Penasaran, Kenapa Timun Suri Hanya Ada Saat Ramadan?

Sabtu, 25 April 2020 | 20:00 WIB
Penasaran, Kenapa Timun Suri Hanya Ada Saat Ramadan?
Pembeli membayar buah Timun Suri yang dibelinya di Pasar Palmerah, Jakarta Pusat, Sabtu (25/4). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Setelah puasa seharian penuh, memang paling enak berbuka dengan yang manis dan menyegarkan, seperti es timun suri. Ya, buah ini memang banyak dijumpai saat Ramadan, bahkan penjualnya menjamur di pinggir jalan.

Tapi, penasaran nggak, sih, kenapa timun suri seolah hanya ada saat Ramadan? Di luar bulan Ramadan, rasanya jarang sekali kita melihat timun suri dijual di pasar.

Itu sebabnya, di Indonesia, timun suri identik sebagai buah Ramadan. Bahkan, kehadiran timun suri di pasar dan supermarket seolah menjadi semacam pertanda bahwa Ramadan sudah dekat.

Menjawab rasa penasaran kenapa timun suri hanya ada saar Ramadan, hal tersebut terkuak dari buku yang berjudul 'Timun Suri & Blewah' yang ditulis Drs. H. Hendro Sunarjono, APU (Purn.) dan Rita Ramayulis, DCN., M.Kes yang diterbitkan Penebar Swadaya 2012.

Fenomena kehadiran timun suri saat Ramadan semata-mata karena permintaan pasar yang tinggi, bahkan cenderung melonjak tajam selama bulan puasa.

"Fenomena tersebut terjadi tidak lepas dari permintaan terhadap dua jenis buah tersebut yang melonjak tajam selama bulan puasa. Konsumsi minuman es timun suri dan es blewah selama bulan puasa, sepertinya memang sudah menjadi budaya bagi masyarakat Indonesia," tulis buku tersebut dikutip Suara.com, Sabtu (25/4/2020).

Saking tingginya permintaan, omset penjual timun suri di bulan ramadan bisa mencapai jutaan rupiah per hari.

Buah timun suri dan blewah memang cocok menjadi menu buka puasa. Hal ini lantaran konsumsinya yang menyegarkan karena kandungan airnya yang tinggi.

"Jenis buah tersebut mampu memberikan cadangan air dalam tubuh, dan dapat menggantikan cairan tubuh yang telah hilang selama berpuasa," tambah buku itu.

Baca Juga: Berburu Timun Suri, Buah Primadona saat Ramadhan

Disebutkan juga bahwa timun suri pada dasarnya bukanlah jenis tanaman musiman. Buah ini pada dasarnya bisa ditanam kapan saja asal syarat tumbuhnya terpenuhi. Waktu terbaik penanaman buah ini adalah pada musim kemarau.

"Pada musim kemarau setelah panen padi sawah atau panen tebu. Sementara itu, penanaman tidak dilakukan pada musim hujan, karena tanaman ini tidak tahan terhadap hujan lebat. Sehingga saat musim hujan, jarang diperoleh buah timun suri di pasaran dalam jumlah yang besar," jelasnya.

Diketahui timun suri kaya akan vitamin C, kalium, kalsium, dan fosfor. Selain itu, kandungan air dalam timun suri mencapai lebih dari 90 persen.

Dengan mengonsumsi 100 gram timun suri, maka kebutuhan vitamin C dan kalium dalam sehari terpenuhi sebanyak sepertiga bagian. Sedangkan untuk sumber kalsium dan fosfor dalam 100 gram timun suri ternyata sudah mampu memenuhi setengah kebutuhan harian.

Jadi, sudah nggak penasaran lagi, kan, kenapa buah timun suri mendadak populer saat Ramadan?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI