Kompres Demam Air Hangat atau Dingin? Ini 5 Rekomendasi Plester Penurun Panas Praktis

Chyntia Sami Bhayangkara

Sabtu, 07 Maret 2026 | 14:02 WIB
Kompres Demam Air Hangat atau Dingin? Ini 5 Rekomendasi Plester Penurun Panas Praktis
rekomendasi plester penurun panas/ist

Suara.com - Saat anak atau anggota keluarga mengalami demam, banyak orang tua mencari cara praktis untuk membantu menurunkan suhu tubuh. Salah satu solusi yang sering digunakan adalah rekomendasi plester penurun panas yang mudah ditempel di dahi dan memberikan sensasi dingin dalam waktu cukup lama.

Selain menggunakan plester pendingin, metode kompres juga sering dilakukan di rumah. Banyak orang masih bertanya, kompres demam pakai air hangat atau dingin? Jawaban yang dianjurkan secara medis adalah menggunakan air hangat, karena membantu tubuh melepaskan panas secara bertahap.

Air dingin justru dapat membuat pembuluh darah menyempit sehingga panas tubuh sulit keluar. Kombinasi kompres hangat dan plester pendingin bisa membantu membuat penderita demam merasa lebih nyaman.

Berikut beberapa rekomendasi plester penurun panas yang cukup populer dan mudah ditemukan di apotek maupun toko online.

1. Pure Kids Fever Free Cooling Patch Gel

rekomendasi plester penurun panas
rekomendasi plester penurun panas

Plester penurun panas dari Pure Kids ini dikenal memiliki sensasi dingin yang cukup cepat terasa setelah ditempelkan di dahi. Produk ini menggunakan gel hidrofilik yang mampu menyimpan suhu dingin cukup lama sehingga membantu memberikan rasa nyaman bagi anak yang sedang demam.

Pure Kids Fever Free Cooling Patch Gel juga dirancang dengan bahan yang lembut dan tidak mudah lepas. Perekatnya cukup kuat namun tetap aman untuk kulit sensitif anak. Selain ditempel di dahi, beberapa orang tua juga menggunakannya di area leher atau ketiak untuk membantu meredakan panas tubuh.

Produk ini biasanya dijual sekitar Rp25 ribu per kemasan, tergantung jumlah lembar di dalamnya. Dengan harga yang cukup terjangkau, plester ini sering menjadi pilihan praktis saat anak mengalami demam ringan di rumah.

2. Bye Bye Fever Baby

rekomendasi plester penurun panas
rekomendasi plester penurun panas

Untuk bayi dan balita, banyak orang tua memilih produk yang memang dirancang khusus untuk kulit sensitif. Bye Bye Fever Baby merupakan salah satu plester pendingin yang cukup populer karena formulanya dibuat lebih lembut dan aman untuk bayi.

Plester ini mengandung gel pendingin yang mampu memberikan efek sejuk hingga sekitar 8 jam. Teksturnya tipis dan fleksibel sehingga mudah menyesuaikan bentuk dahi bayi tanpa terasa mengganggu. Selain itu, produk ini tidak mengandung obat sehingga aman digunakan bersamaan dengan obat penurun panas yang diresepkan dokter.

baca juga

Bye Bye Fever Baby biasanya dijual dengan harga sekitar Rp90 ribu per kemasan yang berisi beberapa lembar plester. Walaupun sedikit lebih mahal dibanding produk lain, kualitas bahan dan keamanan untuk bayi menjadi alasan banyak orang tua memilihnya.

3. Hansaplast Cooling Fever

rekomendasi plester penurun panas
rekomendasi plester penurun panas

Hansaplast dikenal luas sebagai merek produk perawatan luka, namun juga memiliki plester penurun panas yang cukup praktis digunakan. Hansaplast Cooling Fever dirancang untuk memberikan sensasi dingin yang cepat setelah ditempelkan pada dahi.

Teknologi gel pendingin pada plester ini membantu menyerap panas dari permukaan kulit sehingga memberikan rasa nyaman saat demam. Desainnya juga cukup tipis sehingga tidak terasa berat atau mudah lepas saat digunakan oleh anak maupun orang dewasa.

Produk ini biasanya dijual dengan harga sekitar Rp6 ribu per lembar, sehingga termasuk salah satu pilihan ekonomis di kategori rekomendasi plester penurun panas yang mudah ditemukan di apotek atau minimarket.

4. Termorex Patch 6 Plester

rekomendasi plester penurun panas
rekomendasi plester penurun panas

Pilihan lain yang cukup populer adalah Termorex Patch yang tersedia dalam kemasan berisi beberapa lembar plester. Produk ini menggunakan teknologi gel pendingin yang mampu mempertahankan sensasi sejuk selama beberapa jam setelah ditempelkan.

Keunggulan Termorex Patch terletak pada ukuran plester yang cukup besar sehingga dapat menutupi area dahi dengan baik. Perekatnya juga dirancang agar tidak mudah lepas meskipun penderita demam bergerak atau berkeringat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?

Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?

Health | Senin, 23 Februari 2026 | 07:05 WIB

Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN

Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN

Health | Jum'at, 13 Februari 2026 | 16:21 WIB

Perubahan Iklim Bikin Nyamuk DBD Makin Ganas, Dokter: Kini Bisa Berulang 2 Tahunan

Perubahan Iklim Bikin Nyamuk DBD Makin Ganas, Dokter: Kini Bisa Berulang 2 Tahunan

Health | Sabtu, 07 Februari 2026 | 17:15 WIB

Terkini

IHSG Terperangkap di Zona Merah, Ditutup ke Level 5.057

IHSG Terperangkap di Zona Merah, Ditutup ke Level 5.057

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:51 WIB

Honor Pad X10 Mini Mengandalkan Layar 90 Hz, Bodi Metal, dan Baterai untuk Aktivitas Seharian

Honor Pad X10 Mini Mengandalkan Layar 90 Hz, Bodi Metal, dan Baterai untuk Aktivitas Seharian

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:50 WIB

Review Burning: Tentang Misteri yang Mungkin Hanya Ada di Kepala Kita

Review Burning: Tentang Misteri yang Mungkin Hanya Ada di Kepala Kita

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:50 WIB

4 Rekomendasi HP 4 Jutaan Berlayar AMOLED, Urut dari Chipset Terpelan hingga Terkencang

4 Rekomendasi HP 4 Jutaan Berlayar AMOLED, Urut dari Chipset Terpelan hingga Terkencang

Tekno | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:48 WIB

Sempat Lumpuh Diterjang Banjir, Jalur PiningLokop Gayo Lues Aceh Akhirnya Bisa Dilalui

Sempat Lumpuh Diterjang Banjir, Jalur PiningLokop Gayo Lues Aceh Akhirnya Bisa Dilalui

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Review Buku Hidden Figures: Saat Kecerdasan Tidak Mengenal Ras dan Gender

Review Buku Hidden Figures: Saat Kecerdasan Tidak Mengenal Ras dan Gender

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai, Dedi Congor Dicegah ke Luar Negeri!

Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai, Dedi Congor Dicegah ke Luar Negeri!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:43 WIB

Menteri Wihaji: Mau Memperbaiki Negara? Perbaiki Dulu Keluarganya

Menteri Wihaji: Mau Memperbaiki Negara? Perbaiki Dulu Keluarganya

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:39 WIB

Pemerintah Mau Bangun Kawasan Industri di Pulau Kecil Maluku

Pemerintah Mau Bangun Kawasan Industri di Pulau Kecil Maluku

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:36 WIB

Tambang Emas Nabire: Izin Dicabut, Konsesi Diserahkan ke Antam, Nasib Warga Bagaimana?

Tambang Emas Nabire: Izin Dicabut, Konsesi Diserahkan ke Antam, Nasib Warga Bagaimana?

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:32 WIB

×