Pandemi Covid-19 Bikin Ketimpangan Perempuan di Dunia Kerja Makin Lebar

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Sabtu, 29 Agustus 2020 | 05:25 WIB
Pandemi Covid-19 Bikin Ketimpangan Perempuan di Dunia Kerja Makin Lebar
Ilustrasi: Bekerja dari rumah. (Shutterstock)

Suara.com - Pandemi virus corona atau Covid-19 makin memperdalam ketimpangan posisi perempuan di dunia kerja. Executive Director, Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE), Maya Juwita mengungkapkan ketimpangan posisi perempuan di dunia kerja ini perlu menjadi perhatian serius.

Terlebih dengan adanya pandemi Covid-19 yang memberi pengaruh signifikan pada perempuan. Ia menyebut, perempuan yang notabene banyak bekerja paruh waktu atau sektor jasa yang banyak terdampak Covid-19 tak sedikit yang kemudian lebih mudah kehilangan pekerjaan.

"Aspek Covid-19 lebih memperparah. Sektor yang didominisi perempuan seperti pada retail, pariwisata," ujar Maya dalam webinar daring Katadata bertajuk Economic Sustainability Pathway: Indonesian Women in the Workforce, Jumat (28/8/2020).

Dampak pandemi bagi perempuan, menurutnya juga diperparah dengan ketidakadilan beban domestik yang mesti ditanggung perempuan di ranah keluarga. Belum lagi, potensi masalah kekerasan yang mayoritas banyak dialami perempuan.

Webinar daring Katadata bertajuk Economic Sustainability Pathway: Indonesian Women in the Workforce, Jumat (28/8/2020). (Dok: Istimewa)
Webinar daring Katadata bertajuk Economic Sustainability Pathway: Indonesian Women in the Workforce, Jumat (28/8/2020). (Dok: Istimewa)

Meski demikian, survei yang dilakukan oleh IBCWE berkolaborasi dengan Investing in Women menunjukkan, adanya potensi untuk mendorong cara bekerja perempuan yang lebih fleksibel serta ekosistem mendukung agar perempuan bisa bertahan di dunia kerja. Misalnya saja, terkait work from home (WFH) hingga cuti orang tua.

"Bekerja dari rumah bisa jadi produktif. Sangat menarik tentang flexible work arrangment," tegasnya.

Executive Vice President Gajah Tunggal Group Catharina Widjaja mengamini hal itu. Ia menekan perempuan perlu didorong keberlanjutannya bukan hanya dalam konsep keterwakilan tetapi dan hak setara untuk berkembang dan ekosistem yang memadai.

"Kami melihat waktu kami menerima karyawan tidak membedakan harus perempuan atau laki-laki," kata dia.

Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) membeberkan partisipasi angkatan kerja pada kelompok kerja perempuan per Februari 2020 mengalami penurunan dari 55,6 persen menjadi 54,6 persen. Sedangkan, pada kelompok laki-laki masih jauh lebih tinggi dengan kenaikan dari sekitar 82 persen menjadi di level 83 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bleaching di Rumah Biar Hemat, Perempuan Ini Kaget Rambutnya Berasap

Bleaching di Rumah Biar Hemat, Perempuan Ini Kaget Rambutnya Berasap

Lifestyle | Jum'at, 28 Agustus 2020 | 19:00 WIB

Perempuan Mesti Tahu, Ini Empat Cara Alami Redakan Saat Kram Menstruasi

Perempuan Mesti Tahu, Ini Empat Cara Alami Redakan Saat Kram Menstruasi

Health | Jum'at, 28 Agustus 2020 | 20:50 WIB

Gegara Tersandung, Perempuan Ini Temukan Fosil Dinosaurus di Pantai

Gegara Tersandung, Perempuan Ini Temukan Fosil Dinosaurus di Pantai

News | Kamis, 27 Agustus 2020 | 11:50 WIB

Terkini

Sabun Cuci Muka Bagus pH Berapa? Ini 5 Rekomendasi agar Kulit Aman

Sabun Cuci Muka Bagus pH Berapa? Ini 5 Rekomendasi agar Kulit Aman

Lifestyle | Kamis, 23 April 2026 | 09:15 WIB

6 Sepeda dengan Boncengan Belakang Bawaan, Kuat Buat Anak dan Orang Dewasa

6 Sepeda dengan Boncengan Belakang Bawaan, Kuat Buat Anak dan Orang Dewasa

Lifestyle | Kamis, 23 April 2026 | 08:02 WIB

5 Parfum Lokal yang Wanginya Tercium dari Jarak Jauh, Aroma Elegan dan Tahan Lama

5 Parfum Lokal yang Wanginya Tercium dari Jarak Jauh, Aroma Elegan dan Tahan Lama

Lifestyle | Kamis, 23 April 2026 | 07:25 WIB

6 Parfum Aroma Melon Paling Wangi, Sensasi Segar dan Manis Seperti Buah Asli

6 Parfum Aroma Melon Paling Wangi, Sensasi Segar dan Manis Seperti Buah Asli

Lifestyle | Kamis, 23 April 2026 | 07:23 WIB

Sosok di Balik Akun Anaknya Mas Joko, Konten Tutorial Sederhananya Panen Pujian

Sosok di Balik Akun Anaknya Mas Joko, Konten Tutorial Sederhananya Panen Pujian

Lifestyle | Kamis, 23 April 2026 | 07:17 WIB

5 Sabun Mandi Batangan untuk Mencerahkan Kulit Tubuh yang Belang

5 Sabun Mandi Batangan untuk Mencerahkan Kulit Tubuh yang Belang

Lifestyle | Kamis, 23 April 2026 | 06:45 WIB

Cara Cek Bansos April 2026 Online Pakai NIK KTP, Praktis Bisa Lewat HP

Cara Cek Bansos April 2026 Online Pakai NIK KTP, Praktis Bisa Lewat HP

Lifestyle | Kamis, 23 April 2026 | 06:43 WIB

Foundation Apa yang Tahan Lama? Ini 7 Pilihan Biar Makeup Awet hingga 24 Jam

Foundation Apa yang Tahan Lama? Ini 7 Pilihan Biar Makeup Awet hingga 24 Jam

Lifestyle | Kamis, 23 April 2026 | 06:35 WIB

Hari Bumi 2026: Gaya Hidup Ramah Lingkungan Lagi Ngetren, Bukan Sekadar Tanam Pohon

Hari Bumi 2026: Gaya Hidup Ramah Lingkungan Lagi Ngetren, Bukan Sekadar Tanam Pohon

Lifestyle | Kamis, 23 April 2026 | 06:20 WIB

5 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama dan Waterproof yang Murah

5 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama dan Waterproof yang Murah

Lifestyle | Rabu, 22 April 2026 | 20:45 WIB