Array

Menangis Usai Berhubungan Seks, Normal Engga Sih?

Bimo Aria Fundrika Suara.Com
Rabu, 30 September 2020 | 21:45 WIB
Menangis Usai Berhubungan Seks, Normal Engga Sih?
menangis usai berhubungan seks [shutterstock]

Suara.com - Hubungan seks konsensual dikenal memberikan kesenangan dan memperdalam keintiman dalam suatu hubungan. Namun, beberapa perempuan mengalami stres setelah berhubungan seks.

Nyatanya, perasaan itu begitu kuat sehingga banyak yang melaporkan menangis. Jika Anda mengalaminya, percayalah bahwa kamu tidak sendirian.

Secara ilmu pengetahuan hal itu dikenal dengan istilah Postcoital Dysphoria (PCD). Demikian seperti dilansir dari HealthShots. 

Menurut International Society for Sexual Medicine, beberapa perempuan mengalami aliran emosi setelah berhubungan seks sehingga mereka cenderung menangis.

Peristiwa ini bisa terjadi meskipun tindakan seksual itu penuh kasih dan memuaskan.

Ilustrasi berhubungan seks (Shutterstock)
Ilustrasi berhubungan seks (Shutterstock)

Ada situasi di mana perempuan menjadi agresif dan bertengkar dengan pasangannya. Masalahnya adalah kebanyakan perempuan tidak menyadari akar penyebab emosi tersebut.

“Terkadang, gairah akibat seks atau orgasme begitu kuat hingga menerangi seluruh otak sekaligus. Ini memicu semua jenis emosi. Menangis sebenarnya adalah cara untuk bersantai. Karenanya, ini adalah respons langsung tubuh Anda untuk menenangkan Anda, ”jelas psikolog klinis, Dr Bhavna Barmi.

Dia menambahkan, "Selain rasa sakit, ada banyak alasan lain yang menyebabkan menangis setelah berhubungan seks atau PCD."

Berikut 5 alasan yang bisa menyebabkan post-sex blues:

Baca Juga: Mesti Cek Nih, 7 Sebab Pasangan Tidak Tertarik Berhubungan Seks

1. Kurangnya pelukan setelah berhubungan seks
Ya, kita membutuhkan sesi pelukan pasca-seks. Menurut Dr Barmi, hal-hal seperti pillow talk pasca-seks atau pelukan membuat seseorang merasa dibutuhkan. Karenanya, itu berkontribusi pada kepuasan emosional.

Di sisi lain, tidak menerima kontak fisik setelah hubungan seks selesai dapat membuat Anda merasa diabaikan. Ini berkontribusi untuk menciptakan rasa kerentanan yang akhirnya membuat Anda merasa kewalahan.

2. Malu atau bersalah

Ilustrasi (shutterstock)
Ilustrasi malu (shutterstock)

Pelecehan seksual sering kali meninggalkan kesan mendalam pada psikologi Anda. Terkadang, hubungan seksual membawa Anda kembali ke momen trauma itu.

Selain itu, gagasan Anda sendiri tentang tabu seputar seks bisa menimbulkan perasaan malu atau bersalah.

“Masalah citra tubuh adalah masalah lain yang menyebabkan disforia pascakelahiran dan wanita merasa malu”, katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI