Gagal Untung, Curhat Wanita yang Malah Ditipu Sugar Daddy saat Lockdown

Rima Sekarani Imamun Nissa, Amertiya Saraswati

Selasa, 08 September 2020 | 11:21 WIB
Gagal Untung, Curhat Wanita yang Malah Ditipu Sugar Daddy saat Lockdown
Ilustrasi perempuan ditipu. [shutterstock]

Suara.com - Tidak sedikit orang-orang yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi Covid-19. Demi memenuhi kebutuhan finansial, beberapa orang pun mencoba peruntungan dengan mencari sugar daddy.

Istilah sugar daddy biasanya merujuk pada pria mapan dan lebih tua yang memberikan uang, hadiah, dan benda-benda mahal lainnya kepada wanita lebih muda.

Karena pandemi Covid-19, beberapa wanita muda pun mencoba untuk mencari sugar daddy lewat laman web seperti Seeking Arrangements. Melansir Daily Star, ada 74% kenaikan dalam pengguna web tersebut.

Sayangnya, kenaikan ini juga diikuti dengan sejumlah penipuan. Beberapa sugar baby pun mendapati diri mereka buntung alih-alih untung.

Salah satunya adalah wanita 28 tahun asal Massachusetts bernama Elizabeth Mirah. Wanita ini hampir kehilangan pekerjaannya sebagai manajer kafetaria karena pandemi.

Putus asa, Mirah pun mencoba untuk mencari sugar daddy lewat laman media sosial FetLife. Namun, Mirah berakhir ditipu.

Ilustrasi perempuan sedang jinjit di hadapan lelaki (Shutterstock).
Sugar baby dan sugar daddy (Shutterstock).

"Kami bercakap-cakap berulang kali dan dia terlihat seperti seseorang yang tulus," ungkap Mirah pada Business Insider.

Seperti sugar daddy lainnya, pria ini meminta nomor rekening dan detail bank Mirah. Tidak lama kemudian, Mirah dikirimi dua cek sebesar USD 1.500 atau Rp 22,1 juta per cek.

Namun, si sugar daddy lantas meminta Mirah untuk balik mengirimkan uang USD 500 (Rp 7,3 juta). Dia mengaku butuh uang untuk keponakannya.

baca juga

Merasa berutang budi, Mirah pun mengirimkan dua kali lipat dari jumlah tersebut. Namun, tiga hari kemudian Mirah mendapati bahwa dirinya telah ditipu.

Tidak hanya diminta mengirim uang, cek yang dikirimkan oleh si sugar daddy ternyata juga tidak bisa dicairkan.

Mirah pun mencoba melakukan komplain ke situs FetLife. Namun, besar kemungkinan Mirah tidak akan mendapatkan uangnya kembali.

Ilustrasi uang (unsplash.com)
Ilustrasi uang (unsplash.com)

Mirah bukan satu-satunya wanita yang tertipu sugar daddy di masa pandemi. Sejak lockdown berlangsung, banyak orang berpura-pura menjadi sugar daddy dan meminta dikirimkan uang lebih dulu sebagai bukti loyalitas.

"Sugar daddy ada di posisi yang memiliki kekuasaan," ungkap seorang sugar baby bernama Josh.

"Jadi, jika sugar daddy mempertanyakan dirimu dan loyalitasmu dan apa yang bisa kau lakukan untuk mereka, kemungkinan besar mereka ingin mengambil keuntungan darimu," tambahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

TKW Hampir Ditipu TNI Gadungan, Warganet Ngakak Lihat Fotonya

TKW Hampir Ditipu TNI Gadungan, Warganet Ngakak Lihat Fotonya

Jogja | Kamis, 27 Agustus 2020 | 13:05 WIB

Kisah Pasangan Beda 27 Tahun, Dicegat Polisi karena Dikira Menculik Bocah

Kisah Pasangan Beda 27 Tahun, Dicegat Polisi karena Dikira Menculik Bocah

Lifestyle | Senin, 04 Mei 2020 | 07:55 WIB

Kisah Sugar Baby Bertahan Hidup saat Pandemi Corona Covid-19

Kisah Sugar Baby Bertahan Hidup saat Pandemi Corona Covid-19

Lifestyle | Sabtu, 18 April 2020 | 15:05 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×