- Aktivitas padat dan stres memicu tanda penuaan kulit meskipun telah rutin menggunakan skincare luar.
- Stres oksidatif, diperparah oleh faktor lingkungan, mempercepat penuaan kulit dan membutuhkan antioksidan.
- Astaxanthin merupakan antioksidan yang diteliti untuk melindungi sel kulit dari kerusakan radikal bebas dari dalam.
Suara.com - Bagi Melaney Ricardo, tampil di depan kamera sudah jadi bagian dari keseharian. Tapi di balik layar, ia juga menghadapi tantangan yang sama seperti banyak perempuan urban lainnya: jadwal padat, kurang tidur, stres, dan paparan matahari yang hampir nggak ada jedanya.
“Menua memang nggak bisa dihindari, tapi cara kita menua itu pilihan,” ujar Melaney.
“Dengan aktivitas yang padat, stres, dan sering terpapar matahari, tanda-tanda penuaan tetap bisa muncul walau kita sudah rajin pakai skincare," katanya lagi.
Pengalaman itulah yang membuatnya sadar bahwa perawatan kulit nggak cukup hanya dari luar.
Saat Skincare Saja Nggak Lagi Cukup
Banyak orang fokus pada krim, serum, dan treatment, tapi lupa bahwa kulit juga dipengaruhi kondisi tubuh secara keseluruhan. Kurang tidur, kelelahan, pola makan berantakan, hingga stres emosional bisa mempercepat munculnya kulit kusam, garis halus, dan elastisitas yang menurun.
Secara medis, kondisi ini berkaitan dengan stres oksidatif — saat jumlah radikal bebas dalam tubuh lebih besar dibanding kemampuan tubuh menetralisirnya. Paparan sinar UV, polusi udara, dan tekanan hidup di kota besar memperparah kondisi tersebut.
Di sinilah peran antioksidan jadi penting.
Astaxanthin, Antioksidan yang Banyak Diteliti untuk Kesehatan Kulit
Baca Juga: Dari Herborist hingga Bathaholic: 4 Body Scrub Cokelat Terbaik untuk Kulitmu
Salah satu antioksidan yang banyak dibicarakan dalam dunia kesehatan kulit adalah astaxanthin. Senyawa alami dari kelompok karotenoid ini dikenal memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat dan telah diteliti dalam kaitannya dengan perlindungan sel dari kerusakan akibat radikal bebas.
Ketua Umum Perdoski Jakarta, dr. M. Akbar Wedyadhana, Sp.D.V.E, FINSDV, FAADV, menjelaskan bahwa stres oksidatif berperan besar dalam proses penuaan kulit.
“Astaxanthin termasuk antioksidan yang banyak diteliti karena kemampuannya bekerja pada tingkat sel. Sifatnya yang bisa larut dalam lemak dan air membuatnya dapat membantu melindungi bagian dalam maupun luar sel dari dampak paparan lingkungan,” jelasnya.
Beberapa penelitian menunjukkan konsumsi astaxanthin dalam dosis tertentu dikaitkan dengan manfaat dalam membantu menjaga elastisitas kulit, kualitas kolagen, serta mengurangi dampak photoaging akibat paparan sinar UV.
Perawatan dari Dalam Jadi Bagian Rutinitas
Kesadaran inilah yang membuat Melaney mulai memasukkan perawatan dari dalam sebagai bagian dari gaya hidupnya.
“Sekarang aku merasa menjaga kulit itu bukan cuma soal apa yang dipakai di luar, tapi juga apa yang kita konsumsi. Dengan aktivitas yang padat, aku butuh dukungan dari dalam supaya kondisi kulit tetap terjaga,” ujarnya saat ditemui di PIK 2, Kamis (12/2/2026).
Pendekatan perawatan dari dalam ini salah satunya dihadirkan melalui ASTRIA ULTRA, suplemen dengan kandungan natural astaxanthin yang dirancang untuk membantu mendukung perlindungan kulit dari dalam tubuh. Produk ini diperkenalkan oleh PT Pertiwi Agung (Landson) sebagai bagian dari tren perawatan kulit yang lebih holistik.
Kulit Sehat Itu Kombinasi Banyak Hal
Meski begitu, para ahli tetap mengingatkan bahwa suplemen bukan pengganti gaya hidup sehat. Kulit yang terawat tetap membutuhkan kombinasi pola makan bergizi, cukup minum, tidur yang berkualitas, penggunaan sunscreen, serta skincare yang sesuai kebutuhan kulit.
Namun di tengah realitas hidup modern yang penuh tekanan, dukungan antioksidan seperti astaxanthin bisa menjadi salah satu bagian dari strategi menjaga kulit tetap sehat, segar, dan tampak lebih terawat seiring bertambahnya usia — seperti yang mulai disadari Melaney dari pengalamannya sendiri.