Bisnis Kopi Terdampak Pandemi, Yuk Ikutan Program Bibit Untuk Indonesia

Vania Rossa

Jum'at, 02 Oktober 2020 | 21:02 WIB
Bisnis Kopi Terdampak Pandemi, Yuk Ikutan Program Bibit Untuk Indonesia
Otten Coffee dalam Program Bibit Untuk Indonesia. (Dok. Otten Coffee)

Suara.com - Sebagai salah satu alternatif produk lokal dalam berwirausaha, kopi memiliki potensi ekonomi yang luar biasa. Sayangnya, pandemi Covid-19 sangat berdampak pada bisnis kopi yang tengah berkembang di tanah air, menyusul perubahan gaya hidup karena langkah pembatasan aktivitas.

Tak hanya berdampak pada pegiat kopi, hal ini pun turut mempengaruhi para petani kopi yang kesulitan untuk menyalurkan hasil panennya. Oleh karena itu, peningkatan produktivitas petani kopi di masa pandemi ini penting dilakukan, salah satunya melalui pemberian akses yang luas pada konsumen serta pemahaman akan bibit unggul dan berkualitas.

Bertepatan dengan Hari Kopi Internasional yang jatuh pada 1 Oktober kemarin, Otten Coffee, pelopor e-commerce di bidang kopi yang didirikan oleh Jhoni Kusno dan Robin Boe, mengajak masyarakat agar berpartisipasi mendukung keberlangsungan produktivitas kopi lokal lewat program Bibit Untuk Indonesia. Ini adalah program pengadaan bibit untuk petani Single Origin Nusantara sekaligus bentuk dukungan Otten Coffee terhadap upaya pemerintah untuk mendorong pertumbuhan industri kopi di tengah pandemi.

CEO Otten Coffee Jhoni Kusno mengatakan, “Petani memiliki peran vital untuk memajukan industri kopi agar tetap berjalan. Meski demikian, adanya pandemi telah mempengaruhi sebagian besar usaha petani dalam menjual produknya. Di Hari Kopi Internasional ini, kami ingin memberikan semangat dan apresiasi kepada petani kopi melalui Program Bibit Untuk Indonesia. Program ini menjawab tantangan yang dihadapi oleh petani kopi lokal terhadap keterbatasan akses pada konsumen serta pemahaman akan bibit unggul dan berkualitas.”

Masyarakat, khususnya penikmat kopi, dapat berpartisipasi langsung dalam Program Bibit Untuk Indonesia. Setiap pembelian kopi jenis apa saja di Otten Kopi, secara otomatis para penikmat kopi sudah berkontribusi sebesar 10% dari harga penjualan dalam bentuk bibit untuk petani kopi Single Origin Nusantara.

“Kami melihat ada dua tantangan secara umum yang dihadapi para petani kopi di Indonesia. Pertama, pemahaman akan kriteria bibit unggul untuk menghasilkan produk berkualitas sehingga dapat bersaing di pasar. Kedua, terbatasnya akses untuk menyalurkan produk hasil panen. Oleh karena itu, sebagai perusahaan kopi lokal kami berupaya menjawab tantangan tersebut dengan layanan kami yang holistik. Lewat program Bibit Untuk Indonesia, Otten Coffee berperan dari hulu dalam hal menyediakan bibit unggul hingga hilir dalam mendistribusikan keberagaman biji kopi Indonesia secara luas.” lanjut Jhoni.

Salah satu cara yang dilakukan Otten dalam mendistribusikan hasil panen adalah dengan mengolah (roastery) green beans dari petani dan dipasarkan di platform digital Otten Coffee. Saat ini, Otten telah memasarkan 84 jenis lokal Single Origin yang berasal dari berbagai daerah di tanah air.

Di setiap Bungkus Kopi Indonesia yang didistribusikan Otten Coffee, nantinya akan ada profil petani yang akan menerima manfaat. Menariknya lagi, ada sedikit cerita mengenai mereka dalam melalui berbagai hambatan sebagai petani kopi. Salah satunya Budi Irawan, ketua dari Kelompok Tani Mekar Jaya di Desa Sukawangi, Bogor. Hadirnya Budi selaku ketua membawa angin segar dan harapan baru bagi petani kopi arabika di Desa Sukawangi karena kelompoknya terus bertumbuh baik dari jumlah petani maupun kualitas hasil panen raya kopinya.

Sebagai petani kopi arabika Java Sukawangi yang usianya bisa dibilang memang masih seumur jagung, ada kendala yang menghambat para petani untuk memproduksi kopi tersebut. “Kendala yang kerap terjadi yakni adanya kekurangan biaya untuk pembelian bibit kopi. Dengan adanya program setiap pembelian satu bungkus kopi arabika Java Sukawangi di Otten Coffee, sama dengan satu bibit kopi yang dikembalikan kepada petani kopi Sukawangi, saya berharap hal ini menjadi salah satu solusi dari permasalahan kurangnya bibit kopi unggul bagi Kelompok Tani Mekar Jaya. Saya juga berharap agar industri kopi Indonesia khususnya kopi arabika Java Sukawangi, bisa ikut berkontribusi dalam mengembalikan Indonesia sebagai peringkat kedua pengimpor kopi terbesar di dunia,” ujar Budi.

baca juga

Nah, kalau Anda tertarik ikutan, cara berpartisipasi dalam program ini sangat mudah. Cukup dengan mengunjungi situs https://ottencoffee.co.id/bibit-untuk-indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Trik Agar Bisnis Kopi Tetap Bertahan di Tengah Pandemi

Trik Agar Bisnis Kopi Tetap Bertahan di Tengah Pandemi

Riau | Jum'at, 02 Oktober 2020 | 12:15 WIB

Sempat Ragu, Petani Kopi Ini Sekarang Tanahnya Bersertifikat

Sempat Ragu, Petani Kopi Ini Sekarang Tanahnya Bersertifikat

News | Rabu, 02 September 2020 | 12:14 WIB

5 Jawaban Kocak Kaesang Pangarep Jadi Admin Bisnis Kopinya

5 Jawaban Kocak Kaesang Pangarep Jadi Admin Bisnis Kopinya

Entertainment | Selasa, 28 April 2020 | 19:57 WIB

Terkini

Urutan Skincare Malam Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun, Ampuh Cegah Kerutan dan Flek Hitam

Urutan Skincare Malam Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun, Ampuh Cegah Kerutan dan Flek Hitam

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 19:54 WIB

Demo di Kaltim Memanas, Massa Lempar Sayuran Busuk ke Kantor Rudy Mas'ud

Demo di Kaltim Memanas, Massa Lempar Sayuran Busuk ke Kantor Rudy Mas'ud

Kaltim | Kamis, 05 November 2026 | 19:53 WIB

Belajar dari KHW 400: Ini 5 Insight Storytelling Nadia Omara Bagi Kreator

Belajar dari KHW 400: Ini 5 Insight Storytelling Nadia Omara Bagi Kreator

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 19:50 WIB

Dukung Implementasi UU SDI, Mendagri Tito: Perkuat Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah

Dukung Implementasi UU SDI, Mendagri Tito: Perkuat Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah

News | Kamis, 05 November 2026 | 19:50 WIB

Momen Tak Biasa di Sidang Roy Suryo, Botol Minum Jokowi Diambil Petugas

Momen Tak Biasa di Sidang Roy Suryo, Botol Minum Jokowi Diambil Petugas

News | Kamis, 05 November 2026 | 19:50 WIB

Tak Semua Sampah Plastik Berakhir di Laut, Peneliti Ungkap Fakta Terbaru Ini

Tak Semua Sampah Plastik Berakhir di Laut, Peneliti Ungkap Fakta Terbaru Ini

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 19:50 WIB

Dilema Green Jobs: Solusi atas Krisis Iklim atau Ancaman Ekstraktif Baru?

Dilema Green Jobs: Solusi atas Krisis Iklim atau Ancaman Ekstraktif Baru?

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 19:45 WIB

Gila! 51 Orang Kena Kartu Merah dalam Satu Pertandingan Gegara Baku Pukul Massal

Gila! 51 Orang Kena Kartu Merah dalam Satu Pertandingan Gegara Baku Pukul Massal

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 19:44 WIB

9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda

9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 19:40 WIB

Bidik Pasar Global, UMKM Binaan Pertamina Ikuti Pameran SIAL Food & Drinks Indonesia 2026

Bidik Pasar Global, UMKM Binaan Pertamina Ikuti Pameran SIAL Food & Drinks Indonesia 2026

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 19:34 WIB

×