alexametrics

Pekerjaan Rumah Tangga Digaji, Pria Ini Bayar Rp110 Juta ke Mantan Istri

Rima Sekarani Imamun Nissa | Amertiya Saraswati
Pekerjaan Rumah Tangga Digaji, Pria Ini Bayar Rp110 Juta ke Mantan Istri
Ilustrasi ibu rumah tangga [shutterstock]

Pasca cerai, sang pria diminta membayar kompensasi karena jarang membantu pekerjaan rumah tangga.

Suara.com - Pekerjaan sebagai ibu rumah tangga bukanlah hal yang mudah. Selain melelahkan, pekerjaan rumah tangga juga dilakukan secara cuma-cuma atau tanpa digaji.

Namun, lain halnya dengan pasangan suami-istri asal China ini. Sang pria yang bernama Chen diminta membayar 50 ribu yuan atau sekitar Rp 110 juta kepada mantan istrinya, Wang.

Melansir The Guardian, perintah untuk membayar gaji ibu rumah tangga itu dikeluarkan oleh pengadilan cerai sebagai kompensasi pekerjaan rumah tangga selama 5 tahun.

Berdasarkan hukum perdata terbaru di China, seseorang kini boleh meminta kompensasi dari pasangan saat bercerai.

Baca Juga: Suami Selingkuh saat Hamil Tua, Kisah Wanita Nafkahi 3 Anak Bikin Terharu

Kompensasi dapat diberikan kepada pihak yang lebih banyak bekerja mengawasi anak atau orang tua, hingga melakukan mayoritas pekerjaan rumah tangga.

Selama menikah, Chen sendiri hanya berfokus pada pekerjaan dan tidak pernah membantu merawat anak. Wang juga mengungkap bahwa mantan suaminya tidak pernah melakukan pekerjaan rumah tangga.

Ilustrasi konflik dalam rumah tangga. (Shutterstock)
Ilustrasi konflik dalam rumah tangga. (Shutterstock)

Pasangan ini menikah pada tahun 2015 silam, tapi berpisah tiga tahun kemudian. Wang memilih hidup berdua dengan anaknya meski belum resmi bercerai.

Tahun lalu, Chen akhirnya mengajukan permintaan perceraian. Wang setuju, tapi meminta pembagian aset serta kompensasi keuangan karena dirinya adalah ibu rumah tangga.

Selain dibayar Rp110 juta, Wang juga mendapat hak asuh atas anak mereka. Kemudian, Wang masih akan mendapat uang sebesar 2.000 yuan atau Rp4,3 juta per bulan.

Baca Juga: Viral Wanita Diselingkuhi Suami Saat Hamil Tua, Kini Sukses Nafkahi 3 Anak

Menurut hakim Feng Miao, pembagian properti adalah hal yang berhubungan dengan aset berwujud. Sementara, pekerjaan rumah tangga tidak bisa digabungkan ke dalam kategori tersebut.

Selain itu, pasangan yang tidak melakukan pekerjaan rumah tangga dianggap memiliki kesempatan lebih untuk mencapai kesuksesan pribadi. Akibatnya, pihak yang mengurus rumah tangga ikut dirugikan.

Ilustrasi. (Shutterstock)
Ilustrasi gaji. (Shutterstock)

Kasus ini sendiri menjadi yang pertama di China setelah hukum perdata baru disahkan. Meski begitu, kasus perceraian Chen dan Wang ini mendapat pro-kontra publik.

Dalam hubungan pernikahan heteroseksual di China, perempuan jauh lebih banyak melakukan pekerjaan rumah tangga dibandingkan laki-laki. Akibatnya, nominal uang kompensasi menjadi perdebatan.

Ada yang menganggap angka tersebut sudah cukup, tapi ada pula yang menyebutnya terlalu kecil. Sementara, ada pula yang berpendapat bahwa pekerjaan istri mengurus anak dan rumah tangga bukan sesuatu yang bisa dinilai dengan mudah dengan uang.

Komentar