Cegah Lahan Tani Rusak, Contek Cara Bupati Bulungan Antisipasti La Nina

Risna Halidi, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 18 November 2020 | 17:55 WIB
Cegah Lahan Tani Rusak, Contek Cara Bupati Bulungan Antisipasti La Nina
Ilustrasi (Suara.com/Fakhri Hermansyah)

Suara.com - Sejak Oktober 2020 hingga Maret 2021, Indonesia tengah memasuki musim tanam. Tapi sedihnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia akan dilanda La Nina.

La Nina kali ini diprediksi terjadi pada November 2020 hingga Mei 2021, periode yang bersamaan dengan musim tanam di Indonesia.

La Nina adalah suatu kondisi mendingin atau menurunnya suhu air laut di Samudera Pasifik dari suhu rata-rata. La Nina menyebabkan curah hujan tinggi, yang bisa menyebabkan kerusakan tanaman akibat banjir, sehingga merugikan petani.

Mencegah hal ini, sangat perlu disusun perencanaan, langkah-langkah dan penggunaan teknologi yang bisa digunakan. Seperti pengelolaan air, pemilihan varietas, dan sebagainya.

Uniknya, Bupati Bulungan di Kalimantan Utara, Sudjati mengaku sudah melakukan langkah antisipasi dengan melakukan optimasi manajemen air pada lahan seluas 1.200 hektare (ha).

Lewat manajemen air yang dijalankan secara maksimal, kata Sudjati lahan yang sebelumnya tergenang air, sudah bisa ditanami kembali dengan tanaman hortikultura maupun tanaman lain.

“Untuk persiapan La Nina, kita memang sudah mempersiapkan terlebih dahulu. Sehingga, pada waktu La Nina melanda Kabupaten Bulungan dengan curah hujan yang sangat tinggi, kita sudah dapat mengantisipasi dengan manajemen air,” ujar Sudjati melalui keterangan pers yang diterima Suara.com, Rabu (18/11/2020).

Tanaman hortikultura adalah tanaman yang dibudidayakan di kebun atau di perkarangan. Terdiri dari tanaman obat, buah, sayuran, bunga, dan taman.

Pada musim tanam kali ini, Pemkab Bulungan mendapatkan bantuan bibit padi 124 ton dari Kementerian Pertanian, untuk ditanam di area sawah seluas 3.100 hektar, sehingga harus benar-benar mengantisipasi La Nina yang terjadi dalam 2 hingga 7 tahun sekali ini.

baca juga

Pemkab Bulungan juga menargetkan 900 hektar lahan untuk padi ladang yang biasanya ditanam masyarakat pedalaman. “Jadi kurang lebih ada 4 ribu hektar untuk masa tanam Oktober hingga Maret ini,” tutup Sudjati.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cuaca Ekstrem, Warga Tasikmalaya Diminta Waspadai Angin Puting Beliung

Cuaca Ekstrem, Warga Tasikmalaya Diminta Waspadai Angin Puting Beliung

Jabar | Selasa, 17 November 2020 | 16:32 WIB

Kisah Eks Napi Teroris, Bebas dari Penjara Jadi Seles dan Akhirnya Bertani

Kisah Eks Napi Teroris, Bebas dari Penjara Jadi Seles dan Akhirnya Bertani

Jawa Tengah | Selasa, 17 November 2020 | 07:10 WIB

Mampukah Bali Beralih dari Pariwisata dan Bangkit dengan Bertani?

Mampukah Bali Beralih dari Pariwisata dan Bangkit dengan Bertani?

News | Sabtu, 07 November 2020 | 23:04 WIB

Terkini

Nera Susanto Adik Eks Kepala BNPB Dicecar KPK Soal Proyek Dana Siap Pakai

Nera Susanto Adik Eks Kepala BNPB Dicecar KPK Soal Proyek Dana Siap Pakai

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:44 WIB

Impor Bahan Baku Tinggi, Mendag Ingatkan Industri Jangan Bergantung Satu Suplier

Impor Bahan Baku Tinggi, Mendag Ingatkan Industri Jangan Bergantung Satu Suplier

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:40 WIB

2 Pemadat Ditangkap Polisi saat Asik Nikmati Sabu di Gubuk Kampung Boncos Palmerah

2 Pemadat Ditangkap Polisi saat Asik Nikmati Sabu di Gubuk Kampung Boncos Palmerah

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:39 WIB

Sunscreen SPF 50 Tahan Berapa Jam di Kulit? Ini Fakta Medis dan Aturan Pakainya

Sunscreen SPF 50 Tahan Berapa Jam di Kulit? Ini Fakta Medis dan Aturan Pakainya

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Sinopsis Coming to Myself, Dracin Jing Tian dan Zhang Xin Cheng di WeTV

Sinopsis Coming to Myself, Dracin Jing Tian dan Zhang Xin Cheng di WeTV

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Pemerintah Kehilangan Rp 576,4 T Gegara Insentif Pajak, Suahasil Akui Sengaja Buat Ekonomi

Pemerintah Kehilangan Rp 576,4 T Gegara Insentif Pajak, Suahasil Akui Sengaja Buat Ekonomi

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:34 WIB

Pabrik BYD di Subang Didemo Warga, Menperin: Bukan Urusan Kemenperin

Pabrik BYD di Subang Didemo Warga, Menperin: Bukan Urusan Kemenperin

Otomotif | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:33 WIB

Produsen Bihun Teriak, Harga Beras Pecah di Dalam Negeri Mahal

Produsen Bihun Teriak, Harga Beras Pecah di Dalam Negeri Mahal

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:32 WIB

Imigrasi Kualanamu Pastikan Kelompok Rentan Mendapat Akses Layanan Paspor yang Setara

Imigrasi Kualanamu Pastikan Kelompok Rentan Mendapat Akses Layanan Paspor yang Setara

Sumut | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:32 WIB

POCO X8 dan C95 Pro Meluncur, Bawa Baterai Jumbo hingga 8.340 mAh, Harga Mulai Rp3 Jutaan

POCO X8 dan C95 Pro Meluncur, Bawa Baterai Jumbo hingga 8.340 mAh, Harga Mulai Rp3 Jutaan

Tekno | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:31 WIB

×