Kartini Masa Kini, Jalan Panjang Monika Anggreini Jadi Pilot Perempuan

Bimo Aria Fundrika, Frieda Isyana Putri

Selasa, 21 April 2020 | 07:15 WIB
Kartini Masa Kini, Jalan Panjang Monika Anggreini Jadi Pilot Perempuan
Kartini masa kini, Monika Anggreini pilot perempuan. (dok: Instagram/@monikaanggreini)

Suara.com - Kartini Masa Kini, Jalan Panjang Monika Anggreini Jadi Kapten Pilot Perempuan

Di dunia, jumlah perempuan yang berprofesi sebagai pilot masih terbilang sedikit. Banyak yang menyebut pilot lebih cocok ditekuni oleh laki-laki. 

Namun tidak bagi Monika Anggreini yang telah jatuh bangun memperjuangan passion-nya sebagai seorang pilot. Kini ia didapuk sebagai Kapten di maskapai penerbangan AirAsia Indonesia selama kurang lebih 15 tahun.

Perjalanannya bisa mencapai titik ini tentu tidaklah mudah. Bercerita pada Suara.com, perempuan kelahiran 17 November 1975 ini mengatakan bahwa awal mulanya cita-citanya bukan sebagai pilot.

Monik, panggilannya, dari dulu ingin menjadi seorang arsitek. Akan tetapi sebagai anak dari orangtua yang bekerja di TNI Angkatan Udara, cerita soal menjadi pilot sudah menjadi makanan sehari-hari.Motivasinya menjadi seorang pilot dimulai dari Almarhum Bapak. 

Monika pilot perempuan. (dok: Instagram/@monikaanggreini)
Monika Anggreini pilot perempuan. (dok: Instagram/@monikaanggreini)

Saat Monik lulus SMA, ayahnya sering bercerita tentang menjadi pilot. Sang ayah tak  mempermasalahkan bila Monik ingin kuliah menjadi arsitek, asal ia juga tetap mengikuti tes menjadi pilot.

"Nggak apa-apa. Kuliah jadi arsitek tetap jalan, tes sebagai pilot juga tetap jalan," katanya saat berbincang dengan Suara.com, Senin (20/4/2020).

Sayangnya, ia tidak diterima di jurusan Teknik Arsitektur. Akhirnya sembari menanti tes pilot yang masih cukup lama, ia mencoba mendaftar kuliah lagi. Kali ini ia berhasil diterima di jurusan Teknik Sipil Universitas Trisakti.

Tak lama berkuliah, ia lulus tes sekolah pilot di Juanda Flying School, Surabaya. Akhinya ia meninggalkan bangku kuliahnya untuk menempuh studi di sekolah penerbangan tahun 1994.

baca juga

Lantas, bagaimana kisah selanjutnya? Baca di halaman berikutnya ...

Sulit Mendapat Kerja

November 1996, Monik lulus dari sekolah penerbangan. Ia mencoba peruntungan dengan mendaftar sebagai pilot di beberapa maskapai penerbangan. 

Sayangnya krisis tengah melanda Indonesia. Beberapa perusahaan penerbangan tengah mengalami penurunan. Akhirnya di tahun 1997, Monik melanjutkan studinya di Avindo Angkasa Pilot School mengambil kelas lanjutan multi engine.

Sembari bersekolah, Monik juga bekerja di salah satu perusahaan travel yang bekerjasama dengan salah satu maskapai penerbangan di Indonesia.

"Saya sambil sekolah lagi di Juanda. Jadi sambil bekerja sambil sekolah juga. Apply-apply lagi jadi pilot, cuma belum ada yang manggil dan nggak ada pengumuman lulus atau nggak, jadi kayak digantung," tuturnya.

Monika pilot perempuan. (dok: Instagram/@monikaanggreini)
Monika pilot perempuan. (dok: Instagram/@monikaanggreini)

Masih belum beruntung, Monik akhirnya kembali kuliah mengambil jurusan ekonomi di tahun 1998. Lulus di tahun 2002, masih belum ada maskapai penerbangan yang mau menerimanya sebagai seorang pilot.

Monik akhirnya banting setir dengan mendaftarkan diri ke perusahaan berbeda. Akhirnya ia diterima bekerja sebagai finance officer di sebuah perusahaan otomotif.

Gayung bersambut, tak sampai setahun bekerja, Monik diterima di maskapai penerbangan Top Air. Namun lagi-lagi perjalanannya tak mulus, untuk bisa mengoperasikan pesawat Boeing 737 seri 200 ia harus merogoh kocek sendiri. Beruntung, ia selalu mendapat dukungan dari sang ibu.

Perusahaan tersebut ternyata tak berjalan hingga akhirnya Monik memutuskan keluar kerja. Ia pun diterima di maskapai Star Air hingga disekolahkan ke Swedia.

"Baru akhirnya setelah 8 tahun lulus dari sekolah pilot di Juanda, diterima di Airlines, terbang di tahun 2004," ujarnya.

Hanya sepuluh bulan bergabung di maskapai tersebut, badai kembali menerpa Monik. Perusahaan maskapai tersebut tutup, membuatnya harus kembali mencari pekerjaan.

Pucuk dicinta ulam pun tiba, di bulan Juli 2005, Monik dipertemukan dengan AirAsia Indonesia dan diterima menjadi pilot di maskapai penerbangan tersebut, hingga kini selama 15 tahun.

Bagaimana kisahnya selama menjadi pilot? Baca selengkapnya di halaman selanjutnya.

Tak Kalah dengan Laki-laki

Menjadi satu dari sedikit pilot perempuan, Monik mengaku tantangan dan kendalanya masih besar. Salah satunya bagaimana perempuan masih harus menunjukkan bahwa kemampuan pilot perempuan sama dengan pilot laki-laki.

"Karena persyarataan dan prosedur yang dilakukan sama, bisa dilakukan oleh perempuan juga. (Perempuan) harus menunjukkan prestasi yang lebih, semangatnya juga harus lebih, harus menunjukkan yang terbaik," kata Monik.

Akan tetapi, semua perjuangan dan kendala tersebut tertutup dengan kecintaan Monik bekerja sebagai pilot. Apalagi dengan dukungan keluarga yang tak ada habisnya.

Monika pilot perempuan. (dok: Instagram/@monikaanggreini)
Monika pilot perempuan. (dok: Instagram/@monikaanggreini)

Di tengah kesibukannya sebagai pilot, ia juga menulis buku dengan harapan dapat menularkan semangat dan motivasinya ke orang banyak. Bukunya berjudul Iron Bird: Monika telah diluncurkan pada 2016 lalu.  

Saat bekerja ia juga sering menyempatkan bertemu dengan keluarga. "Kadang kalau lagi disempatkan di suatu kota, ibu sama adik saya ikut. Jadi setelah terbang bisa makan bareng, kumpul bareng. Alhamdulillah disempat-sempatkan," imbuhnya.

Menurutnya, tidak ada yang tidak bisa dilakukan oleh perempuan. Walau memang di masa kini untuk bisa bertahan di ranah pekerjaan yang mayoritas laki-laki, perempuan harus menunjukkan prestasi yang lebih.

Monik mengingatkan kepada para Kartini Indonesia untuk tetap menjadi diri sendiri, dan selalu melakukan yang terbaik.

"Pejuang Kartini harus bisa menikmati passion mereka, seperti saya menikmati passion saya sebagai seorang pilot," tandasnya.

Itulah kisah inspiratif Kartini masa kini, pilot perempuan Monika Anggreini  yang diharapkan bisa menjadi pecut semangat bagi kaum  perempuan. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Inspirasi Kartini Masa Kini: Mendongkrak Bisnis Kukis di Masa Pandemi

Inspirasi Kartini Masa Kini: Mendongkrak Bisnis Kukis di Masa Pandemi

Lifestyle | Senin, 20 April 2020 | 17:02 WIB

Yuni Shara Ajak Perempuan Indonesia Berbagi di Hari Kartini

Yuni Shara Ajak Perempuan Indonesia Berbagi di Hari Kartini

Entertainment | Senin, 20 April 2020 | 14:34 WIB

Lewat Arisan, Ini Sederet Kisah Inspiratif Kartini Masa Kini

Lewat Arisan, Ini Sederet Kisah Inspiratif Kartini Masa Kini

Lifestyle | Rabu, 24 April 2019 | 13:30 WIB

Terkini

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Bogor | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:37 WIB

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:27 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:47 WIB

×