Cincin Berlian Identik dengan Pertunangan, Ternyata Ada Sejarah Uniknya

Rima Sekarani Imamun Nissa, Amertiya Saraswati

Sabtu, 13 Juni 2020 | 07:40 WIB
Cincin Berlian Identik dengan Pertunangan, Ternyata Ada Sejarah Uniknya
Ilustrasi Cincin Tunangan Berlian (Pixabay/BarbaraJackson)

Suara.com - Cincin merupakan salah satu tanda cinta yang dapat diberikan kepada pasangan. Tak hanya itu, cincin juga dapat menjadi simbol ikatan bagi pasangan yang melangsungkan pertunangan atau pernikahan.

Salah satu jenis cincin yang lekat dengan peristiwa pertunangan adalah cincin berlian. Biasanya, cincin berlian akan diberikan oleh seorang lelaki saat melamar kekasihnya.

Meski ukuran dan harga cincin tunangan sama sekali tidak ada hubungannya dengan keseriusan untuk menikah, ternyata ada sejarah tersendiri di balik penggunaan cincin berlian saat pertunangan.

Melansir laman Your Tango, sejarah cincin tunangan dari berlian tersebut dapat dibagi menjadi empat kisah berikut.

Ilustrasi cincin berlian. (Pixabay/Engin_Akyurt)
Ilustrasi cincin berlian. (Pixabay/Engin_Akyurt)

Cincin tunangan berlian pertama diberikan kepada Mary of Burgundy pada tahun 1477

Di tahun 1477 silam, Archduke Maximilian dari Austria menjadi pria pertama yang memberikan cincin tunangan dengan berlian untuk Mary of Burgundy.

Sebenarnya, Maximillian adalah pria miskin. Namun, dalam perjalanannya menemui Mary of Burgundy, dia mendapatkan hadiah emas dan perak dari warga.

Dari sinilah, Maximillian bisa membeli cincin emas dengan berlian berbentuk huruf M. Cincin tersebut kini disimpan di Museum of Profane Treasury di Wina.

Pada awal abad 19, cincin berlian kemudian mulai populer di Amerika Serikat.

baca juga

Setelah krisis ekonomi di tahun 1930-an, sebuah perusahaan berlian bernama De Beers pun mempopulerkan frasa "berlian adalah selamanya". Inilah yang mendorong munculnya tren cincin tunangan berlian.

Ilustrasi cincin berlian. (Pexels/Leah Kelley)
Ilustrasi cincin berlian. (Pexels/Leah Kelley)

Cincin berlian yang dicuri dan ditelan

Meski populer, cincin berlian bukanlah benda yang murah. Akibatnya, seorang pria bernama Simon Hooper pun terpaksa mencuri cincin berlian untuk melamar kekasihnya.

Cincin curian ini ditelan Hooper untuk disembunyikan. Namun, Hooper lantas ditangkap polisi.

Hooper dipenjara selama 12 minggu lamanya. Demi mengembalikan cincin tersebut, polisi pun harus menunggu sampai Hooper buang air besar.

Cincin berlian terbukti tahan banting

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cincin Pernikahan KW Meghan Markle Dijual Rp 500 Ribu, Bagaimana Wujudnya?

Cincin Pernikahan KW Meghan Markle Dijual Rp 500 Ribu, Bagaimana Wujudnya?

Lifestyle | Rabu, 03 Juni 2020 | 15:38 WIB

Keren, Cincin Pintar Ini Bisa Deteksi Dini Gejala Virus Corona

Keren, Cincin Pintar Ini Bisa Deteksi Dini Gejala Virus Corona

Tekno | Rabu, 25 Maret 2020 | 08:00 WIB

Warnanya Biru Laut, Mata Cincin Pertunangan Ini Malah Memicu Komentar Jorok

Warnanya Biru Laut, Mata Cincin Pertunangan Ini Malah Memicu Komentar Jorok

Lifestyle | Senin, 16 Maret 2020 | 11:22 WIB

Terkini

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

Bandara Husein Kembali Beroperasi, Pedagang Pasar Baru Bandung Harap Wisatawan Meningkat

Bandara Husein Kembali Beroperasi, Pedagang Pasar Baru Bandung Harap Wisatawan Meningkat

Jabar | Senin, 21 September 2026 | 22:37 WIB

Bawaslu Kabupaten Bogor Buka Suara Soal Tagar 'Percuma Lapor Bawaslu', Jadikan Introspeksi Diri

Bawaslu Kabupaten Bogor Buka Suara Soal Tagar 'Percuma Lapor Bawaslu', Jadikan Introspeksi Diri

Jabar | Senin, 21 September 2026 | 22:30 WIB

Klasemen Indonesia di Asian Games 2026 Malam Ini: Tim Merah Putih di Atas Malaysia

Klasemen Indonesia di Asian Games 2026 Malam Ini: Tim Merah Putih di Atas Malaysia

Sport | Senin, 21 September 2026 | 22:26 WIB

Kapolri Buka Jalan Polwan Jadi Pemimpin Tertinggi, Boni Hargens: Terobosan Paradigmatik

Kapolri Buka Jalan Polwan Jadi Pemimpin Tertinggi, Boni Hargens: Terobosan Paradigmatik

News | Senin, 21 September 2026 | 22:25 WIB

Selain Gratiskan Biaya Sekolah Sampai Kuliah, Prabowo Mau Naikan Gaji Guru

Selain Gratiskan Biaya Sekolah Sampai Kuliah, Prabowo Mau Naikan Gaji Guru

News | Senin, 21 September 2026 | 22:23 WIB

KPK Sita Dokumen dan Barang Bukti Elektronik dari Kantor Summarecon di Bogor

KPK Sita Dokumen dan Barang Bukti Elektronik dari Kantor Summarecon di Bogor

Jabar | Senin, 21 September 2026 | 22:22 WIB

Pakar Ingatkan BGN: Sertifikat Higiene Tak Cukup Cegah Keracunan MBG

Pakar Ingatkan BGN: Sertifikat Higiene Tak Cukup Cegah Keracunan MBG

News | Senin, 21 September 2026 | 22:20 WIB

KPK Sita Dokumen dan Bukti Elektronik dari Kantor Summarecon Agung di Kabupaten Bogor

KPK Sita Dokumen dan Bukti Elektronik dari Kantor Summarecon Agung di Kabupaten Bogor

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:19 WIB

Dua Jenderal TNI Dilaporkan ke Puspom Terkait Dugaan Penyerobotan Lahan di Menteng

Dua Jenderal TNI Dilaporkan ke Puspom Terkait Dugaan Penyerobotan Lahan di Menteng

News | Senin, 21 September 2026 | 22:17 WIB

×