alexametrics

Ide Unik Pasangan Italia, Bikin Replika Tas Mewah dari Bungkus Makanan

Rima Sekarani Imamun Nissa | Amertiya Saraswati
Ide Unik Pasangan Italia, Bikin Replika Tas Mewah dari Bungkus Makanan
Tas Mewah dari Bungkus Makanan (instagram.com/camera60studio)

Tas buatan mereka tidak kalah modis dengan merek terkenal seperti Dior dan Prada.

Suara.com - Industri fesyen tidak selamanya merusak dan mengotori lingkungan. Salah satu contohnya adalah kreasi tas mewah buatan pasangan desainer asal Italia ini.

Chiara Rivituso dan Metteo Bastiani adalah pasangan yang telah bekerja di bagian desain tas dan aksesoris selama beberapa tahun.

Namun, selain bekerja sama dengan aneka macam merek, keduanya juga punya ide untuk mengubah aneka macam pembungkus makanan menjadi tas 'mewah' seperti Prada dan Dior.

"Ini untuk mengomunikasikan visi kami yang ramah lingkungan," ungkap Chiara Rivituso, melansir Vogue.

Baca Juga: Rupanya, Ini Alasan Prilly Latuconsina Koleksi Tas Mahal

Dengan menggunakan bungkus makanan seperti kantong McDonald hingga kotak sereal, pasangan ini berhasil membuat tas daur ulang dengan tampilan mewah.

Salah satu contohnya adalah tas daur ulang yang dibuat mirip dengan keluaran Fendi tapi berbahan dasar kantong McDonalds.

Tas Mewah dari Bungkus Makanan (instagram.com/camera60studio)
Tas Mewah dari Bungkus Makanan (instagram.com/camera60studio)

Ada pula tas bergaya Dior Saddle yang dibuat dari kotak sereal Kellogg's. Logo sereal tersebut juga menggantikan logo Dior yang dibuat dari logam berbentuk huruf D.

Ide Chiara Rivituso dan Metteo Bastiani untuk membuat tas daur ulang ini muncul beberapa tahun lalu. Saat itu, keduanya sama-sama ingin menantang diri.

Awalnya, Rivituso dan Bastiani mencoba membuat tas Balenciaga Bazaar dari kantong belanja Tesco. Setelah itu, keduanya memutuskan berfokus pada aspek daur ulang.

Baca Juga: Manis, Coach Rilis Tas Sulam Bernuansa Vintage 1970an

"Tantangannya adalah mencampur dan mencocokkan barang dari kehidupan sehari-hari dengan dunia fashion dan mengeksplor kemungkinan yang ada," tambah Rivituso.

Komentar