Bukti Cinta, Kakek Ini Selami Lautan Tiap Minggu Cari Istri yang Hilang

Risna Halidi, Dian Kusumo Hapsari

Jum'at, 12 Maret 2021 | 20:52 WIB
Bukti Cinta, Kakek Ini Selami Lautan Tiap Minggu Cari Istri yang Hilang
Ilustrasi: Bukti Cinta, Kakek Ini Selami Lautan Tiap Minggu Cari Istri yang Hilang

Suara.com - Tsunami yang melanda Onagaya di Fukushima Jepang, pada 2011 silam menyisakan banyak kisah duka dari para korban.

Salah satunya seperti yang dialami oleh Yasuo Takamatsu yang sudah hampir 10 tahun tidak berhasil menemukan sang istri tercinta, Yuko.

Dilansir dari Oddity Central, saat sang istri menghilang di hari kelabu itu, Yasuo mengaku sempat menerima satu SMS terakhir dari istrinya.

Bunyinya “Apakah kamu baik-baik saja? Aku ingin pulang ke rumah."

Sejak saat itu Yasuo mencoba mencari istrinya yang hilang dan tidak pernah berhenti sampai sekarang. Ia mencari mulai dari tepi sungai tempat terakhir sang istri terlihat.

Yasuo juga mencari sang istri di sepanjang pantai Onagawa, masuk ke hutan hingga naik ke pegunungan terdekat.

Setelah dua tahun pencarian yang tak membuahkan hasil, Yasuo akhirnya menghubungi toko selam setempat untuk meminta belajar menyelam. Dengan begitu, ia berharap bisa mencari sang istri di dalam lautan.

Yasuo diketahui telah melakukan penyelaman mingguan selama tujuh setengah tahun terakhir atau sekitar 500 pencarian bawah laut.

Yasuo Takamatsu telah dibantu dalam pencarian bawah airnya oleh Masayoshi Takahashi, seorang instruktur selam yang mengajarinya menyelam.

baca juga

Dia telah melacak penelusuran Yasuo, mencatat area mana yang telah dia sisir, kedalaman apa yang dia selami, bentuk dari setiap penelusuran, dll.

Terlepas dari upaya gabungan mereka, tidak ada petunjuk tentang nasib sang istri bernama Yuko hingga saat ini.

"Saya selalu berpikir bahwa dia mungkin berada di suatu tempat di dekatnya," cerita Yasuo yang kini berusia 64 tahun kepada Associated Press.

Ia menambahkan bahwa ia akan terus mencari sang istri selama tubuhnya masih bisa bergerak.

Terlepas dari penyelaman mingguannya, lelaki berusia 64 tahun itu juga bergabung dengan pihak berwenang setempat dalam pencarian bawah laut untuk 2.500 orang yang masih belum ditemukan setelah tsunami 2011.

Dalam pencariannya, Yasuo Takamatsu telah menemukan segala macam barang milik orang hilang, tapi tidak ada yang bisa membantu menutup pencariannya selama satu dekade.

Dia menolak untuk menyerah. Setiap minggu, dia mengenakan pakaian selam dan mempertaruhkan nyawanya untuk mencari kekasihnya.

"Di SMS terakhir yang dia kirimkan kepada saya, dia berkata, 'Kamu baik-baik saja? Saya ingin pulang'. Aku yakin dia masih ingin pulang," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dikira Punya Gangguan, Seorang Kakek Ternyata Lakukan Ini untuk Cari Nafkah

Dikira Punya Gangguan, Seorang Kakek Ternyata Lakukan Ini untuk Cari Nafkah

Hits | Jum'at, 12 Maret 2021 | 14:21 WIB

Polisi Usut Kematian Kakek yang Tersangkut di Pagar Stasiun Lenteng Agung

Polisi Usut Kematian Kakek yang Tersangkut di Pagar Stasiun Lenteng Agung

Jakarta | Jum'at, 12 Maret 2021 | 13:47 WIB

Diduga Hendak Nyeberang, Kakek Tewas Tersangkut di Pagar Stasiun Lenteng

Diduga Hendak Nyeberang, Kakek Tewas Tersangkut di Pagar Stasiun Lenteng

Jakarta | Jum'at, 12 Maret 2021 | 13:35 WIB

Terkini

Merawat Budaya, Menggerakkan Ekonomi: Perjalanan Kemiren Bersama Astra

Merawat Budaya, Menggerakkan Ekonomi: Perjalanan Kemiren Bersama Astra

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:16 WIB

BNPB Instruksikan 8 Langkah Penanganan Gempa M 7,7 di NTT

BNPB Instruksikan 8 Langkah Penanganan Gempa M 7,7 di NTT

Sumut | Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:16 WIB

BRI Peduli Hadir untuk Korban Gempa Flores, Salurkan Bantuan dan Dukung Pemulihan

BRI Peduli Hadir untuk Korban Gempa Flores, Salurkan Bantuan dan Dukung Pemulihan

Bekaci | Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:15 WIB

BRI Peduli Respons Cepat Gempa Flores, Bantuan Disalurkan ke Maumere dan Mbay

BRI Peduli Respons Cepat Gempa Flores, Bantuan Disalurkan ke Maumere dan Mbay

Surakarta | Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:13 WIB

Persebaya vs Penang FC Jadi Ajang Rotasi Pemain, Apa Target Bernardo Tavares?

Persebaya vs Penang FC Jadi Ajang Rotasi Pemain, Apa Target Bernardo Tavares?

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:10 WIB

Bantu Warga Terdampak Gempa Flores, Relawan BRI Peduli Salurkan Kebutuhan Pokok

Bantu Warga Terdampak Gempa Flores, Relawan BRI Peduli Salurkan Kebutuhan Pokok

Malang | Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:03 WIB

Gempa Guncang Flores, BRI Peduli Sigap Bantu Warga dan Dukung Pemulihan Pascabencana

Gempa Guncang Flores, BRI Peduli Sigap Bantu Warga dan Dukung Pemulihan Pascabencana

Jatim | Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:00 WIB

Novel Celebrity Wedding, Pernikahan Kontrak Antara Akuntan Publik dan Musisi

Novel Celebrity Wedding, Pernikahan Kontrak Antara Akuntan Publik dan Musisi

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:00 WIB

SBY Minta Maaf, Ungkap Alasan Absen Upacara HUT RI ke-81

SBY Minta Maaf, Ungkap Alasan Absen Upacara HUT RI ke-81

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 15:59 WIB

BRI Peduli Bergerak Cepat Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Bumi Flores NTT

BRI Peduli Bergerak Cepat Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Bumi Flores NTT

Bogor | Minggu, 16 Agustus 2026 | 15:57 WIB

×