Sering Ada Di Jalan, ini Fakta dan Sejarah Ondel-Ondel

Bimo Aria Fundrika

Sabtu, 19 Desember 2020 | 06:55 WIB
Sering Ada Di Jalan, ini Fakta dan Sejarah Ondel-Ondel
Pengamen ondel-ondel melintas di daerah Taman Mini, Jakarta Timur, Kamis (13/02). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Siapa yang tidak mengenal ondel-ondel? Kesenian Betawi ini, sangat populer di kalangan masyarakat. Biasanya ondel-ondel digunakan untuk mengiringi pertunjukan musik. Namun, tahukah kamu mengenai sejarah ondel-ondel?

Percaya atau tidak, ondel-ondel sudah ada sejak 1602. Ondel-ondel merupakan simbol leluhur yang dipercaya menjaga masyarakat.

Menurut orang Betawi kuno, karena dipengaruhi oleh adat istiadat Cina dan Arab melalui migrasi, tradisi ondel-ondel dianggap dapat menangkal kejahatan. Wayang-wayang raksasa ini difungsikan sebagai alat semacam 'pengusiran setan', penolak makhluk halus yang konon mengganggu.

Bagi banyak orang, ondel-ondel mewakili roh jinak atau disimbolkan mendiang leluhur yang mengawasi penduduk lingkungan dan keluarga mereka. Selain itu, mengundang ondel-ondel untuk tampil di suatu upacara atau hajatan merupakan salah satu cara untuk melindungi para tamu dari kekuatan jahat.

Hasnaeni Moein dengan ondel-ondel di CFD Jakarta. (suara.com/Agung Shandy Lesmana)
Ilustrasi ondel-ondel. (suara.com/Agung Shandy Lesmana)

Walaupun sering dikatakan mitos, kepercayaan ini masih dipercaya oleh beberapa masyarakat. Oleh karena itu, masih ada beberapa yang menggunakan ondel-ondel masih mempraktikan cara-cara seperti yang dilakukan oleh leluhur. Selain itu, kepercayaan itu juga dianggap sebagai cara mempertahankan warisan budaya Betawi.

Diceritakan, dalam membuat konstruksi  ondel-ondel tidaklah sembarangan karena terdapat beberapa ritual terlebih dahulu. Kesenian yang terbuat dari anyaman bambu setinggi 2,5 meter dengan diameter sekitar 80 sentimeter ini, harus mempersembahkan sesajen seperti kemenyan dan tujuh jenis bunga untuk membuatnya.

Anyaman bambu yang digunakan dibuat untuk membuat cangkang ondel-ondel yang berongga, bagian muka diukir dengan indah dari kayu. Untuk bagian rambu rambut diolah dengan hati-hati dari daun pohon palem yang dikeringkan.

Mirip dengan ogoh-ogoh di Bali yang keluar pada malam Nyepi, ondel-ondel akan diarak keliling desa untuk mengusir kekuatan negatif. Bentuk ondel-ondel yang sedikit menyeramkan dikatakan sebagai gambaran makhluk jahat. Pola warna yang digunakan juga sebagai simbol kebaikan dan kejahatan.

Bentuk ondel-ondel laki-laki sering kali berwajah merah dan memakai kumis yang mengesankan, sedangkan perempuan berwajah putih dengan bibir merah cemberut mengingatkan pada geisha di Jepang. Kedua bagian dari pasangan bahagia ini mengenakan ikat kepala kembang kelapa yang runcing.

baca juga

Selain itu, pewarnaan pada ondel-ondel memiliki filosofi tersendiri. Ondel-ondel laki-laki memiliki wajah merah sebagai simbol kejahatan, sedangkan versi perempuan memiliki wajah putih sebagai simbol kekuatan yang baik.

Sejak tahun 1966 hingga 1977, fungsi ondel-ondel diubah oleh Ali Sadikin, Gubernur Jakarta. Penggunaannya kemudian diubah sebagai simbol Ibu Kota.  Wayang Betawi ini sejak saat itu tidak ada lagi tradisi atau ritual pawai keliling desa, melainkan digunakan sebagai perayaan yang meriah.

Saat ini ondel-ondel digunakan untuk menyambut tamu kehormatan, pada prosesi untuk upacara sunat atau pernikahan. Selain itu pertunjukkan ondel-ondel akan diiringi musik tanjidor atau gambang kromong.

Penulis: Fajar Ramadhan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bayar Pajak Kendaraan Saat Pandemi, Pakai Saja Aplikasi Si Ondel

Bayar Pajak Kendaraan Saat Pandemi, Pakai Saja Aplikasi Si Ondel

Jakarta | Jum'at, 25 September 2020 | 06:04 WIB

Cegah Covid-19, Bayar Pajak STNK di Jakarta Bisa Lewat Aplikasi Si Ondel

Cegah Covid-19, Bayar Pajak STNK di Jakarta Bisa Lewat Aplikasi Si Ondel

News | Selasa, 22 September 2020 | 17:44 WIB

Warga Resah, Pemkot Jaktim Buru Pengamen Ondel-ondel hingga Manusia Silver

Warga Resah, Pemkot Jaktim Buru Pengamen Ondel-ondel hingga Manusia Silver

News | Rabu, 09 September 2020 | 14:39 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×