Tabuh Lodra di Albania, Tradisi Sambut Datangnya Bulan Suci Ramadan

Vania Rossa, Frieda Isyana Putri

Sabtu, 25 April 2020 | 08:45 WIB
Tabuh Lodra di Albania, Tradisi Sambut Datangnya Bulan Suci Ramadan
Tabuh Lodra di Albania, Tradisi Sambut Datangnya Bulan Suci Ramadan. (Wikipedia)

Suara.com - Tabuh Lodra di Albania, Tradisi Sambut Datangnya Bulan Suci Ramadan

Selama berabad-abad, para anggota dari komunitas Gipsi atau Roma Muslim mengumumkan waktu sahur dan berbuka puasa di bulan Ramadan menggunakan lagu-lagu tradisional.

Setiap hari selama bulan Ramadan, mereka akan berbaris di jalanan dan menabuh lodra, sebuah drum berbentuk silinder yang menggunakan kulit domba di kedua sisinya.

Penabuh drum akan memukul tiap sisi dengan tongkat yang berbeda, sehingga memunculkan nada yang berbeda pula.

Satu sisi lodra digebuk dengan stik berbentuk palu kayu, sebagai pemukul utama. Sedang sisi lainnya menggunakan ranting kayu merah, yang banyak tumbuh di pegunungan.

Beberapa keluarga Muslim akan memberikan mereka makanan atau uang sebagai penghargaan atas layanan mereka. Mereka juga terkadang diundang masuk untuk berbuka puasa atau dalam bahasa Albania disebut Syfyr.

Makanan yang dimakan saat sahur dan berbuka di ALbania berbeda di tiap rumah, dan jenisnya ada sangat banyak. Mustahil bisa menghidangkan semuanya dalam satu waktu.

Ada kemiripan antara makanan Albania dan Turki, namun Albania lebih memiliki makanan unik yang dibuat dari bahan-bahan dasar dan diolah secara imajinatif.

Anda bisa memilih mulai dari Byrek, kue pai tipis yang bisa dimakan panas maupun dingin, berisikan daging, bayam, atau dadih.

baca juga

Kemudian ada Pastiçe, yakni pasta dengan saus keju, susu, telur, dan mentega. Petulla, adonan manis atau gurih yang digoreng dengan isian selai, saus krim, atau keju. Atau Imam Bayudin, hidangan terong dengan bawang putih.

Para penabuh lodra datang lagi nanti saat mengumumkan waktunya berbuka puasa. Waktu berbuka menjadi tradisi yang kuat bagi masyarakat Albania, sehingga kadang ditawarkan oleh beberapa warga Kristiani kepada warga Muslim yang berpuasa dan dijadikan pertemuan sosial.

Hampir selama setengah abad saat Albania berada dalam pemerintahan rezim komunis, semua praktik keagamanan nyaris menghilang akibat diawasi.

Akan tetapi bagi mereka yang memiliki dasar agama kuat, mereka tetap menjalankan perintah Tuhan tersebut. Tak ada yang tahu jika Anda puasa atau tidak, dan sebagian besar orang yang berpuasa memilih berbohong dan mengaku sudah makan atau tidak enak badan saat ditawarkan makanan di bulan Ramadan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bikin Heboh, Kini Puasa Ramadan pun Ada yang Usulkan Ditunda karena Corona

Bikin Heboh, Kini Puasa Ramadan pun Ada yang Usulkan Ditunda karena Corona

News | Rabu, 15 April 2020 | 22:27 WIB

Yordania Larang Warga Ibadah di Masjid Selama Ramadan

Yordania Larang Warga Ibadah di Masjid Selama Ramadan

News | Rabu, 15 April 2020 | 18:32 WIB

Ramadan di Tengah Wabah Corona, MUI: Harus Ada Kebiasaan Baru Beribadah

Ramadan di Tengah Wabah Corona, MUI: Harus Ada Kebiasaan Baru Beribadah

News | Senin, 13 April 2020 | 11:36 WIB

Terkini

Kesal Tak Dijemput, Nenek di Depok Tega Bakar Cucu Hingga Luka 80 Persen

Kesal Tak Dijemput, Nenek di Depok Tega Bakar Cucu Hingga Luka 80 Persen

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:33 WIB

Bonus Atlet Asian Games dan Asian Para Games Naik, Menpora: Biar Sejahtera

Bonus Atlet Asian Games dan Asian Para Games Naik, Menpora: Biar Sejahtera

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:31 WIB

Viral Gerombolan Turis Israel Mencuri di Lombok, Bayar Uang Damai Rp48 Juta Lalu ke Bali

Viral Gerombolan Turis Israel Mencuri di Lombok, Bayar Uang Damai Rp48 Juta Lalu ke Bali

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:29 WIB

Eks Wamen Imipas Silmy Karim Didakwa Terima Suap Rp33,8 Miliar

Eks Wamen Imipas Silmy Karim Didakwa Terima Suap Rp33,8 Miliar

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:27 WIB

Hashim Ungkap Efek MSCI, Rupiah Terancam Anjlok ke Rp 22.000

Hashim Ungkap Efek MSCI, Rupiah Terancam Anjlok ke Rp 22.000

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:21 WIB

Terima Denny Indrayana Cs, PKS Bakal Seriusi Polemik Keabsahan Ijazah Gibran Pasca Putusan MK

Terima Denny Indrayana Cs, PKS Bakal Seriusi Polemik Keabsahan Ijazah Gibran Pasca Putusan MK

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:20 WIB

Dikenal sebagai Perpustakaan Berjalan, 5 Rekomendasi Buku dari Gawon MEOVV!

Dikenal sebagai Perpustakaan Berjalan, 5 Rekomendasi Buku dari Gawon MEOVV!

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:20 WIB

Babak Baru Kasus Gibran Tipu Malaysia: KPK Negeri Jiran Bergerak Telusuri Uang Rp600 M

Babak Baru Kasus Gibran Tipu Malaysia: KPK Negeri Jiran Bergerak Telusuri Uang Rp600 M

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:18 WIB

Mobil Mercedes-Benz Tabrak Warung Mi Balap di Deli Serdang, Satu Orang Tewas

Mobil Mercedes-Benz Tabrak Warung Mi Balap di Deli Serdang, Satu Orang Tewas

Sumut | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:18 WIB

Nasehat Mbah Kakung yang Reformis: Kritik Tajam di Tengah Kemerosotan Moral

Nasehat Mbah Kakung yang Reformis: Kritik Tajam di Tengah Kemerosotan Moral

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:15 WIB

×