Di Pakistan, Lempar Telur Rebus Jadi Bagian dari Tradisi Ramadan

Risna Halidi, Frieda Isyana Putri

Senin, 27 April 2020 | 03:00 WIB
Di Pakistan, Lempar Telur Rebus Jadi Bagian dari Tradisi Ramadan
Ilustrasi telur rebus (Shutterstock).

Suara.com - Di Pakistan, Lempar Telur Rebus Jadi Bagian dari Tradisi Ramadan yang Meriah

Bersiap-siap menjelang Ramadan, umat Muslim di Pakistan punya tradisi Ramadan tersendiri yang cukup unik yaitu permainan lempar telur rebus.

Tradisi ini dipercaya sudah ada berabad-abad lalu dan dilakukan oleh warga Muslim di Pakistan untuk menyambut bulan Ramadan. Hingga kini, permainan ini masih dilakukan oleh masyarakat yang tinggal di Pakistan dan juga Afghanistan.

Cara bermainnya adalah para lelaki memegang telur rebus dan mengetukkannya ke telur rebus pemain lainnya untuk saling menghancurkan. Aturannya satu, mereka harus tetap menjaga telur miliknya sendiri tidak rusak.

Selain tradisi adu lempar telur rebus, banyak masjid di Pakistan juga memberikan makanan secara gratis baik saat berbuka maupun saat sahur.

Sebelum era ponsel, para penabuh drum saat Ramadan akan melewati jalanan untuk membangunkan sahur. Praktik ini sekarang hanya ada di pedesaan, di mana hal-hal tradisional masih dihormati.

Saat sahur, makanan ringan dikonsumsi dahulu sebelum memulai ke makanan utama yang disebut sehri. Sehri biasanya berisi makanan-makanan kaya nutrisi dan mengenyangkan untuk membuat mereka yang berpuasa tetap berenergi.

Makanan tradisional juga dimakan saat berbuka, disebut nihari. Nihari adalah semur yang dimasak lambat, biasanya terbuat dari daging domba, disiram dengan jahe, lemon, dan ghee, yang dihidangkan bersama dengan Khameeri roti, yakni roti pipih dengan potongan seledri dan biji wijen.

Nihari merupakan makanan tradisional yang diturunkan di keluarga tua. Mereka memiliki nama yang berbeda-beda yang mereka semua klaim sebagai yang asli.

baca juga
Manfaat Kurma yang Tak Terduga (shutterstock)
Manfaat Kurma yang Tak Terduga (shutterstock)

Warga Pakistan biasa berbuka puasa dengan kurma, sesuai anjuran Nabi Muhammad SAW. Jalanan di Pakistan biasanya sangat ramai di saat berbuka puasa dan cenderung melakukannya bersama-sama.

Untuk makanan di malam hari bisa berbeda-beda di setiap tempat. Banyak tempat memulai dengan gorengan seperti pakora, samosa, dan gorengan lainnya.

Dan juga kari, daging dibakar dengan nasi biryani, salad buah dan yogurt, lalu ditutup dengan minuman yogurt manis atau gurih bernama lassi.

Di siang hari, sangat sedikit warga yang terlihat makan, karena ternyata ilegal untuk makan atau menjual makanan selama bulan Ramadan di Pakistan. Mereka bisa didenda 500 rupee atau setara dengan Rp 100 ribu jika ketahuan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Abaikan Corona, Warga Pakistan Serbu Pasar dan Masjid di Hari ke-1 Ramadan

Abaikan Corona, Warga Pakistan Serbu Pasar dan Masjid di Hari ke-1 Ramadan

News | Minggu, 26 April 2020 | 15:58 WIB

India dan Pakistan Longgarkan Kebijakan Lockdown

India dan Pakistan Longgarkan Kebijakan Lockdown

News | Minggu, 26 April 2020 | 11:04 WIB

Tabuh Lodra di Albania, Tradisi Sambut Datangnya Bulan Suci Ramadan

Tabuh Lodra di Albania, Tradisi Sambut Datangnya Bulan Suci Ramadan

Lifestyle | Sabtu, 25 April 2020 | 08:45 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×