RAISA Dimanfaatkan Balitbangtan Kementan RI untuk Tingkatkan Produksi Beras

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Sabtu, 24 Oktober 2020 | 20:03 WIB
RAISA Dimanfaatkan Balitbangtan Kementan RI untuk Tingkatkan Produksi Beras
Balitbangtan Kementan RI Manfaatkan RAISA. (Dok, Kementan)

Suara.com - Kementerian Pertanian sedang berusaha mengalihkan pertanian tradisional di dua kabupaten di Kalimantan Tengah menjadi pertanian modern atau dikenal dengan proyek food estate menggunakan RAISA, teknologi budidaya padi sawah di lahan rawa. Dengan teknologi yang dikembangkan dan diinovasikan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Kementerian Pertanian atau Kementan RI ini, lahan rawa buatan dibuat pasang surut secara cepat. 

Dua kabupaten tersebut adalah Kapuas dan Pulang Pisau, dimana sebagian besar sawah di sana terdiri dari lahan rawa. Sayangnya, mayoritas lahan ini, tanahnya mengandung unsur mikro seperti zat besi (Fe) dan Natrium (Na) yang sangat tinggi. Alhasil, agar produksi padi sawah untuk beras meningkat, maka perlu mendapat perlakuan khusus.

Penggunaan RAISA diharapkan dapat meningkatkan hasil dan meningkatkan indeks pertanaman (IP) dari IP 100 menjadi IP 200, atau bahkan IP 300 dalam satu tahun.

“Balitbangtan menerapkan teknologi RAISA di kawasan food estate, di mana ini akan dapat meningkatkan produktivitas padi menjadi 5 hingga 6 hektar”, ujar Kepala Balitbangtan, Dr. Fadjry Djufry, saat mendampingi menteri pertanian di sela-sela kunjungan presiden RI ke Desa Belanti Siam, Sabtu (24/10/2020), dikutip dari siaran pers yang diterima Suara.com.

Sebelum diterapkan di Kalimantan Tengah, RAISA juga sudah lebih dulu teruji penggunaannya di lahan rawa pasang surut di Sumatera Selatan dan Kalimantan Selatan.

“Sebelum diaplikasikan di kawasan food estate ini, teknologi RAISA berhasil dikembangkan di beberapa sentra padi yang lahannya sama-sama lahan rawa pasang surut, hasilnya dapat meningkatkan produksi padi 13 hingga 20 persen”, ujar Fadjry.

Teknologi RAISA yang dirilis tahun 2018 ini, dalam satu paketnya terdiri dari penggunaan spesies tanaman unggul (varietas) baru khusus di lahan rawa, pengelolaan air mikro, pembenah tanah, pemupukan spesifik berdasarkan Perangkat Uji Tanah Rawa (PUTR), pengendalian hama dan penyakit secara terpadu, serta mekanisasi pertanian.

Selain penggunaan varietas spesifik, kunci keberhasilan lain yang mendukung RAISA adalah pengelolaan lahan, air dan unsur hara yang tepat. Pemberian kapur pertanian dan pembenah tanah memegang peranan penting karena mampu memberikan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan varietas padi di lahan rawa.

“Dengan paket pengelolaan lahan rawa ini akan optimal dalam meningkatkan produksi dan produktivitas padi," ungkap Kapuslitbangtan Dr. Priatna Sasmita di Kalimantan Tengah.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penghasilan Menjanjikan, Kementan Ajak Anak Muda Jadi Petani Milenial

Penghasilan Menjanjikan, Kementan Ajak Anak Muda Jadi Petani Milenial

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2020 | 18:47 WIB

Kementan : UU Ciptaker Memiliki Peran Strategis Sejahterakan Petani

Kementan : UU Ciptaker Memiliki Peran Strategis Sejahterakan Petani

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2020 | 18:38 WIB

Pemulihan Bidang Pangan Perlu Dilakukan dalam Kerangka Ekonomi Global

Pemulihan Bidang Pangan Perlu Dilakukan dalam Kerangka Ekonomi Global

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2020 | 16:06 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

×