Habiskan Waktu Karantina dengan Pasangan, Ternyata Ini Dampaknya ke Otak

Kamis, 14 Mei 2020 | 19:30 WIB
Habiskan Waktu Karantina dengan Pasangan, Ternyata Ini Dampaknya ke Otak
Ilustrasi (Pixabay/juanerasmus85)

Suara.com - Berbagai macam kisah tentang karantina bersama pasangan kini sudah akrab kita dengar. Tidak hanya itu, ada pula sederet tips agar karantina dengan pasangan dapat berjalan lancar.

Di satu sisi, karantina bersama pasangan memang berarti quality time yang lebih banyak. Namun, di sisi lain, kamu juga bisa merasa kesal dengannya.

Nah, dari segi ilmiah, ternyata karantina bersama pasangan bisa punya dampak langsung pada otakmu.

Melansir laman Elite Daily, seorang ilmuwan di bidang perilaku manusia telah membeberkan apa dampak hubungan romantis dan kehadiran pasangan selama karantina.

"Kita (manusia) tidak dibuat untuk menghabiskan waktu 24/7 dengan orang lain," ungkap Dr. Helen Fisher kepada laman Elite Daily.

Menurutnya, menghabiskan sepanjang hari untuk bekerja, makan, tidur, bersantai, olahraga, dan sederet aktivitas lainnya hanya bersama pasangan adalah hal yang tidak alami.

Ilustrasi pasangan kekasih. (Unsplash/Jonathan Borba)
Ilustrasi pasangan kekasih. (Unsplash/Jonathan Borba)

"Waktu ekstra bersama pasangan dapat meningkatkan kesehatan atau malah memperburuknya, tergantung interaksi," tambah psikolog klinis, Joshua Klapow.

Bagi kamu yang memiliki hubungan bahagia dan pasangan pengertian, waktu karantina ini bisa menaikkan tingkat dopamine di dalam otakmu.

Sekadar informasi, hormon ini bekerja dalam membuatmu merasa optimis, berenergi, termotivasi, dan juga meningkatkan imun.

Baca Juga: Cerai dari Pasangan, 4 Seleb Putuskan Pindah Agama

Selain itu, sentuhan seperti memeluk atau mencium pasangan juga dapat melepaskan oksitosin yang membuatmu merasa lebih tenang di tengah pandemi.

Ilustrasi pasangan bertengkar [shutterstock]
Ilustrasi pasangan bertengkar [shutterstock]

Namun, hal sebaliknya juga bisa terjadi jika kamu memiliki hubungan yang buruk dengan pasangan.

"Jika kamu terjebak dalam hubungan yang salah, itu sangat membuat stres. Stres yang kronis dapat menurunkan sistem dopamine dan membuatmu merasa depresi, malas, serta mudah marah," jelas Fisher.

Selain itu, rasa bosan adalah hal yang wajar. Namun, agar sistem dopamine dalam tubuhmu tidak terganggu, pasangan pun disarankan untuk mencari hal baru dan melakukannya bersama.

Tak hanya itu, sisihkan pula waktu untuk sendiri untukmu dan untuk pasanganmu. Hal ini diperlukan agar hubungan yang ada tetap sehat.

"Bencana membuatmu melangkah lebih maju dalam hidup. Itu artinya, karantina bisa membuatmu lebih dekat dengannya, atau malah semakin menjauh," tutup Fisher.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI