur Co-Founder and Vice-CEO, Jouska Indonesia, Farah Dini Novita,dalam Media Gathering: Bijak Finansial dengan #BelanjaDariRumah melalui YouTube, pada Kamis (26/3/2020).

Tapi, menagapa dana darurat seringkali disepelekan? Menurut Farah, orang lebih mengutamakan membeli apa yang diinginkan dan dibutuhkan tanpa mengecek kesehatan keuangannya.

Mereka juga seringkali tidak menyiapkan dana cadangan, apalagi dengan keadaan darurat seperti saat pandemi Covid-19 ini.

Ilustrasi: Menabung. (Shutterstock)
Ilustrasi: Menyiapkan dana darurat (Shutterstock)

Mereka yang tidak menyiapkan dana darurat bisa dibagi ke dalam dua kelompok.

Pertama adalah orang yang tidak bisa menabung sehingga dana daruratnya tidak terbentuk.

Sedangkan yang kedua adalah orang yang lebih memilih, uang sebaiknya diputar terus dalam bentuk investasi, dibanding menabung menjadi dana darurat dalam bentuk deposito.

"(Dalam kondisi darurat) kita nggak pernah tahu. Makanya itu disebut dana darurat, dipakainya ketika darurat doang," lanjut Farah.

Dana darurat, lanjut dia, adalah pondasi utama yang harus disipakan dalam keuangan dan jangan dilupakan. Maka selain cash flow yang ada tiap bulan, kita juga mesti menyisihkan untuk menabung dana darurat ini.

baca juga

"Jadi, jangan sampai investasi dulu, beli saham dulu, ini dulu, tapi dana daruratnya enggak. Saham atau investasi apapun kan naik turun ya, sedangkan kalau keadaan darurat kita butuh dananya sekarang, tunai," sambung dia lagi.

Menabung agar tidak menyesal di hari tua.
Ilustrasi menyisihkan dana darurat. (Shutterstock)

Menyoal seberapa banyak dana darurat yang harus ditabung per bulannya, Farah menyebut jumlahnya berbeda-beda tiap orang. Jumlah dana darurat bergantung pada tanggungan dan risiko pekerjaan tiap orang.

Cara mudah menghitungnya, diperkirakan misalnya memiliki aset likuid seperti tabungan, deposito, mata uang asing, dan lain-lain yang sifatnya mudah dicairkan.

Apabila kita tidak memiliki penghasilan sama sekali, kira-kira berapa lama bisa hidup dengan total uang aset likuid tersebut? Apakah kita merasa aman dengan posisi tersebut?

Farah melanjutkan, dengan kondisi pandemi corona covid-19 saat ini akan lebih baik untuk memiliki dana darurat yang aman untuk menutupi kebutuhan selama 12 bulan atau setahun ke depan.

Tempatkan dana darurat terpisah dengan dana yang dipakai untuk transaksi harian, misalnya Anda bisa menaruhnya di tabungan deposito.

"Karena kan kadang tendensinya kita ingin menghabiskan uang yang ada di tabungan. Jadi kita harus tahu, ini untuk pengeluaran harian, ini yang untuk darurat," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Imbas Corona, Bioskop di Jakarta Tutup

Imbas Corona, Bioskop di Jakarta Tutup

Foto | Kamis, 26 Maret 2020 | 15:11 WIB

Peneliti: Puluhan Ribu Kasus Covid-19 Tak Terdeteksi di Indonesia

Peneliti: Puluhan Ribu Kasus Covid-19 Tak Terdeteksi di Indonesia

News | Kamis, 26 Maret 2020 | 15:35 WIB

Ini 7 Tips Sederhana Agar Terhindar dari Berita Hoaks Virus Corona

Ini 7 Tips Sederhana Agar Terhindar dari Berita Hoaks Virus Corona

Tekno | Kamis, 26 Maret 2020 | 15:00 WIB

Terkini

Dasco Mau Bikin Rating Bursa Sendiri, IHSG Malah Anjlok

Dasco Mau Bikin Rating Bursa Sendiri, IHSG Malah Anjlok

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 11:56 WIB

5 Keseruan Konser Kanye West di Jakarta, dari Globe Raksasa hingga Sing along Tanpa Henti

5 Keseruan Konser Kanye West di Jakarta, dari Globe Raksasa hingga Sing along Tanpa Henti

Entertainment | Senin, 26 Oktober 2026 | 11:54 WIB

Gubernur Khofifah Kirim Heli Water Bombing untuk Penanganan Kebakaran TPA Supit Urang Malang

Gubernur Khofifah Kirim Heli Water Bombing untuk Penanganan Kebakaran TPA Supit Urang Malang

Jatim | Senin, 26 Oktober 2026 | 11:54 WIB

Cara Membersihkan Sampah di HP agar Tidak Lemot Tanpa Aplikasi Tambahan

Cara Membersihkan Sampah di HP agar Tidak Lemot Tanpa Aplikasi Tambahan

Tekno | Senin, 26 Oktober 2026 | 11:51 WIB

Montir Tangerang Ditagih Pajak Mobil McLaren Rp 137,4 Juta: Makan Saja Saya Susah

Montir Tangerang Ditagih Pajak Mobil McLaren Rp 137,4 Juta: Makan Saja Saya Susah

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 11:48 WIB

Malam Hangat di Sekolah Rakyat: Seskab Bernyanyi Bersama, Lalu Mengantar Siswa Beristirahat

Malam Hangat di Sekolah Rakyat: Seskab Bernyanyi Bersama, Lalu Mengantar Siswa Beristirahat

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 11:47 WIB

KBRI Amman Siaga Pantau WNI usai Insiden Berdarah di Gereja Karak Yordania

KBRI Amman Siaga Pantau WNI usai Insiden Berdarah di Gereja Karak Yordania

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 11:44 WIB

Bakal Berlangsung 14 Hari, 2.938 Personel Gabungan Dikerahkan dalam Operasi Patuh Jaya 2026

Bakal Berlangsung 14 Hari, 2.938 Personel Gabungan Dikerahkan dalam Operasi Patuh Jaya 2026

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 11:41 WIB

Pakai Barcode Palsu, Sindikat BBM Subsidi di Denpasar Raup Omzet Rp75 Juta

Pakai Barcode Palsu, Sindikat BBM Subsidi di Denpasar Raup Omzet Rp75 Juta

Bali | Senin, 26 Oktober 2026 | 11:41 WIB

Temui Menkeu Suahasil, Pramono Tentukan Nasib Obligasi Jakarta

Temui Menkeu Suahasil, Pramono Tentukan Nasib Obligasi Jakarta

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 11:32 WIB

×