alexametrics

Dianggap Pelit Kebangetan, Viral Curhat Ojol Tagih Biaya Parkir Rp3 Ribu

Rima Sekarani Imamun Nissa | Hiromi Kyuna
Dianggap Pelit Kebangetan, Viral Curhat Ojol Tagih Biaya Parkir Rp3 Ribu
Ilustrasi ojek online (shutterstock)

Sejumlah warganet ramai memperdebatkan curhat supir ojol yang kena semprot akibat meminta biaya parkir Rp 3 ribu. Bagaimana menurutmu?

Suara.com - Layanan pesan antar makanan melalui aplikasi ojek online (ojol) mempermudah banyak masyarakat. Layanan ini membantu orang-orang yang sedang tak bisa atau mager keluar untuk membeli makanan.

Banyak kisah yang terjadi antara pelanggan dengan supir ojol yang dibagikan melalui sosial media. Salah satunya adalah cerita yang dibagikan melalui akun jejaring sosial Twitter @tubirfess, baru-baru ini.

Akun ini mengunggah tangkapan layar percakapan antara pelanggan dan supir ojol. Rupanya, itu tentang biaya parkir yang diminta oleh supir ojol untuk pemesanan makanan di sebuah restoran cepat saji ternama.

"Maaf kak, ada tambahan Rp 3 ribu untuk biaya parkir," ucap sang driver ojol melalui fitur chat aplikasi. Biaya parkir ini dikatakan muncul karena si supir ojol parkir secara resmi, bukan parkir liar.

Baca Juga: Protes Makan Soto Berlima Rp 600 Ribu, Wanita Ini Malah Dinyinyiri Warganet

Namun, sang pelanggan tak terima dimintai biaya tambahan untuk pemesanan makanannya. Hal ini lantaran dia pernah diberitahu bahwa tak ada biaya tambahan saat pemesanan, termasuk biaya parkir.

Meski supir ojol sudah mengatakan tidak apa-apa dan pelanggan tak perlu bayar parkir, hal ini tak berakhir begitu saja. Bahkan sang pelanggan mengatakan dirinya akan menelepon kantor ojol untuk melaporkan perkara biaya parkir tersebut.

Tangkapan layar chat ojol dan pelanggan (Twitter @tubirfess)
Tangkapan layar chat ojol dan pelanggan (Twitter @tubirfess)

Unggahan ini kemudian menimbulkan perdebatan di kalangan warganet. Ada yang membela supir ojol dan mengatakan si pelanggan terlalu pelit. Namun, ada pula warganet yang menganggap apa yang diucapkan pelanggan memang benar dan sesuai SOP.

"Biasanya nggak bayar karena bapak ojolnya parkir di jalan dengan taruhan keamanan kendaraan. Giliran bapaknya udah parkir bener, lu seenak jidat begitu," ujar seorang warganet yang merasa kesal.

Namun, ada pula warganet yang berdiri di pihak pelanggan. "Menurutku ini bukan masalah pelit atau nggaknya, tapi etikanya. Biasanya kalau untuk g*fo*d disediakan parkir sendiri dan itu gratis. Mas mas ojol biasanya minta biaya parkir padahal nggak ada karcisnya," ucap seorang warganet.

Baca Juga: Humas Polri Ajak Publik Lapor Kejahatan, Netizen: Lebih Percaya Dukun

Ada juga warganet yang mengatakan SOP ojek online untuk biaya parkir di restoran seharusnya ditanggung oleh supir ojol. "Di peraturan G*jek tidak memperbolehkan minta biaya tambahan apapun termasuk parkir. Pembelinya benar kok negur driver-nya yang sudah melanggar SOP," ucapnya.

Namun pernyataan tersebut kemudian dijawab warganet yang kontra. "Udah lah. Ngomong aja pelit. Perkara Rp 3 ribu aja ribet lu," ucap warganet ini.

Bagaimana menurutmu? Apakah kamu ada di tim pro dengan supir ojol atau malah kontra?

Komentar