Pasangan Ini Menikah di Pengadilan Gegara Pandemi Covid-19

Vania Rossa | Frieda Isyana Putri
Pasangan Ini Menikah di Pengadilan Gegara Pandemi Covid-19
Ilustrasi pengantin. (Pexels/Wesner Rodrigues)

Kisah ini diharapkan dapat memberi inspirasi bagi para calon pengantin lain yang terpaksa membatalkan pernikahannya gegara pandemi Covid-19.

Suara.com - Kisah cinta di tengah pandemi virus corona Covid-19 memang menjadi sedikit berbeda, terutama bagi para pasangan yang sudah jauh-jauh hari merencanakan pernikahan. Tak sedikit yang kemudian harus membatalkan pernikahan mereka.

Seperti dialami Jamie Douglas (26) dan Stephen Bradford (28) yang harus membatalkan pernikahan mereka yang telah merogoh kocek 45 ribu dolar AS atau setara dengan 740 juta rupiah akibat adanya wabah virus corona di Amerika Serikat.

Dikutip dari Metro UK, pasangan ini seharusnya menikah di depan 170 tamu. Sebagai gantinya, mereka tetap melangsungkan pernikahan namun hanya di hadapan seorang hakim.

Mereka mengubah pernikahan mereka sesuai dengan panduan social distancing yang berlaku: Berpose untuk foto di tengah hujan, berdansa pertama kalinya di ruang keluarga, dan membuat kue pernikahan mereka sendiri.

Tak hanya pernikahan, mereka juga harus membatalkan bulan madu romantis mereka di Italia, namun tetap semangat soal alternatif yang mereka ambil sebagai gantinya. Jamie berkata bahwa ia 100 persen bahagia karena masih bisa melangsungkan pernikahan.

"Ada masa-masa kami merasa sedih, namun kami tahu kami tidak perlu jadi stres lagi karenanya. Tak ada rasa menyesal sekalipun," katanya.

Selama setahun lebih Jamie dan Stephen merencanakan pernikahan ini. Awalnya pernikahan tersebut akan dilangsungkan di sebuah museum di Chattanooga, Tennessee, dengan hanya 170 tamu saja.

Jamie sudah memilih gaun pernikahannya, bunga-bunganya, band pernikahan, dan sudah memesan fotografer dan videografer untuk pernikahannya. Beruntung bagi mereka, banyak vendor akan mengembalikan hampir seluruh biaya yang telah mereka keluarkan.

Awalnya saat harus membatalkan bulan madu ke Italia, mereka berharap masih bisa melangsungkan pesta pernikahan. Akan tetapi AS memperbarui peraturan yang melarang perkumpulan lebih dari 10 orang, pasangan ini sadar bahwa pernikahan mereka harus dibatalkan.

Akan tetapi alih-alih membuat mereka sedih dan kecewa, mereka mengubahnya sesuai aturan dan panduan yang berlaku di tengah pandemi.

"Aku sudah punya bayangan bagaimana pernikahanku nantinya dan aku tahu jika aku harus menundanya, maka akan sangat berbeda dengan versi yang aku inginkan," tutur Jamie.

Jamie dan Stephen akhirnya mengadakan pesta pernikahan sendiri pada 17 Maret setelah memutuskannya pada malam sebelumnya. Mereka melangsungkan pernikahan di pengadilan dengan hanya dihadiri oleh hakim yang tersedia.

Setelah menjalani semuanya, mereka juga mengadakan makan malam dengan pesan antar makanan dari restoran dan juga es krim. Apapun yang ingin mereka lakukan saat pesta pernikahan mereka, mereka usahakan untuk mereplikasinya.

Jamie membagikan kisah ini untuk menyemangati para pengantin lainnya untuk mengubah pernikahan mereka, dan menyatakan bahwa masih bisa untuk merayakan cinta kasih, meski tak sesuai yang mereka harapkan.

"Aku ingin para pengantin wanita tahu bahwa tak masalah untuk mengambil jalan alternatif," tandasnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS