facebook

Pertama di Indonesia, Inovasi Sasa Hadirkan Tepung Bumbu Bervitamin

Vania Rossa
Pertama di Indonesia, Inovasi Sasa Hadirkan Tepung Bumbu Bervitamin
Chef Kongs, Paula Verhoeven, Albert Dinata, Susi Purnama, dan Chef Igo dalam peluncuran Sasa Tepung Bumbu Bervitamin. (Dok. Sasa)

Makan gorengan bisa lebih sehat berkat inovasi tepung bumbu bervitamin.

Suara.com - Masyarakat Indonesia sangat hobi makan gorengan. Tak hanya sebagai camilan, tapi juga sebagai lauk sehari-hari. Sebut saja, ayam goreng, tempe goreng, tahu goreng, jamur goreng, dan masih banyak lagi variasi gorengan lainnya. Hal inilah kemudian mendorong PT Sasa Inti, perusahaan lokal terdepan yang memproduksi bumbu dapur, berinovasi dan meluncurkan Sasa Tepung Bumbu bervitamin.

Selama ini, mengonsumsi gorengan sangat lekat dengan stigma tak sehat, dan menjadi pemicu berbagai masalah kesehatan. Namun di satu sisi, sangatlah sulit memisahkan gorengan dari menu harian masyarakat Indonesia.

Albert Dinata, GM Marketing PT Sasa Inti, menjelaskan bahwa sejalan dengan misi Sasa untuk menghadirkan kebahagiaan melalui makanan lezat yang mudah disajikan, Sasa memahami bahwa masyarakat Indonesia juga membutuhkan dukungan dalam pemenuhan kelengkapan nutrisi.

“Sasa telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia selama lebih dari 50 tahun. Selama itu pula kami melihat secara mendalam kesukaan masyarakat Indonesia akan gorengan sebagai bagian dari menu harian. Keseluruhan pemahaman tersebut berpadu dengan rasa tanggung jawab sosial Sasa kepada pelanggan setia kami dari tahun ke tahun. Kami ingin memberikan yang terbaik, semangat yang mendorong kami untuk terus berupaya menghadirkan inovasi kebaikan dalam sebuah gorengan," kata Albert dalam Peluncuran Sasa Tepung Bumbu Bervitamin secara virtual beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Aksi Baik Bocah Penjual Gorengan ke Kakek, Warganet: Sedekah Tak Harus Kaya

"Upaya tersebut kemudian membuahkan hasil dan melahirkan Sasa Tepung Bumbu bervitamin berlabel ‘Sasa Platinum Care+’ yang terfortifikasi dengan kandungan zat besi, zink, vitamin B2 dan B9, serta serat pangan, untuk penuhi nutrisi dan berikan manfaat kesehatan lebih lengkap,” katanya lebih lanjut.

Inovasi Sasa Hadirkan Tepung Bumbu Bervitamin. (Dok, Sasa)
Inovasi Sasa Hadirkan Tepung Bumbu Bervitamin. (Dok, Sasa)

Mengenai inovasi Sasa Tepung Bumbu bervitamin, Susi Purnama, Head of R&D PT Sasa Inti, menjelaskan lebih detail mengenai proses fortifikasi pada produk terbaru ini.

“Bagi sebagian orang, hidangan gorengan merupakan menu yang kerap dihindari karena dirasa prosesnya telah menghilangkan nutrisi baik bagi tubuh. Situasi ini kemudian coba kami perbaiki agar masyarakat tetap dapat menikmati makanan favorit namun juga tetap mendapat nutrisi baik," paparnya.

Diawali dengan riset penelitian mendalam pada konsumen, diskusi dengan para stakeholder yang memiliki sudut pandang dan visi misi positif bagi seluruh lapisan masyarakat, hingga penggunaan teknologi yang tepat, semua itu kemudian mengerucut pada proses lahirnya Sasa Tepung Bumbu bervitamin, sebuah inovasi yang memberikan hasil hidangan gorengan tetap bernutrisi, dengan kandungan gizi tidak hilang ketika melalui proses penggorengan.

"Langkah menjadi kian mantap ketika Sasa Tepung Bumbu bervitamin mendapatkan sertifikasi dari BPOM. Dan kini masyarakat Indonesia tetap dapat menikmati makanan gorengan kesukaan mereka, sekaligus mendapat kelengkapan gizi yang bermanfaat untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh, di samping manfaat lainnya,” kata Susi mengenai Sasa Tepung Bumbu bervitamin yang proses pengembangannya makan waktu hampir satu tahun.

Baca Juga: Temukan Hewan Nyangkut di Gorengan, Warganet: Ini Dimakan Nggak Apa-apa?

Tentu saja, dengan kelebihan nutrisi yang ditawarkan Sasa Tepung Bumbu bervitamin, membuat biaya produksi sedikit bertambah. Namun Sasa berkomitmen untuk selalu memberikan harga terbaik kepada masyarakat, terlebih di tengah kondisi pandemi seperti ini, di mana tak semua orang mampu menghadirkan produk sehat dan segar setiap hari untuk dikonsumsi.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar