alexametrics

Soal George Floyd: Meghan Markle Sedih Banyak Anak Tumbuh Dalam Rasisme

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati
Soal George Floyd: Meghan Markle Sedih Banyak Anak Tumbuh Dalam Rasisme
Ilustrasi: Soal George Floyd: Meghan Markle Sedih Banyak Anak Tumbuh Dalam Rasisme. (Shutterstock)

Meghan Markle akhirnya angkat suara mengenai peristiwa kematian George Floyd di Amerika.

Suara.com - Meghan Markle akhirnya angkat suara mengenai peristiwa kematian George Floyd di Amerika.

Dia menyesalkan anak-anak harus tumbuh dalam kondisi rasisme masih ada dan bahwa peristiwa di Amerika Serikat saat ini telah enghancurkan.

"Saya tahu, Anda tahu bahwa kehidupan (orang) hitam itu penting," kata Meghan dalam video yang direkamnya untuk siswa yang lulus dari sekolah lamanya di Los Angeles, Immaculate Heart High school, yang ditayangkan pada Rabu (3/6/2020).

Aksi sosial Meghan Markle. (Instagram/@sussexroyal)
Ilustrasi: Soal George Floyd: Meghan Markle Sedih Banyak Anak Tumbuh Dalam Rasisme(Instagram/@sussexroyal)

Kematian Floyd telah menjadi titik api kemarahan yang berkepanjangan atas perbuatan polisi terhadap orang Afrika-Amerika dan menimbulkan protes nasional.

Baca Juga: Komen Ngawur Soal George Floyd, Miss Universe Malaysia Minta Maaf

"Selama beberapa minggu terakhir saya telah berencana untuk mengatakan beberapa kata kepada Anda, untuk kelulusan Anda. Dan seperti yang kita semua lihat selama seminggu terakhir apa yang terjadi di negara kita, dan di negara bagian kita dan di kota asal kami, LA benar-benar menghancurkan," kata Meghan yang ibunya adalah orang Afrika-Amerika sedangkan ayahnya berkulit putih.

Meghan pun menyampaikan permohon maaf kepada para siswa karena mereka harus tumbuh dalam situasi Amerika seperti hari ini.

"Saya minta maaf, saya sangat menyesal Anda harus tumbuh di dunia di mana ini masih ada," katanya dalam pesannya kepada para gadis.

Istri Pangeran Harry itu mengatakan, dia ingin mengatakan hal yang benar tetapi gugup dalam memilih kata-katanya.

"Satu-satunya hal yang salah untuk dikatakan adalah tidak mengatakan apa-apa," katanya.

Baca Juga: George Floyd Lebih Populer di Google Ketimbang Virus Corona dan Trump

Dalam pesannya, Meghan sempat menyinggung ingatannya sendiri tentang kerusuhan di LA pada 1992. Di mana ketika itu Meghan masih berusia remaja.

Komentar