Miris, Banyak Anak Remaja Kirim Pesan Seksual Selama Pandemi

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 26 Juni 2020 | 13:10 WIB
Miris,  Banyak Anak Remaja Kirim Pesan Seksual Selama Pandemi
Ilustrasi anak kirim pesan berbau seksual. (Shutterstock)

Suara.com - Pandemi Covid-19 ternyata membuat para gadis remaja, bahkan mereka yang baru berusia 6 tahun mengirimkan pesan teks seksual.

Hal ini sebagaimana diungkap penelitian yang dilakukan SafeToNet, sebuah perusahaan keamanan siber Inggris. Dalam penelitiannya, mereka menemukan pesan teks berbau seksual atau sexts yang ditulis anak Inggris meningkat sebanyak 183 persen dibanding sebelum pandemi.

Bahkan lonjakan ini terjadi sebanyak 55 persen dikirim selama jam belajar sekolah Inggris.

Ilustrasi bermain gadget. (pixabay/StockSnap)
Ilustrasi anak remaja kirim pesan berbau seksual. (pixabay/StockSnap)

Untuk mendeteksi ini perusahaan menggunakan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan yang digunakan untuk melindungi anak dari cyberbullying dan sextortion, seperti diwartakan Independent, Jumat (26/6/2020).

Diperiksa dari 70 juta pesan yang berisiko berbahaya yang dikirim oleh anak-anak menggunakan aplikasi pengamanan mereka.

Para gadis remaja ini ditemukan mengirim sebagian besar pesan-pesan bermasalah yang bersifat sangat seksual.

Para peneliti kemudian menemukan anak perempuan berusia 11 tahun dan anak laki-laki 13 tahun yang mengirim pesan dengan jumlah terbanyak, berdasarkan jenis kelamin. Pesan-pesan ini berhasil diidentifikasi sebagai cyberbullying.

Kepala Eksekutif sekaligus Pendiri SafeToNet, Richard Pursey mengumpamakan anak-anak seolah sedang bunuh diri setiap hari dengan aktivitas online mereka.

"Ini terjadi hampir setiap hari di seluruh dunia, dan saya tahu itu terjadi. Saya tidak mengenal anak-anak ini, tapi beberapa anak akan bunuh diri. Itu karena hal-hal seperti bullying dan sexting, itu hanya karena anak-anak yang jahat pada anak-anak lain," Richard.

baca juga

Ia sangat tahu hal ini, karena bisa dilihat semuanya melalui platform mereka. Jumlah pesannya sangat signifikan dan berbahaya sehingga difilter.

Richard juga bercerita bahwa ia melihat video yang berisi seorang gadis 11 tahun bunuh diri, dan seorang laki-laki mematik pistol otomatis di kepalanya. Video-video ini sampai ke ponsel anak-anak Inggris.

"Aku terluka karena itu. Sekarang Anda bayangkan seorang anak lelaki berusia 9 tahun dikirimi sebuah tautan yang oleh anak lain disebut sebagai lelucon. Itu tidak lucu, ini adalah cara yang digunakan mereka agar melihat laki-laki yang dipenggal kepalanya," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Posting Foto Hasil Editan FaceApp, Seorang Pria Alami Pelecehan Seksual

Posting Foto Hasil Editan FaceApp, Seorang Pria Alami Pelecehan Seksual

News | Kamis, 25 Juni 2020 | 14:52 WIB

Alami Pelecehan Seksual hingga Penipuan, Mia Khalifa Merasa Jadi Budak

Alami Pelecehan Seksual hingga Penipuan, Mia Khalifa Merasa Jadi Budak

Entertainment | Kamis, 25 Juni 2020 | 09:02 WIB

Tak Cuma Bikin Pasangan Puas, Ini 4 Manfaat Sunat Bagi Hubungan Seksual

Tak Cuma Bikin Pasangan Puas, Ini 4 Manfaat Sunat Bagi Hubungan Seksual

Health | Selasa, 23 Juni 2020 | 22:25 WIB

Terkini

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:03 WIB

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Bogor | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Jakarta | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:36 WIB

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Bali | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:09 WIB

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:59 WIB

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

×