Dokter: Perempuan Cenderung Lebih Rentan Alami Migrain Ketimbang Lelaki

Minggu, 06 Desember 2020 | 08:05 WIB
Dokter: Perempuan Cenderung Lebih Rentan Alami Migrain Ketimbang Lelaki
Ilustrasi migrain

Suara.com - Sakit kepala merupakan masalah yang umum dirasakan semua orang. Salah satu jenis sakit kepala yang sering dialami adalah migrain. Migrain sendiri merupakan nyeri yang hanya terjadi pada satu sisi kepala.

"Kasus migrain ini lumayan cukup sering terjadi, migrain tanpa aura paling banyak diidap masyarakat Indonesia,” ujar Dokter Spesialis Saraf RS Permata Cibubur, dr Irawati Hawari, SpS dalam pernyataannya virtual, Sabtu (5/12/2020) kemarin.

Kata Irawati Hawari, perempuan cenderung lebih sering menderita migrain dibanding laki-laki. Penderita juga umumnya akan mengalami migrain selama berjam-jam sampai berhari-hari.

"Migrain disebabkan ada gangguan neurologis yang memicu peradangan di dalam otak. Dan, perempuan muda lebih sering terkena migrain karena terjadi saat menstruasi yang disebabkan terjadi perubahan hormonal," jelas dia.

Sementara itu, gejala umum penderita migrain adalah konstipasi atau malah diare, keinginan makan secara berlebih, sulit berkonsentrasi, otot kaku, sering menguap, dan frekuensi buang air kecil yang meningkat.

"Sebagian penderita juga mengalami sensitivitas berlebihan pada cahaya, suara, bahkan penciuman. Biasanya, rasa sakit tersebut akan bertahan selama 72 jam. Intensitasnya pun ada yang sedang sampai berat," terang Irawati.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk meringankan gejala migrain. Beberapa obat bebas yang membantu meringankan gejala migrain adalah naproxen, ibuprofen, acetaminophen atau aspirin. Obat-obat tersebut dapat diminum ketika mulai merasakan gejala-gejala tersebut.

"Jika obat tersebut segera dikonsumsi, maka efeknya akan semakin membaik. Namun, Anda tidak bisa mengonsumsi obat-obat itu tanpa resep dokter. Hal terpenting juga penderita perlu mengubah gaya hidup untuk menghindari pemicunya," ucapnya.

Selain itu, untuk meringankan gejala migrain bisa dilakukan dengan cara berbaring di ruangan gelap yang jauh dari suara dan cahaya. Penderita juga bisa mencoba meletakkan kompres dingin pada dahi sambil menjaga tubuh tetap terhidrasi hingga rasa sakit hilang.

Baca Juga: Sakit Kepala Bisa Jadi Gejala Covid-19, Kenali Lokasi dan Cirinya

"Bisa juga atur strategi manajemen stres seperti latihan relaksasi. Lalu, bisa juga mengkonsumsi suplemen seperti Vitamin B2 dan magnesium. Perubahan pola makan juga dapat membantu meringankan gejala migrain," tutup dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI