Besok, Simak Kiat Wirausaha Kala Pandemi dari 4 Pebisnis Muda

Vania Rossa | Suara.com

Kamis, 29 Oktober 2020 | 13:10 WIB
Besok, Simak Kiat Wirausaha Kala Pandemi dari 4 Pebisnis Muda
Webinar Ubah Krisis Jadi Peluang: Kiat Wirausaha Kala Pandemi. (Suara.com)

Suara.com - Pandemi mengubah hidup banyak orang. Dari yang awalnya memiliki pekerjaan, tiba-tiba di-PHK lantaran perusahaan harus melakukan efisiensi. Gaji besar yang dinikmati setiap bulan, tiba-tiba saja terpangkas hingga membuat cash flow jadi berantakan. Situasi ini pun akhirnya memaksa setiap orang untuk berjuang untuk bertahan dari segala kesulitan. Salah satunya dengan berwirausaha. Tapi, mungkinkah melakukan wirausaha kala pandemi?

Wirausaha kala pandemi memang bukan hal yang mudah. Bahkan bagi para pemain lama, mulai dari usaha berskala besar, UMKM, hingga kuliner pinggir jalan, pandemi telah memberi dampak luar biasa. Pandemi membuat mereka harus memikul beban operasional yang berat tanpa didukung pemasukan yang seimbang.

Namun, selalu ada celah di tengah keterpurukan. Tak sedikit orang yang jeli melihat peluang di balik krisis. Salah satunya adalah Annisa R. Amalia, seorang dokter gigi anak yang kini banting setir jualanan donat.

Pandemi Covid-19 membuat jadwal praktiknya sebagai dokter gigi jadi terbatas. Akhirnya, untuk menjaga pemasukan keluarga, ia mengajak ibunya untuk memulai usaha jualan donat frozen.

Berawal dari membuat donat untuk konsumsi sendiri, kemudian meminta orang lain untuk mencoba donat buatannya, perempuan yang kerap disapa Icha ini pun akhirnya memberanikan diri menjual donat frozen buatannya. Dari yang awalnya Icha hanya menjual 160 buah donat yang dikirimkan ke berbagai wilayah di Jakarta, kini ia mampu menjual sekitar 400 donat dalam sehari.

Selain Icha, ada pula duo Obin Ousbourne dan Derry Firmansyah, yang merupakan pengusaha custom handstiching and handwork. Keduanya memutuskan masa pandemi ini sebagai awal untuk memperkenalkan Toekang Ketjos. Melalui tangan-tangan kreatif keduanya, Toekang Ketjos menawarkan kustomisasi item fesyen dengan berbagai teknik jahit dan pola.

Ide yang ditawarkan sebenarnya sederhana saja. mengutip laman Instagram @toekangketjos, mereka menulis, "Seberapa sering kita melihat satu jenis sepatu yang di pakai banyak orang di tempat nongkrong? Males nggak sih kalo punya sepatu kembaran sama orang?
Tenang, nggak usah bete, soalnya itu nggak bakal menyelesaikan masalah. Solusinya adalah cari sepatu yang sudah lama banget dipakai dan punya warna yang sudah nggak oke, bawa ke kami!!!"

Berbeda dengan ketiga pengusaha di atas yang memulai langkah saat pandemi datang, R Fitriandaka Kurnia telah memulai bisnis pembuatan kaki palsu sejak tahun 2007. Meski termasuk pemain lama, Kurnia mengaku pandemi juga sempat menghantam bisnisnya.

"Di bulan Maret sampai April, di awal pandemi, kita masih takut. Pasien kita batasi untuk datang, dan mereka pun takut untuk datang. Di bulan-bulan itu penjualan kamu sangat berdampak," paparnya ketika dikunjungi Suara.com di awal Oktober lalu.

Namun, seiring dengan disosialisasikannya protokol kesehatan oleh pemerintah, Kurnia dan seluruh pegawainya pun mulai beradaptasi dengan kondisi pandemi. Perusahaan yang bergerak dalam pembuatan kaki palsu, tangan palsu, dan alat alat bantu gerak tubuh itu pun mulai beraktivitas normal, dengan menerapkan protokol kesehatan.

"Normal seperti semula, sih, belum, tapi 80-90 persennya sudah mulai hampir normal," katanya.

Para pengusaha di atas pun punya kiat masing-masing agar bisnis mereka tetap jalan di tengah pandemi. Icha, misalnya, selain memanfaatkan driver ojol untuk mengantar donat frozen kepada para pelanggannya, ia juga membuka lapak di e-commerce untuk memperluas jangkauan pembelinya.

Sedangkan Kurnia memberi tips kepada setiap pengusaha dan entrepreneur untuk beradaptasi dengan kondisi yang ada. "Memodifikasi produk, inovadi di produk atau jasa agar bisa mengakomodir kondisi pandemi saat ini. Kalau kita tidak betadaptasi, kita mati," tandasnya.

Keempat pengusaha di atas akan berbagi lebih banyak cerita pada webinar Ubah Krisis Jadi Peluang: Kiat Wirausaha Kala Pandemi yang diadakan Suara.com bekerja sama dengan Satgas Covid-19. Besok, Jumat 30 Oktober 2020 pukul 14.00, Anda bisa menyaksikan webinar ini secara gratis dengan cara mendaftar ke 081381205128 dengan menyertakan nama lengkap dan nomor Whatsapp. Atau bisa juga disaksikan secara live di YouTube Suaradotcom. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ingin Menjadi Wirausaha Sosial yang Sukses Selama Pandemi? Ini Saran Ahli

Ingin Menjadi Wirausaha Sosial yang Sukses Selama Pandemi? Ini Saran Ahli

Lifestyle | Jum'at, 23 Oktober 2020 | 14:58 WIB

Berjibaku Lawan Corona, Bima Arya Blak-Blakan Saat Ikuti Webinar Suara.com

Berjibaku Lawan Corona, Bima Arya Blak-Blakan Saat Ikuti Webinar Suara.com

Jakarta | Jum'at, 16 Oktober 2020 | 18:10 WIB

Viral Video Tips Sukses 3M Wirausaha, Saran Keempat Bikin Ngakak

Viral Video Tips Sukses 3M Wirausaha, Saran Keempat Bikin Ngakak

Banten | Rabu, 14 Oktober 2020 | 10:19 WIB

Terkini

Big Bad Wolf 2026: Jadwal, Lokasi, dan Tips Berburu Buku 24 Jam di ICE BSD

Big Bad Wolf 2026: Jadwal, Lokasi, dan Tips Berburu Buku 24 Jam di ICE BSD

Lifestyle | Jum'at, 17 April 2026 | 21:09 WIB

5 Bedak yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam, Wajah Cerah Berseri di Usia 40 Tahun

5 Bedak yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam, Wajah Cerah Berseri di Usia 40 Tahun

Lifestyle | Jum'at, 17 April 2026 | 21:06 WIB

7 Mesin Cuci Portable yang Bagus untuk Anak Kos, Murah dan Hemat Listrik

7 Mesin Cuci Portable yang Bagus untuk Anak Kos, Murah dan Hemat Listrik

Lifestyle | Jum'at, 17 April 2026 | 20:46 WIB

Maskara Anti Luntur dan Tahan Gesek Merk Apa? Ini 7 Pilihan Produknya Agar Mata Badai Seharian

Maskara Anti Luntur dan Tahan Gesek Merk Apa? Ini 7 Pilihan Produknya Agar Mata Badai Seharian

Lifestyle | Jum'at, 17 April 2026 | 20:10 WIB

5 Bedak Padat Tahan Air dan Keringat Agar Makeup Tetap Flawless Saat Cuaca Panas

5 Bedak Padat Tahan Air dan Keringat Agar Makeup Tetap Flawless Saat Cuaca Panas

Lifestyle | Jum'at, 17 April 2026 | 19:10 WIB

Dari Buku ke Panggung: Serunya Jelajah Yogyakarta Menuju Sarga Festival 2026

Dari Buku ke Panggung: Serunya Jelajah Yogyakarta Menuju Sarga Festival 2026

Lifestyle | Jum'at, 17 April 2026 | 17:59 WIB

Semua Jurusan Bisa Daftar, Ini Posisi yang Dibuka untuk Kampung Nelayan Merah Putih

Semua Jurusan Bisa Daftar, Ini Posisi yang Dibuka untuk Kampung Nelayan Merah Putih

Lifestyle | Jum'at, 17 April 2026 | 17:11 WIB

20 Link Twibbon Hari Kartini 2026 Gratis Unduh untuk Meriahkan Semangat Emansipasi

20 Link Twibbon Hari Kartini 2026 Gratis Unduh untuk Meriahkan Semangat Emansipasi

Lifestyle | Jum'at, 17 April 2026 | 16:53 WIB

Transforming Spaces with Canvas Prints: A Complete Guide

Transforming Spaces with Canvas Prints: A Complete Guide

Lifestyle | Jum'at, 17 April 2026 | 16:17 WIB

Waspada Bahaya Hustle Culture: Hobi Overwork Terbukti Picu Penyakit Jantung di Usia Muda

Waspada Bahaya Hustle Culture: Hobi Overwork Terbukti Picu Penyakit Jantung di Usia Muda

Lifestyle | Jum'at, 17 April 2026 | 15:34 WIB