alexametrics

Cara Mudah Mengelola Keuangan Keluarga, Cukup Lakukan 2 Hal Ini

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi
Cara Mudah Mengelola Keuangan Keluarga, Cukup Lakukan 2 Hal Ini
Ilustrasi menabung uang (Shutterstock)

Tugas mengelola keuangan keluarga biasanya dilakukan oleh ibu.

Suara.com - Peran ibu tidak hanya mengurus anggota keluarga, tapi juga bisa bertindak sebagai manajer keuangan. Itu sebabnya mengapa penting bagi seorang ibu untuk melek literasi keuangan, agar ia mampu mengelola keuangan keluarga.

Menyinggung soal keuangan keluarga, konsultan sekaligus perencana keuangan Prita Ghozie, mengatakan bahwa ada 2 hal yang perlu dilakukan ibu, yaitu rencana menabung dan rencana belanja.

"Sebetulnya, sebagai pengelola keuangan rumah tangga, para ibu tidak perlu panik dalam mengelola keuangan, yang terpenting dan harus dilakukan adalah menyusun rencana menabung dan rencana belanja," ujar Prita dalam siaran pers OVO yang diterima suara.com, Kamis (24/12/2020).

Rencana menabung dibagi lagi menjadi jangka pendek (digunakan kurang dari 5 tahun), jangka menengah (digunakan kurang dari 10 tahun), dan jangka panjang (digunakan di atas 10 tahun).

Baca Juga: Tips Mengelola Keuangan Rumah Tangga Selama Pandemi ala Indy Barends

Lalu, ibu perlu menyusun rencana belanja setiap bulannya, seperti biaya listrik, telepon, kredit, hingga biaya kebutuhan sehari-hari keluarga. Setelahnya, kata Prita, kuncinya tinggal disiplin menjalankan kedua rencana belanja dan tabungan itu.

"Berikutnya adalah disiplin dalam menjalankan rencana tersebut, karena dalam rumah tangga, seorang ibu itu bisa diibaratkan sebagai nakhoda yang harus mengelola arus keuangan keluarga. Dengan melakukan pengelolaan keuangan, termasuk sudah memiliki proteksi yang jelas bagi keluarga," terang Prita.

Selanjutnya, apabila para ibu memiliki bakat berbisnis atau tertular semangat berbisnis, itu juga bisa dimanfaatkan untuk menambah pemasukan tambahan, jadi solusi cerdas dan efektif di masa pandemi Covid-19 ini.

"Karena dengan semangat berbisnis, para ibu bisa memiliki penghasilan tambahan dari kegiatan yang disukainya, seperti memasak, atau membuat karya kerajinan yang banyak diperlukan oleh masyarakat saat ini. Saya sangat percaya bahwa satu perempuan cerdas akan melahirkan satu generasi cerdas," paparnya.

Perlu diingat, berdasarkan kebanyakan kasus yang dilaporkan kliennya, Prita menemukan mereka kesulitan mengatur pos pengeluaran setelah mendapatkan penghasilan tambahan.

Baca Juga: Kiat Daniel Mananta Mengelola Keuangan Selama Pandemi

“Ada yang merasa karena itu penghasilan tambahan, jadi bisa dipakai untuk hal-hal yang non prioritas. Karena itu, kami menyarankan agar mulai menginvestasikan penghasilan tambahan mereka untuk tujuan masa depan ke pilihan aset investasi jangka panjang seperti instrumen pasar modal," tutupnya.

Komentar