Patahkan Stereotip, Pria Ini Bangga Pakai Rok dan High Heels ke Kantor

Rima Sekarani Imamun Nissa, Amertiya Saraswati

Selasa, 20 Oktober 2020 | 13:32 WIB
Patahkan Stereotip, Pria Ini Bangga Pakai Rok dan High Heels ke Kantor
Ilustrasi pria pakai sepatu hak tinggi ke kantor. (Shutterstock)

Suara.com - Rok dan sepatu hak tinggi merupakan salah satu fashion item yang kerap dipakai para wanita karir. Namun, seorang ayah asal Jerman membuktikan sebaliknya.

Mark Bryan adalah seorang ayah tiga anak yang punya cara sendiri untuk mendobrak stereotip gender.

Melansir Daily Star, Mark Bryan mendeskripsikan dirinya sebagai seorang pria normal yang sudah menikah dan bahagia serta menggemari mobil Porsche dan wanita cantik.

Meski begitu, Mark juga punya hobi lain. Salah satunya, pria ini senang memadu-madankan baju yang dianggap feminin dengan baju bergaya maskulin.

Salah satu gaya unik Mark Bryan tersebut dapat dilihat saat dirinya pergi ke kantor. Pria ini sering terlihat memakai kemeja yang dipadukan rok formal dan sepatu hak tinggi.

"Aku berdandan seperti ini karena aku bisa. Hanya agar terlihat berbeda. Aku selalu mengagumi perempuan yang memakai rok ketat dan hak tinggi," ungkapnya, seperti menyadur dari Bored Panda.

Unik, Pria Jerman Ini Hobi Pakai Sepatu Hak Tinggi dan Rok (instagram.com/markbryan911)
Unik, Pria Jerman Ini Hobi Pakai Sepatu Hak Tinggi dan Rok (instagram.com/markbryan911)

Mark juga menyatakan bahwa kekaguman itu tidak berbau seksual. Sebaliknya, dia kagum melihat para wanita karir yang terlihat kuat.

"Aku tidak memakai baju ini untuk terlihat seksual, tapi profesional seperti wanita karir," tambah Mark.

Ayah tiga anak ini juga jago mengoordinasikan warna-warna baju dan sepatunya. Mark sering memakai kemeja dan hak tinggi berwarna serupa.

baca juga

"Untukku, pakaian tidak punya gender. Aku lebih suka memakai rok dibandingkan gaun."

"Gaun tidak mengizinkanku untuk menggabungkan kedua gender. Aku memilih penampilan maskulin di atas pinggang, dan penampilan tanpa gender di bagian bawah. Ini semua tentang pakaian tidak punya gender."

Lewat aksinya ini, Mark berharap dapat mengubah persepsi orang lain. Pria ini masih ingat bahwa dulu perempuan dilarang memakai celana.

"Celana sekarang sudah menjadi pakaian tanpa gender. Jadi, kenapa rok dan hak tinggi tidak bisa tanpa gender?"

Unik, Pria Jerman Ini Hobi Pakai Sepatu Hak Tinggi dan Rok (instagram.com/markbryan911)
Unik, Pria Jerman Ini Hobi Pakai Sepatu Hak Tinggi dan Rok (instagram.com/markbryan911)

Gaya Mark yang memadu-madankan aneka macam atasan dengan rok dan hak tinggi ini diunggah ke Instagram. Total, pria Jerman ini memiliki 122 ribu pengikut.

Mayoritas pengikut Mark Bryan pun mengagumi keahliannya dalam memasangkan aneka macam pakaian dan tetap terlihat modis.

"Kau terlihat menakjubkan dan aku iri dengan betapa mudahnya kau berjalan dan memakai hak tinggi. Kau terlihat kuat," tulis salah satu penggemar Mark Bryan.

"Kau benar. Pakaian tidak punya gender!" imbuh yang lain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perjuangan Pria Penolak Jabat Tangan Wanita Buat Dapat Paspor, Tapi Gagal

Perjuangan Pria Penolak Jabat Tangan Wanita Buat Dapat Paspor, Tapi Gagal

News | Senin, 19 Oktober 2020 | 15:38 WIB

Salut Pria Berkursi Roda Ini Rela Lompat ke Laut Selamatkan Orang Tenggelam

Salut Pria Berkursi Roda Ini Rela Lompat ke Laut Selamatkan Orang Tenggelam

Lifestyle | Minggu, 18 Oktober 2020 | 19:30 WIB

Bikin Resah, Wanita Curhat Tangannya Digenggam Paksa Pria Tidak Dikenal

Bikin Resah, Wanita Curhat Tangannya Digenggam Paksa Pria Tidak Dikenal

Jogja | Minggu, 18 Oktober 2020 | 15:30 WIB

Terkini

Kerja Sama Bantargebang Diperpanjang, Jakarta Justru Diberi Peringatan

Kerja Sama Bantargebang Diperpanjang, Jakarta Justru Diberi Peringatan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:19 WIB

Ikan Nila Disebut Jadi Ancaman Nyata Bagi Populasi Sidat Legendaris di Danau Poso

Ikan Nila Disebut Jadi Ancaman Nyata Bagi Populasi Sidat Legendaris di Danau Poso

Sulsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Syarat Pecah KK Setelah Menikah 2026, Ini Dokumen yang Harus Disiapkan Pasutri

Syarat Pecah KK Setelah Menikah 2026, Ini Dokumen yang Harus Disiapkan Pasutri

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Titik Baru Api Karhutla Masih Muncul, Sugiono Minta Patroli Darat Diperketat

Titik Baru Api Karhutla Masih Muncul, Sugiono Minta Patroli Darat Diperketat

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:15 WIB

6 Rekomendasi Serum Viva Terbaik untuk Flek Hitam dan Garis Halus Usia 40 Tahun

6 Rekomendasi Serum Viva Terbaik untuk Flek Hitam dan Garis Halus Usia 40 Tahun

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Pertamina & Kemenkop Luncurkan Piloting Pengumpulan Minyak Jelantah

Pertamina & Kemenkop Luncurkan Piloting Pengumpulan Minyak Jelantah

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:14 WIB

Polisi Bongkar Dugaan Korupsi Dana Desa Paniis Kuningan, Kerugian Negara Capai Rp530 Juta

Polisi Bongkar Dugaan Korupsi Dana Desa Paniis Kuningan, Kerugian Negara Capai Rp530 Juta

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:12 WIB

Cabut Gugatan di PTUN, Denny Indrayana Siapkan 3 Skenario Langkah Hukum Soal Gibran

Cabut Gugatan di PTUN, Denny Indrayana Siapkan 3 Skenario Langkah Hukum Soal Gibran

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:11 WIB

Syarat Perpanjang SKCK Beda Domisili, Dokumen Apa Saja yang Diperlukan?

Syarat Perpanjang SKCK Beda Domisili, Dokumen Apa Saja yang Diperlukan?

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:10 WIB

Pembalut Kain Cuci Ulang Apakah Aman? Alternatif Bebas Kena Pajak 11 Persen

Pembalut Kain Cuci Ulang Apakah Aman? Alternatif Bebas Kena Pajak 11 Persen

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:05 WIB

×