Habiskan Waktu Karantina dengan Pasangan, Ternyata Ini Dampaknya ke Otak

Yasinta Rahmawati | Amertiya Saraswati
Habiskan Waktu Karantina dengan Pasangan, Ternyata Ini Dampaknya ke Otak
Ilustrasi (Pixabay/juanerasmus85)

Ini yang terjadi ketika kamu terjebak 24 jam dengan pasanganmu.

Suara.com - Berbagai macam kisah tentang karantina bersama pasangan kini sudah akrab kita dengar. Tidak hanya itu, ada pula sederet tips agar karantina dengan pasangan dapat berjalan lancar.

Di satu sisi, karantina bersama pasangan memang berarti quality time yang lebih banyak. Namun, di sisi lain, kamu juga bisa merasa kesal dengannya.

Nah, dari segi ilmiah, ternyata karantina bersama pasangan bisa punya dampak langsung pada otakmu.

Melansir laman Elite Daily, seorang ilmuwan di bidang perilaku manusia telah membeberkan apa dampak hubungan romantis dan kehadiran pasangan selama karantina.

"Kita (manusia) tidak dibuat untuk menghabiskan waktu 24/7 dengan orang lain," ungkap Dr. Helen Fisher kepada laman Elite Daily.

Menurutnya, menghabiskan sepanjang hari untuk bekerja, makan, tidur, bersantai, olahraga, dan sederet aktivitas lainnya hanya bersama pasangan adalah hal yang tidak alami.

Ilustrasi pasangan kekasih. (Unsplash/Jonathan Borba)
Ilustrasi pasangan kekasih. (Unsplash/Jonathan Borba)

"Waktu ekstra bersama pasangan dapat meningkatkan kesehatan atau malah memperburuknya, tergantung interaksi," tambah psikolog klinis, Joshua Klapow.

Bagi kamu yang memiliki hubungan bahagia dan pasangan pengertian, waktu karantina ini bisa menaikkan tingkat dopamine di dalam otakmu.

Sekadar informasi, hormon ini bekerja dalam membuatmu merasa optimis, berenergi, termotivasi, dan juga meningkatkan imun.

Selain itu, sentuhan seperti memeluk atau mencium pasangan juga dapat melepaskan oksitosin yang membuatmu merasa lebih tenang di tengah pandemi.

Ilustrasi pasangan bertengkar [shutterstock]
Ilustrasi pasangan bertengkar [shutterstock]

Namun, hal sebaliknya juga bisa terjadi jika kamu memiliki hubungan yang buruk dengan pasangan.

"Jika kamu terjebak dalam hubungan yang salah, itu sangat membuat stres. Stres yang kronis dapat menurunkan sistem dopamine dan membuatmu merasa depresi, malas, serta mudah marah," jelas Fisher.

Selain itu, rasa bosan adalah hal yang wajar. Namun, agar sistem dopamine dalam tubuhmu tidak terganggu, pasangan pun disarankan untuk mencari hal baru dan melakukannya bersama.

Tak hanya itu, sisihkan pula waktu untuk sendiri untukmu dan untuk pasanganmu. Hal ini diperlukan agar hubungan yang ada tetap sehat.

"Bencana membuatmu melangkah lebih maju dalam hidup. Itu artinya, karantina bisa membuatmu lebih dekat dengannya, atau malah semakin menjauh," tutup Fisher.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS