Siasat Bisnis Fashion Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19, Ini Caranya

Bimo Aria Fundrika
Siasat Bisnis Fashion Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19, Ini Caranya
Ilustrasi fashion pria. (Dok: Instagram/manzoneofficial)

Selama masa pembatasan sosial, tidak sedikit bisnis fashion yang bangkrut dan gulung tikar.

Suara.com - Pandemi virus corona nyaris menghantam semua lini usaha, tidak terkecuali fashion. Selama masa pembatasan sosial, tidak sedikit bisnis fashion yang bangkrut dan gulung tikar.

Sementara, yang lainnya terus bersiasat agar bisa bertahan melewati pandemi virus corona. Meski sebagian mal kini telah dibuka, namun penjualan barang-barang fashion masih belum bisa kembali seperti semula.

Hal ini dirasakan oleh PT Mega Perintis yang merupakan perusahaan ritel brand fashion ternama seperti Manzone, Minimal dan MOC.

FX Afat Adinata, CEO PT Mega Perintis (Dok:Manzone)
FX Afat Adinata, CEO PT Mega Perintis (Dok:Manzone)

"Meski hampir sebagian besar toko kami yang ada di mall sudah buka lagi, namun kondisinya memang belum seramai dulu. Berbagai promosi kami berikan kepada para konsumen loyal," kata CEO PT Mega Perintis Tbk, FX Afat Adinata Nursalim dalam keterangan tertulisnya, Senin, (10/8/2020).

Kondisi serupa juga terjadi pada penjualan fashion secara online. Afat mengatakan, penjualan fashion secara online angkanya tak terlalu besar. Ini lantaran dayabeli masyarakat terhadap produk fashion juga menurun selama pandemi.

"Beda dengan produk makanan, meski daya beli turun, orang tetap butuh makanan," ujarnya.

Untuk itu, ia terus bersiasat mencari cara agar bisa tetap bertahan di tengah pandemi virus corona. Salah satunya ialah dengan menggaet para pelangga setia dengan digitalisasi kartu anggota (membership) bernama Zone Member Digital.

Dengan promosi yang ditawarkan mulai dari promo eksklusif, point rewards, birthday treats, exclusive events, digital receipts hingga home delivery service diharapkan dapat meningkatkan keinginan masyarakat untuk kembali berbelanja.

"Melalui Zone Member, pelanggan dapat kemudahan dalam berbelanja dan akses atas segala informasi dan promo dari brand-brand kesayangan. Teknologi berbasis insight dari data customer, memudahkan kami untuk berinteraksi dengan konsumen," ujarnya.

Afat berharap, langkah itu menjadi salah satu strategi marketing yang bisa meningkatkan kepuasan customer. Hal itu bisa dilihat dari perubahan status customer dari reguler menjadi loyal, lalu meningkat menjadi brand advocate yang aktif dalam mempromosikan Manzone, Minimal dan MOC.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS