Kisah Anggriani, Perawat yang Sukses Bikin Konten Video Edukasi Covid-19

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Senin, 06 April 2020 | 10:18 WIB
Kisah Anggriani, Perawat yang Sukses Bikin Konten Video Edukasi Covid-19
Anggriani, perawat asal Medan sekaligus influencer. (Likee)

Sementara dalam sehari ada 3 shift, yang terdiri dari 8 jam shift pagi dan 8 jam shift siang, serta shift malam selama 12 jam. Keempat orang perawat harus menggunakan APD selama 1 shift melayani seluruh pasien infeksius Covid-19.

Anggi, mengaku kini namanya sudah masuk dalam daftar dan akan segera bergiliran merawat pasien-pasien tersebut. Meski awalnya Anggi sempat menangis karena namanya masuk dalam daftar.

"Udah keluar nama-namanya, dan ada nama aku. Sampai nangis-nangis waktu itu. Tapi aku ingat di Wuhan juga, baik dokter maupun perawat yang pensiun kembali dipanggil buat bertugas. Dan setelah disadari, daftar itu rata-rata berusia 30 tahun ke bawah," papar Anggi.

Keluarga minta berhenti dan resign dari pekerjaan

Hidup jauh terpisah dari keluarga, karena ia memilih tinggal di kos yang dekat dengan rumah sakit tempatnya bekerja. Ia mengaku pernah diminta sang ibu, atau yang biasa ia panggil mamak, untuk keluar dari pekerjaannya.

"Bahkan orangtua saya sendiri, saya sudah PNS: 'Kak udahlah, kak. Kakak resign saja sudah. Nggak mungkin kamu meninggal karena merawat pasien itu.' 'Mak, nggak mungkin juga, yang nggak di rumah sakit juga bisa kena, ngapain berhenti'," ungkap Anggi seraya menenangkan mamaknya.

Anggi lantas berpikir, pekerjaannya memang penuh risiko, tapi selain berikhtiar menjaga kesehatan, dan melakukan berbagai langkah antisipasi yang ia lakukan, kini yang ia lakukan hanyalah pasrah berdoa kepada Sang Pencipta. Niatnya baik untuk bekerja dan menolong banyak orang, maka ia yakin hasilnya juga bakal baik.

"Tinggal dari Tuhan saja jaga, ya sudah berserah saja. Tenang saja, kalau kata Tuhan kita meninggal untuk corona, ya sudah. Tapi kalau kita belum ini, ya sudah," katanya.

APD masih saja kurang merawat pasien

baca juga

Dibanding mereka yang merawat pasien Covid-19 yang terlindung menggunakan alat pelindung diri (APD), mereka yang lebih terancam adalah yang berada di paling depan memeriksa pasien yang baru datang. Karena yang datang belum diketahui statusnya apakah membawa virus atau tidak. Ini mengingat banyak kasus positif tapi tidak bergejala.

Nah, mirisnya, Anggi juga mengungkap bagaimana mereka di meja terdepan pemeriksa gejala Covid-19 di depan RS, hanya memakai APD ala kadarnya, bukan all cover berwarna putih, tapi malah memakai jubah untuk operasi berwarna biru.

"Biasanya kita juga kalau pakai masker, satu masker untuk satu pasien. Nah, ini malah saking langka dan sedikitnya masker, masker bisa dipakai selama 1 shift," ungkap Anggi.

Nahasnya juga, terkadang masker yang pengait dan tali yang sudah lepas, dipaksa menggunakan karet agar masker tetap bisa digunakan. Begitu pula dengan hand sanitizer.

"Hand sanitizer dulu itu melimpah ruah. Sekarang itu semua botol kosong, bahkan untuk minta juga kita harus ke dinas terkait dengan bukti botol, karena ketat penyalurannya," papar dia.

Buat konten edukasi kesehatan

Video Edukasi Kesehatan Anggriani. (Likee)
Video Edukasi Kesehatan Anggriani. (Likee)

Selain berjuang di tempatnya bekerja. Anggi juga ternyata seorang influencer yang kerap membuat video untuk menghibur dirinya dan orang lain. Kini, Anggi tidak hanya sekadar membuat video hiburan semata, tetapi juga membuat video-video edukasi kesehatan.

Dan uniknya, di masa pandemi seperti ini, video edukasinya memiliki lebih banyak penonton dan respon yang beragam, dibanding video lain yang biasa ia buat.

"Saat ini penggunanya didominasi oleh remaja. Oleh karena itu, aku merasa bertanggung jawab untuk memberikan informasi yang benar supaya aku nggak menjerumuskan pengguna lain. Aku harap pengguna lain juga dapat melakukan hal yang sama," kata dia.

Membuat edukasi kesehatan di platform memang susah susah gampang, karena selain ia harus belajar lagi, ia juga harus menggunakan bahasa yang mudah dipahami orang awam.

"Aku ngeditnya juga lama, harus belajar lagi, baca-baca. Karena itulah aku jadi jarang upload-nya karena kesulitannya itu, dengan kualitas baik," jelasnya.

Adapun video dengan penonton terbanyak ialah saat ia menjelaskan tentang corona dengan penonton sebanyak 255 ribu orang. Sedangkan tentang cuci tangan ditonton lebih dari 255 ribu orang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update Corona Covid-19 Global: Total Kesembuhan Capai 79 Persen

Update Corona Covid-19 Global: Total Kesembuhan Capai 79 Persen

Health | Senin, 06 April 2020 | 09:53 WIB

Jaga Kesehatan Mental Petugas Medis, Ini Langkah Rumah Sakit Philadelphia

Jaga Kesehatan Mental Petugas Medis, Ini Langkah Rumah Sakit Philadelphia

Health | Senin, 06 April 2020 | 09:46 WIB

Beban Pekerjaan, Perawat Pasien Covid-19 Berisiko Alami Tekanan Psikologis!

Beban Pekerjaan, Perawat Pasien Covid-19 Berisiko Alami Tekanan Psikologis!

Health | Senin, 06 April 2020 | 09:24 WIB

Terkini

Skin Barrier Kuat! 4 Moisturizer Aman Dipakai Kulit Kering Pasca Eksfoliasi

Skin Barrier Kuat! 4 Moisturizer Aman Dipakai Kulit Kering Pasca Eksfoliasi

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 18:20 WIB

Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Tabrakan di Bekasi, KAI Tak Akan Biarkan Pegawai Sendirian

Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Tabrakan di Bekasi, KAI Tak Akan Biarkan Pegawai Sendirian

News | Selasa, 29 September 2026 | 18:19 WIB

5 Tips Memilih Jam Tangan Wanita yang Cocok untuk Acara Formal

5 Tips Memilih Jam Tangan Wanita yang Cocok untuk Acara Formal

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 18:17 WIB

DPR Targetkan UU Pemilu Selesai Maret 2027

DPR Targetkan UU Pemilu Selesai Maret 2027

News | Selasa, 29 September 2026 | 18:16 WIB

Guardian Run 2026 Siap Ajak 10 Ribu Orang Lari dan Seru-Seruan di GBK

Guardian Run 2026 Siap Ajak 10 Ribu Orang Lari dan Seru-Seruan di GBK

Health | Selasa, 29 September 2026 | 18:16 WIB

Studi IESR: Menunda Transisi Energi Bisa Bikin Biaya Listrik ASEAN Lebih Mahal

Studi IESR: Menunda Transisi Energi Bisa Bikin Biaya Listrik ASEAN Lebih Mahal

News | Selasa, 29 September 2026 | 18:14 WIB

Panja Resmi Dibentuk, Draf RUU Pemilu Ditarget Rampung Akhir Tahun

Panja Resmi Dibentuk, Draf RUU Pemilu Ditarget Rampung Akhir Tahun

News | Selasa, 29 September 2026 | 18:14 WIB

Praperadilan Ditolak, Silmy Karim Bersiap Masuk Sidang Pokok Perkara

Praperadilan Ditolak, Silmy Karim Bersiap Masuk Sidang Pokok Perkara

News | Selasa, 29 September 2026 | 18:11 WIB

Dadan Hindayana dan 5 Tersangka Korupsi MBG Dilimpahkan ke Kejari Jakpus

Dadan Hindayana dan 5 Tersangka Korupsi MBG Dilimpahkan ke Kejari Jakpus

Foto | Selasa, 29 September 2026 | 18:10 WIB

Manajer Kopdes Digaji Rp8,3 Juta, Setara Profesi Software Engineer di Jakarta

Manajer Kopdes Digaji Rp8,3 Juta, Setara Profesi Software Engineer di Jakarta

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 18:06 WIB

×