Pasien Covid-19 Punya Hak Pilih di Pilkada Serentak, Ini Kata Epidemiolog

Risna Halidi, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 04 Desember 2020 | 15:45 WIB
Pasien Covid-19 Punya Hak Pilih di Pilkada Serentak, Ini Kata Epidemiolog
Ilustrasi pilkada serentak saat pandemi (dok. istimewa)

Suara.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI memastikan pasien Covid-19 yang sedang menjalani masa isolasi mandiri atau dirawat di rumah sakit, tetap bisa menyalurkan hak pilihnya dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang jatuh pada 9 Desember 2020 mendatang.

Nantinya akan ada dua orang petugas mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap akan mendatangi pasien di rumah sakit atau yang sedang menjalani masa isolasi mandiri.

Ternyata prosedur ini didukung oleh Ketua Departemen Epidemiologi Universitas Indonesia (UI), Dr. dr. Tri Yunis Miko Wahyono, MS.

Menurut Tri, selama petugas menggunakan APD lengkap untuk melayani hak pilih pasien Covid-19 dalam Pilkada 2020, tidak akan memperbesar risiko penularan Covid-19.

"Ya kan petugas sudah pakai baju proteksi lengkap, baju hazmat, jadi tidak masalah. Tidak akan memperbesar rIsiko penularan," ujar Tri saat dihubungi Suara.com, Kamis (3/12/2020) kemarin.

Kedatangan petugas KPU, menurut Tri, tidak akan berpengaruh banyak terhadap pemulihan pasien Covid-19 untuk sembuh. Hanya saja, pasien yang dalam keadaan tidak sadar alias koma, akan sulit menyalurkan hak suaranya karena tidak bisa memilih.

Di sisi lain, Tri juga menyarankan yang seharusnya sudah dipikirkan pihak penyelanggara, di mana saat memilih pasien Covid-19 harus juga melindungi diri, memakai masker, dan diberi sarung tangan oleh petugas. Ditambah paku yang digunakan untuk mencoblos harus steril, apabila akan digunakan untuk pasien lainnya.

"Kotak pemilihan sebaiknya juga dibungkus plastik, sebagai pencegahan agar tidak terkena droplet yang bisa menularkan virus," jelasnya.

Petugas juga harus memisahkan antara TPS atau kotak pemilihan untuk pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri di rumah dengan masyarakat umum.

baca juga

"Pasien Covid-19 yang ringan pakai TPS sendiri jangan dicampur dengan yang lain, terutama yang masyarakat isolasi mandiri harus terpisah," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Debat Pilkada Tangsel: Para Paslon Dinilai Minim Data

Debat Pilkada Tangsel: Para Paslon Dinilai Minim Data

Jakarta | Jum'at, 04 Desember 2020 | 15:36 WIB

CCTV Terpasang, Penyortiran Surat Suara di Melawi Bakal Diawasi Ketat

CCTV Terpasang, Penyortiran Surat Suara di Melawi Bakal Diawasi Ketat

Kalbar | Jum'at, 04 Desember 2020 | 15:11 WIB

Sekilas Paslon Pradi - Afifah, Janji Cetak 10 Ribu Pengusaha Baru di Depok

Sekilas Paslon Pradi - Afifah, Janji Cetak 10 Ribu Pengusaha Baru di Depok

Jakarta | Jum'at, 04 Desember 2020 | 14:59 WIB

Terkini

Jelang Sidang Perdana Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA, Silmy Karim: Alhamdulillah

Jelang Sidang Perdana Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA, Silmy Karim: Alhamdulillah

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:27 WIB

Ancam Hukuman 15 Tahun Penjara, Polisi Bekuk Pelaku Pembacokan Acak Suporter Persib di Bogor

Ancam Hukuman 15 Tahun Penjara, Polisi Bekuk Pelaku Pembacokan Acak Suporter Persib di Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:26 WIB

Kompolnas Minta Polda Riau Perketat Pengawasan Psikologis Polisi usai Kasus Brigadir WP

Kompolnas Minta Polda Riau Perketat Pengawasan Psikologis Polisi usai Kasus Brigadir WP

Riau | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:25 WIB

Amuk Api di Cikini Menteng: Lima Rumah Hangus, Ratusan Petugas Berjibaku Tembus Gang Sempit

Amuk Api di Cikini Menteng: Lima Rumah Hangus, Ratusan Petugas Berjibaku Tembus Gang Sempit

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:21 WIB

GJLS: Berapi-Api Laris Manis di Jakarta Film Week 2026, Monty Tiwa Terharu

GJLS: Berapi-Api Laris Manis di Jakarta Film Week 2026, Monty Tiwa Terharu

Entertainment | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:20 WIB

Wantimpres Kumpul di Setneg, Bahas Sejumlah Isu untuk Prabowo

Wantimpres Kumpul di Setneg, Bahas Sejumlah Isu untuk Prabowo

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:20 WIB

Dedi Mulyadi: Pilkades di Jabar Tanpa Kertas Suara dan Penghitungan Lama

Dedi Mulyadi: Pilkades di Jabar Tanpa Kertas Suara dan Penghitungan Lama

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:19 WIB

3 Opsi Ban Motor Honda Beat yang Cocok untuk Musim Hujan

3 Opsi Ban Motor Honda Beat yang Cocok untuk Musim Hujan

Otomotif | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:19 WIB

Beda Viva Air Mawar Vs Viva Queen Rose Face Mist, Cek Kandungan dan Fungsinya

Beda Viva Air Mawar Vs Viva Queen Rose Face Mist, Cek Kandungan dan Fungsinya

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:19 WIB

Di Sanksi OJK, Sekuritas Milik Pandu Sjahrir Lakukan Transaksi Rp60,6 T Selama 1 Tahun Terakhir

Di Sanksi OJK, Sekuritas Milik Pandu Sjahrir Lakukan Transaksi Rp60,6 T Selama 1 Tahun Terakhir

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:17 WIB

×