Embun Es Kembali Menyapa Dieng, Apa Bedanya dengan Salju di Eropa?

Silfa Humairah Utami

Sabtu, 13 Juni 2020 | 12:33 WIB
Embun Es Kembali Menyapa Dieng, Apa Bedanya dengan Salju di Eropa?
Es Embun di Dieng. (Instagram/@diengfuntrip)

Suara.com - Embun es kembali menyapa dataran tinggi Dieng. Embun es muncul di komplek Candi Arjuna.

Hari ini juga, suhu Dieng mencapai 11 derajar celcius. Setelah musim hujan, wilayah dieng khususnya pada pagi dan malam hari, suhu bisa mencapai kurang dari 15 derajat celcius sepanjang bulan Juni-Juli. Hal itu membuat munculnya fenomena frost atau embun beku yang bentuknya mirip sekali dengan salju di Eropa.

Tentu saja ini membuat banyak wisatawan yang ingin mencoba mengabadikan langsung momen langka ini. Kemunculan embun es setiap tahunnya ini biasanya tingkat kunjungan dan penginapan-penginapan yang dikelola warga Dieng pasti penuh.

Tahun-tahun sebelumnya Dieng pasti diramaikan wisatawan yang ingin mendokumentasikan embun es yang serasa main salju di Eropa. Kini, tentu serasa berbeda karena traveler harus tahan rencana dulu untuk main di dieng di musim es embun yang mirip salju ini.

Meski bentuknya mirip salju, namun frost atau embun es ini memiliki perbedaan dengan salju di Eropa. Beda es dengan salju terletak pada bagaimana proses air membeku menjadi bentuk padat.

Prosesnya sangat berbeda dari salju yang biasa turun di negara dengan empat musim. Salju terbentuk akibat reaksi pendinginan antara uap air yang terbawa angin dingin pada musim dingin. Maka dari itu, uap air yang ada di ketinggian atmosfer itu membeku karena hembusan angin dingin lalu jatuh ke permukaan Bumi sebagai salju.

Jika biasanya bulan Juni-Juli jadi panen wisatawan untuk menikmati salju langka ini, tapi karena pandemi beberapa kegiatan paket wisata Dieng belum aktif. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Imbas Kelangkaan dan Tingginya Harga Gula, Industri Carica Dieng Lumpuh

Imbas Kelangkaan dan Tingginya Harga Gula, Industri Carica Dieng Lumpuh

Jawa Tengah | Kamis, 19 Maret 2020 | 21:21 WIB

Mengenal Candi Kunti, Peninggalan Tersembunyi di Lereng Pangonan Dieng

Mengenal Candi Kunti, Peninggalan Tersembunyi di Lereng Pangonan Dieng

Jawa Tengah | Rabu, 26 Februari 2020 | 17:58 WIB

Gempa Tektonik Guncang Dieng, Aktivitas Vulkanik Normal

Gempa Tektonik Guncang Dieng, Aktivitas Vulkanik Normal

Jawa Tengah | Senin, 20 Januari 2020 | 17:38 WIB

Terkini

Pit Stop Tahap II 2026 Rampung, Kilang Plaju Perkuat Keandalan dan Ekonomi Lokal

Pit Stop Tahap II 2026 Rampung, Kilang Plaju Perkuat Keandalan dan Ekonomi Lokal

Sumsel | Selasa, 15 September 2026 | 20:42 WIB

Mekanisme Reshuffle Kabinet: Hak Prerogatif atau Batas Konstitusi?

Mekanisme Reshuffle Kabinet: Hak Prerogatif atau Batas Konstitusi?

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 20:40 WIB

Cara Gampang Dapat Saldo Gratis Rp50.000 dari BRI, Langsung Bulan Ini

Cara Gampang Dapat Saldo Gratis Rp50.000 dari BRI, Langsung Bulan Ini

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 20:39 WIB

Pemerintah Tetapkan Libur Nasional 2027 18 hari, Cuti Bersama 8 Hari

Pemerintah Tetapkan Libur Nasional 2027 18 hari, Cuti Bersama 8 Hari

Video | Selasa, 15 September 2026 | 20:35 WIB

MBG Tetap Jalan Meski Sekolah di Kaltim Diliburkan karena Asap Karhutla

MBG Tetap Jalan Meski Sekolah di Kaltim Diliburkan karena Asap Karhutla

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:22 WIB

Hari Kedelapan Pencarian KM Arupadhatu 1: Tim SAR Sisir 500 Meter dari Krakatau, Hasil Masih Nihil

Hari Kedelapan Pencarian KM Arupadhatu 1: Tim SAR Sisir 500 Meter dari Krakatau, Hasil Masih Nihil

Banten | Selasa, 15 September 2026 | 20:19 WIB

Sebut Rentan Dikriminalisasi, PERKAPI Minta DPR Prioritaskan RUU Profesi Kurator

Sebut Rentan Dikriminalisasi, PERKAPI Minta DPR Prioritaskan RUU Profesi Kurator

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:19 WIB

Pramono Dukung Konser Kanye West di Jakarta: Gerakkan Roda Ekonomi dan Wisata

Pramono Dukung Konser Kanye West di Jakarta: Gerakkan Roda Ekonomi dan Wisata

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:15 WIB

4 Isu Sosial dalam Novel Klasik Pride and Prejudice,Tak Hanya Kisah Cinta!

4 Isu Sosial dalam Novel Klasik Pride and Prejudice,Tak Hanya Kisah Cinta!

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 20:15 WIB

'Kalau Ganggu Kesehatan Harus Dilarang', Sinyal Tegas Mendagri Tertibkan Sound Horeg

'Kalau Ganggu Kesehatan Harus Dilarang', Sinyal Tegas Mendagri Tertibkan Sound Horeg

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:11 WIB

×