Beban Pekerjaan, Perawat Pasien Covid-19 Berisiko Alami Tekanan Psikologis!

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Senin, 06 April 2020 | 09:24 WIB
Beban Pekerjaan, Perawat Pasien Covid-19 Berisiko Alami Tekanan Psikologis!
ilustrasi dokter dan perawat [shutterstock]

Suara.com - Wabah virus corona Covid-19 yang menyebar di seluruh dunia tidak hanya berdampak pada masyarakat umum, tetapi juga petugas medis yang berada di garda terdepan melawan virus mematikan ini.

Bayangkan saja, para petugas medis tidak bisa melindungi dirinya di dalam rumah seperti masyarakat umum. Mereka harus mempertaruhkan nyawa menangani pasien virus corona Covid-19 dengan risiko penularan yang sangat besar.

Tak hanya itu, mereka pun harus hidup terpisah dengan keluarga dan orang yang disayang selama berminggu-minggu untuk menghindari penularan virus lebih luas.

Para petugas medis ini tidak hanya gelisah dalam merawat pasien virus corona Covid-19. Pikiran mereka mungkin juga terusik dengan terbatasnya alat perlindungan diri (APD) dan perubahan protokol rumah sakit yang begitu cepat.

Situasi ini tentu lebih berat bagi petugas medis, terlebih mereka tidak bisa sembarangan melakukan kontak dengan pasangan, anak maupun anggota keluarga lainnya.

Ilustrasi rumah sakit. (Shutterstock)
Ilustrasi rumah sakit. (Shutterstock)

Artinya, dilansir oleh vox.com, kesehatan mental para petugas medis berada dalam kondisi serius dan berbahaya. Sebuah studi baru dalam Journal of American Medical Association telah mengukur risiko kesehatan mental tersebut.

Studi berbasis survei ini telah meneliti kesehatan mental dari 1.257 petugas kesehatan yang merawat pasien Covid-19 di 34 rumah sakit di China. Hasilnya, sebagian besar dari mereka melaporkan gejala depresi 50 persen, kecemasan 45 persen, insomnia 34 persen dan tekanan psikologis 71,5 persen.

Dalam hal ini, wanita dan perawat adalah orang yang mengalami gejala sangat parah. Tapi, hasil ini tidak mengejutkan karena mereka sering dipanggil untuk melakukan pekerjaan yang ekstra emosional.

Contohnya, mereka harus menekan perasaannnya sendiri ketika menghadapi pasien virus corona Covid-19 yang terus berdatangan. Sedangkan wabah ini telah menelan banyak korban jiwa di depan matanya sendiri.

Bahkan petugas medis yang berada di garda terdepan saat wabah virus corona Covid-19 di Wuhan, China menunjukkan beban psikologis yang lebih besar daripada pekerja perawatan kesehatan Tiongkok yang lebih jauh.

Ilustrasi Penyebaran Virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi Penyebaran Virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Studi ini juga mencatat kondisi selama wabah SARS 2003, para petugas medis pun kini khawatir bahwa mereka akan menularkan virus corona Covid-19 kepada keluarga dan teman dekatnya. Mereka juga merasa terstigma karena merasakan sendiri berhubungan dengan pasien yang terinfeksi virus.

Karena itu, mereka berisiko mengalami stres jangkan panjang yang signifikan. Ketakutan dan kekhawatiran serupa pun turut dirasakan oleh petugas medis di tengah wabah virus corona Covid-19 sekarang ini.

"Melindungi petugas layanan kesehatan merupakan komponen penting dari tindakan kesehatan masyarakat untuk mengatasi epidemi Covid-19," demikian kesimpulan penelitian.

Menurut penelitian, intervensi khusus untuk meningkatkan kesejahteraan mental pada petugas layanan kesehatan yang menangani Covid-19 perlu segera diimplementasikan. Terutama perempuan, perawatan dan petugas medis yang berada di paling depan menangani Covid-19 perlu perhatian khusus.

Studi ini tidak menentukan intervensi kesehatan mental mana yang harus digunakan untuk membantu petugas kesehatan. Tetapi, American Psychological Association (APA) mencatat bahwa metode yang direkomendasikan untuk meningkatkan ketahanan selama wabah SARS termasuk penilaian stres dan kerangka penangan tertenti sebagai prinsip pertolongan pertama psikologis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi Klaim Obat Kutu Kepala Bisa Bunuh Virus Corona Covid-19

Studi Klaim Obat Kutu Kepala Bisa Bunuh Virus Corona Covid-19

Health | Senin, 06 April 2020 | 09:00 WIB

PDSKJI Teliti Kesehatan Mental Tenaga Kesehatan yang Tangani Covid-19

PDSKJI Teliti Kesehatan Mental Tenaga Kesehatan yang Tangani Covid-19

Health | Senin, 06 April 2020 | 05:08 WIB

Corona Covid-19 Bikin Tenaga Kesehatan Rentan Depresi, Psikiater Buka Suara

Corona Covid-19 Bikin Tenaga Kesehatan Rentan Depresi, Psikiater Buka Suara

Health | Senin, 06 April 2020 | 02:15 WIB

Terkini

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:27 WIB