Pekerjaan Rumah Tangga Digaji, Pria Ini Bayar Rp110 Juta ke Mantan Istri

Rima Sekarani Imamun Nissa, Amertiya Saraswati

Kamis, 25 Februari 2021 | 14:37 WIB
Pekerjaan Rumah Tangga Digaji, Pria Ini Bayar Rp110 Juta ke Mantan Istri
Ilustrasi ibu rumah tangga [shutterstock]

Suara.com - Pekerjaan sebagai ibu rumah tangga bukanlah hal yang mudah. Selain melelahkan, pekerjaan rumah tangga juga dilakukan secara cuma-cuma atau tanpa digaji.

Namun, lain halnya dengan pasangan suami-istri asal China ini. Sang pria yang bernama Chen diminta membayar 50 ribu yuan atau sekitar Rp 110 juta kepada mantan istrinya, Wang.

Melansir The Guardian, perintah untuk membayar gaji ibu rumah tangga itu dikeluarkan oleh pengadilan cerai sebagai kompensasi pekerjaan rumah tangga selama 5 tahun.

Berdasarkan hukum perdata terbaru di China, seseorang kini boleh meminta kompensasi dari pasangan saat bercerai.

Kompensasi dapat diberikan kepada pihak yang lebih banyak bekerja mengawasi anak atau orang tua, hingga melakukan mayoritas pekerjaan rumah tangga.

Selama menikah, Chen sendiri hanya berfokus pada pekerjaan dan tidak pernah membantu merawat anak. Wang juga mengungkap bahwa mantan suaminya tidak pernah melakukan pekerjaan rumah tangga.

Ilustrasi konflik dalam rumah tangga. (Shutterstock)
Ilustrasi konflik dalam rumah tangga. (Shutterstock)

Pasangan ini menikah pada tahun 2015 silam, tapi berpisah tiga tahun kemudian. Wang memilih hidup berdua dengan anaknya meski belum resmi bercerai.

Tahun lalu, Chen akhirnya mengajukan permintaan perceraian. Wang setuju, tapi meminta pembagian aset serta kompensasi keuangan karena dirinya adalah ibu rumah tangga.

Selain dibayar Rp110 juta, Wang juga mendapat hak asuh atas anak mereka. Kemudian, Wang masih akan mendapat uang sebesar 2.000 yuan atau Rp4,3 juta per bulan.

Menurut hakim Feng Miao, pembagian properti adalah hal yang berhubungan dengan aset berwujud. Sementara, pekerjaan rumah tangga tidak bisa digabungkan ke dalam kategori tersebut.

Selain itu, pasangan yang tidak melakukan pekerjaan rumah tangga dianggap memiliki kesempatan lebih untuk mencapai kesuksesan pribadi. Akibatnya, pihak yang mengurus rumah tangga ikut dirugikan.

Ilustrasi. (Shutterstock)
Ilustrasi gaji. (Shutterstock)

Kasus ini sendiri menjadi yang pertama di China setelah hukum perdata baru disahkan. Meski begitu, kasus perceraian Chen dan Wang ini mendapat pro-kontra publik.

Dalam hubungan pernikahan heteroseksual di China, perempuan jauh lebih banyak melakukan pekerjaan rumah tangga dibandingkan laki-laki. Akibatnya, nominal uang kompensasi menjadi perdebatan.

Ada yang menganggap angka tersebut sudah cukup, tapi ada pula yang menyebutnya terlalu kecil. Sementara, ada pula yang berpendapat bahwa pekerjaan istri mengurus anak dan rumah tangga bukan sesuatu yang bisa dinilai dengan mudah dengan uang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Haru! Sudah 29 Tahun Menikah, Pria Ini Masih Rajin Apresiasi Masakan Istri

Haru! Sudah 29 Tahun Menikah, Pria Ini Masih Rajin Apresiasi Masakan Istri

Lifestyle | Kamis, 25 Februari 2021 | 12:08 WIB

Wanita di Kampar Dianiaya Suami Gegara Habiskan Uang Belanja

Wanita di Kampar Dianiaya Suami Gegara Habiskan Uang Belanja

Riau | Kamis, 25 Februari 2021 | 11:14 WIB

Muncul Rumor Nissa Sabyan Pelakor Cuma Setingan, Warganet Tak Percaya

Muncul Rumor Nissa Sabyan Pelakor Cuma Setingan, Warganet Tak Percaya

Entertainment | Kamis, 25 Februari 2021 | 11:04 WIB

Terkini

Robi Syianturi Sabet Juara 1 Jakim 2026 Meski Sempat Berhenti saat Race untuk Sholat Subuh

Robi Syianturi Sabet Juara 1 Jakim 2026 Meski Sempat Berhenti saat Race untuk Sholat Subuh

Lifestyle | Senin, 15 Juni 2026 | 12:10 WIB

30 Ide Ucapan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah Penuh Doa, Cocok untuk WA dan Medsos

30 Ide Ucapan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah Penuh Doa, Cocok untuk WA dan Medsos

Lifestyle | Senin, 15 Juni 2026 | 12:05 WIB

Apa Itu Sepatu Lari Full Cushion? Ini 3 Rekomendasi Merek Lokal Pilihan Dokter Tirta

Apa Itu Sepatu Lari Full Cushion? Ini 3 Rekomendasi Merek Lokal Pilihan Dokter Tirta

Lifestyle | Senin, 15 Juni 2026 | 11:48 WIB

15 Kata-kata Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 448 H, Cocok untuk Caption dan Story WhatsApp

15 Kata-kata Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 448 H, Cocok untuk Caption dan Story WhatsApp

Lifestyle | Senin, 15 Juni 2026 | 11:43 WIB

Dari Kantor hingga Hangout, Tren Fashion Versatile Kian Digemari Perempuan Urban

Dari Kantor hingga Hangout, Tren Fashion Versatile Kian Digemari Perempuan Urban

Lifestyle | Senin, 15 Juni 2026 | 11:30 WIB

Mengapa Membuat Kerajinan dari Kain Bekas Bisa Membantu Memahami Krisis Lingkungan?

Mengapa Membuat Kerajinan dari Kain Bekas Bisa Membantu Memahami Krisis Lingkungan?

Lifestyle | Senin, 15 Juni 2026 | 11:30 WIB

Jadwal Piala Dunia 16-17 Juni 2026 sesuai WIB, Ada Prancis dan Argentina

Jadwal Piala Dunia 16-17 Juni 2026 sesuai WIB, Ada Prancis dan Argentina

Lifestyle | Senin, 15 Juni 2026 | 11:25 WIB

Parfum Fres yang Paling Wangi dan Tahan Lama Warna Apa? Ini 3 Varian Favorit dengan Ulasan Positif

Parfum Fres yang Paling Wangi dan Tahan Lama Warna Apa? Ini 3 Varian Favorit dengan Ulasan Positif

Lifestyle | Senin, 15 Juni 2026 | 10:57 WIB

16 Juni 2026 Libur Apa? Ini Panduan Cuti dari Pemerintah

16 Juni 2026 Libur Apa? Ini Panduan Cuti dari Pemerintah

Lifestyle | Senin, 15 Juni 2026 | 10:48 WIB

Patakbanteng Buktikan Bahwa Pariwisata Berkelanjutan Tidak Harus Korbankan Desa: Bagaimana Caranya?

Patakbanteng Buktikan Bahwa Pariwisata Berkelanjutan Tidak Harus Korbankan Desa: Bagaimana Caranya?

Lifestyle | Senin, 15 Juni 2026 | 10:46 WIB