Cara Omah Kecebong Yogyakarta Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Sabtu, 27 Juni 2020 | 09:10 WIB
Cara Omah Kecebong Yogyakarta Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19
Omah Kecebong. (Instagram/@omahkecebong)

Suara.com - Sektor pariwisata merupakan salah satu yang paling terdampak pandemi Covid-19. Termasuk di antaranya Omah Kecebong Yogyakarta, rumah budaya yang digagas sejak 5 tahun lalu ini, secara signifikan mengalami penurunan jumlah pengunjung.

Di Omah Kecebong, pengunjung bisa menikmati berbagai permainan tradisional serta kehidupan khas pedesaan. Rumah budaya ini dilengkapi dengan guest house, restoran tradisional, serta kebun hortikultura.

Hasan Prayogo, penggagas Omah Kecebong, bercerita selama 3 bulan kemarin, Omah Kecebong tidak menerima pengunjung karena pandemi Covid-19. Namun ia bersyukur bahwa Omah Kecebong berhasil bertahan melewati pandemi berkat adanya satu unit usaha restoran yang masih melayani pemesanan makanan ke kantor-kantor.

"Menutupi kemarin tutup tidak menerima kunjungan tamu. Kami kebetulan memiliki resto, cukup menghidupi kita melayani untuk pemesanan antar. Ada beberapa yang kantor masih buka membutuhkan makan siang, kami antar dengan pelayanan yang sama," ujar Hasan dalam acara Webinar, Jumat (26/6/2020).

Hasan mengatakan bahwa kini Omah Kecebong sudah kembali dibuka sejak 14 Juni 2020 lalu. Selain menerapkan protokol kesehatan, tempat ini juga menyediakan paket wisata khusus untuk keluarga untuk menikmati wisata budaya.

"Melibatkan masyarakat yang buat kenyamanan bagi yang datang ke sini, di mana satu gerobak 4 orang sudah kita siapkan dengan SOP yang memadai," terangnya.

Untuk paket wedding, tentu saja kali ini tidak bisa dilakukan dengan banyak orang. Omah Kecebong pun menawarkan paket wedding terbatas, yaitu hanya beberapa orang yang bisa mendatangi perayaan wedding di lokasi.

Mematuhi pemerintah yang memberikan arahan hanya 50 persen dari kapasitas pengunjung, kini Omah Kecebong membatasi hanya menerima sebanyak 1000 orang per hari, untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Itu semua masih ditambah dengan dianjurkannya fasilitas pembayaran cashless, serta para karyawan dan petugas yang mengenakan masker, face shield, hingga sarung tangan saat melayani pengunjung.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

LIPUTAN KHAS:  Modal Nekat, Ramai-ramai Liburan di Tengah Pandemi Covid-19

LIPUTAN KHAS: Modal Nekat, Ramai-ramai Liburan di Tengah Pandemi Covid-19

Lifestyle | Senin, 22 Juni 2020 | 10:00 WIB

Ingin ke Tempat Wisata Saat Pandemi Covid-19? Perhatikan Hal Ini!

Ingin ke Tempat Wisata Saat Pandemi Covid-19? Perhatikan Hal Ini!

Lifestyle | Minggu, 21 Juni 2020 | 09:37 WIB

Komentar Warga saat Tempat Wisata Mulai Dibuka di Fase New Normal

Komentar Warga saat Tempat Wisata Mulai Dibuka di Fase New Normal

Video | Kamis, 18 Juni 2020 | 13:18 WIB

Terkini

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:18 WIB

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Sport | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:54 WIB

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:28 WIB

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

Riau | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×