alexametrics

Tak Selamanya Buruk, Ini 7 Alasan Kamu Boleh Jadi Pelaku Ghosting

Rima Sekarani Imamun Nissa | Amertiya Saraswati
Tak Selamanya Buruk, Ini 7 Alasan Kamu Boleh Jadi Pelaku Ghosting
Ilustrasi. (Shutterstock)

Jika dihadapkan dalam situasi macam ini, sah-sah saja bagimu untuk melakukan ghosting.

Suara.com - Istilah ghosting atau hilang tanpa kabar sudah tidak asing didengar. Selama ini, ghosting identik dengan citra yang buruk dan negatif.

Ghosting juga biasanya dihubungkan dengan hubungan asmara. Tidak heran, banyak yang sakit hati saat menjadi korban ghosting.

Padahal, ghosting juga bisa berlaku di dunia pertemanan. Selain itu, ghosting tidak selamanya buruk dilakukan.

Melansir laman Your Tango, ada beberapa situasi yang mengizinkanmu untuk menjadi pelaku ghosting dan memutus kontak lebih dulu.

Baca Juga: Pasanganmu Suka Mengungkit Masa Lalu? 5 Hal Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Jika hal-hal di bawah ini terjadi padamu, jangan takut dicap buruk meski kamu melakukan ghosting.

Ilustrasi pengguna aplikasi kencan online. [Shutterstock]
Ilustrasi pengguna aplikasi kencan online. [Shutterstock]

1. Kamu dan dia belum pernah bertemu di dunia nyata

Situasi pertama ini berlaku baik dalam hal kencan maupun pertemanan. Jika kamu hanya mengenalnya lewat dunia maya dan merasa ragu, kamu berhak memutuskan hubungan.

Itu sah-sah saja dilakukan, terlebih jika ada kemungkinan bahwa orang yang kamu temui di dunia maya tidak benar-benar peduli padamu.

2. Ada kejadian buruk di kencan pertama

Baca Juga: 7 Sebab Pria Mendadak Bosan dalam Hubungan Asmara, Cintanya Cuma Pura-Pura?

Kamu boleh memutuskan kontak jika kencan pertama kalian tidak berjalan lancar. Misalnya saja, orang yang kamu temui berlaku tidak sopan atau membuatmu sakit hati.

Komentar