Katanya Setan Dikurung Saat Ramadan, Kenapa Masih Banyak yang Maksiat?

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 06 Mei 2020 | 10:12 WIB
Katanya Setan Dikurung Saat Ramadan, Kenapa Masih Banyak yang Maksiat?
Ilustrasi ibadah di bulan Ramadan. (Dok. Suara.com)

Suara.com - Katanya Setan Dikurung Saat Ramadan, Kenapa Masih Banyak yang Maksiat?

Kita sering mendengar istilah setan dibelenggu atau dikurung saat bulan Ramadan. Pernyataan ini juga sering diungkap dalam ceramah, tablig akbar, atau dalam pemberitaan saat bulan Ramadan.

Pernyataan itu memang sesuai dengan bunyi hadits yang diriwayatkan Imam Muslim dari Yahya bin Ayyub, Qutaibah, dan Ibnu Hajar. Mereka meriwayatkan hadits ini dari Ismail bin Ja'far, dari Abu Suhail, dari ayahnya Abu Hurairah yang dikemukakan langsung oleh Nabi Muhammad, berbunyi:

"Jika bulan Ramadan datang, maka pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu," ujar Nabi dalam hadits yang bisa dijamin kesahihannya.

Dari hadits itu ada pertanyaan menggelitik di mana jika benar setan-setan dibelenggu dan dikurung, lalu mengapa masih banyak manusia yang maksiat dan berbuat dosa? Bukankah selama ini setan yang mendorong manusia melakukan dosa?

Mengutip laman Nu Online, menjawab pertanyaan ini ada berbagai versi karena makna hadits ini ulama memiliki pendapat yang berbeda.

Jika berdasarkan kitab Al-Halimi yang dikutip Badruddin Al-Aini dalam Umdatul Qari, hadist ini bermakna setan senantiasa mencuri informasi dari langit. Tapi pada bulan suci Ramadan mereka tidak bisa melakukan itu, karena dibelenggu termasuk tidak bisa menggoda manusia.

Dalam artian menggoda, setan tidak bisa leluasa menggoda manusia, karena pada bulan Ramadan manusia sibuk berdzikir, membaca alquran, dan sebagainya.

Abu Muhammad penulis kitab Umdatul Qari memiliki penjelasan lebih rinci. Ia berpendapat setan dibelenggu tidak bisa menggoda manusia, jika orang tersebut menjalankan syarat, rukun, dan adabnya di bulan Ramadan.

baca juga
Ilustrasi ibadah di bulan Ramadan. (Shutterstock)
Ilustrasi ibadah di bulan Ramadan. (Shutterstock)

Ada juga berpendapat, ini karena setan dibelenggu hanya sebagian saja tidak seluruhnya. Karena makna hadits ini hanya membatasi ruang gerak setan dan jin jahat. Pembatasan itu bisa dilakukan oleh orang yang menjalankan puasa.

Dijelaskan juga terbelenggunya setan tidak berpengaruh pada kebiasaan buruk manusia, karena di dalam diri manusia ada nafsu yang bisa memicu tindakkan buruk. Ada kalanya tanpa setan pun, kebiasaan buruk akan membuat manusia melakukan hal buruk.

Sehingga di luar bulan Ramadan hanya memperindah keburukan itu kepada manusia, dan mengatakan perilakunya tidaklah berlebihan. Hal ini terungkap dalam Kasyful Musykil min Haditsis Shahihain, karya Jamaluddin Abul Farj.

Jadi, dibelenggunya setan dalam hadist bukan berarti dikurung seutuhnya, tapi mayoritas ulama berpendapat itu hanyalah makna kiasan. Mengingat pada bulan Ramadan manusia berpuasa dan menjalani ibadah menjadi lebih giat, sehingga terhindar dari godaan setan berbuat maksiat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lakukan 5 Kegiatan Seru Ini untuk Ngabuburit Selama #dirumahaja

Lakukan 5 Kegiatan Seru Ini untuk Ngabuburit Selama #dirumahaja

Your Say | Selasa, 05 Mei 2020 | 15:48 WIB

Nikmatnya Berbuka Puasa dengan Kolak Bubur Sumsum Biji Salak, Ini Resepnya!

Nikmatnya Berbuka Puasa dengan Kolak Bubur Sumsum Biji Salak, Ini Resepnya!

Lifestyle | Selasa, 05 Mei 2020 | 15:05 WIB

Menikmati Shubat, Minuman dari Susu Unta Khas Kazakhstan saat Ramadan

Menikmati Shubat, Minuman dari Susu Unta Khas Kazakhstan saat Ramadan

Lifestyle | Selasa, 05 Mei 2020 | 03:05 WIB

Terkini

Roemah Umara Kenalkan Ballroom Berkapasitas 600 Orang di Jakarta

Roemah Umara Kenalkan Ballroom Berkapasitas 600 Orang di Jakarta

Foto | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 05:00 WIB

Rayakan 10 Tahun di Indonesia, Big Bad Wolf Kembali Hadir 24 Jam di ICE BSD

Rayakan 10 Tahun di Indonesia, Big Bad Wolf Kembali Hadir 24 Jam di ICE BSD

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 00:03 WIB

Spill Lagunya di SNADA Indonesia 2026, Anggun Dukung Inisiatif Sosial 3T: Mereka Tidak Sendiri

Spill Lagunya di SNADA Indonesia 2026, Anggun Dukung Inisiatif Sosial 3T: Mereka Tidak Sendiri

Entertainment | Kamis, 08 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Rumah Perwira TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Rumah Perwira TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Video | Kamis, 08 Oktober 2026 | 23:05 WIB

RUU Pemilu 2029 Mulai Dibahas, DPR Buka Pintu Masukan Publik

RUU Pemilu 2029 Mulai Dibahas, DPR Buka Pintu Masukan Publik

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Imigrasi Sumut Petakan Risiko Hukum Penanganan Pengungsi

Imigrasi Sumut Petakan Risiko Hukum Penanganan Pengungsi

Sumut | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Reses Bukan Hambatan DPR Tindaklanjuti Putusan MK soal Gibran

Reses Bukan Hambatan DPR Tindaklanjuti Putusan MK soal Gibran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:53 WIB

2.399 Unit Huntap untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang Ditargetkan Rampung 2026

2.399 Unit Huntap untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang Ditargetkan Rampung 2026

Sumut | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kebakaran di Kawasan Pemukiman Padat Penduduk Kramat Pulo, 30 Mobil Damkar Dikerahkan

Kebakaran di Kawasan Pemukiman Padat Penduduk Kramat Pulo, 30 Mobil Damkar Dikerahkan

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:42 WIB

Tak Perlu Angket, DPR Bisa Gunakan Putusan MK sebagai Dasar Pemakzulan Gibran

Tak Perlu Angket, DPR Bisa Gunakan Putusan MK sebagai Dasar Pemakzulan Gibran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:34 WIB

×