alexametrics

Terlalu Sering Berhubungan Seks Bikin Vagina Kendur, Mitos atau Fakta?

Vania Rossa | Dian Kusumo Hapsari
Terlalu Sering Berhubungan Seks Bikin Vagina Kendur, Mitos atau Fakta?
Ilustrasi tren memutihkan vagina. (Shutterstock)

Vagina sesungguhnya merupakan sekumpulan otot yang elastis.

Suara.com - Ada beberapa mitos dan kesalahpahaman seputar vagina, yang sayangnya, banyak orang mempercayainya! Berapa banyak dari kita yang merasa vagina akan kendur jika terlalu banyak berhubungan seks?

Bahkan, tak sedikit orang yang berpikir bahwa vagina tidak kencang merupakan petunjuk bahwa seorang perempuan sudah tidak perawan! Wah, sebuah kerugian bagi perempuan, kan?

Apapun mitos yang beredar, dilansir melalui Healthshots, ketahuilah bahwa vagina tidak akan kendur meski sering melakukan hubungan seks. Itu karena vagina elastis dan cukup akomodatif.

Para ahli percaya bahwa kata 'longgar' bukanlah cara yang tepat untuk menggambarkan vagina, karena itu terdiri dari berbagai otot yang dapat mengencang dan mengendur berdasarkan kondisi.

Baca Juga: Jangan Asal, Posisi Seks Ini Bisa Sebabkan Penis Cedera!

Cara Kerja Vagina
Saat Anda terangsang atau benar-benar terangsang, otot dasar panggul Anda mengendur. Jika Anda tidak terangsang lagi, otot tersebut akan mengencang lagi.

Ada alasan tertentu mengapa otot dasar panggul Anda tidak dapat mengencang dan mengendur secara maksimal.

Penyebab pertama adalah persalinan, kemudian disusul dengan menopause, cedera traumatis, dan kanker serviks. Dalam kebanyakan kasus, kekuatan otot vagina dapat ditingkatkan dengan bantuan senam kegel atau terapi fisik otot dasar panggul.

Otot panggul yang melemah juga bisa menyebabkan inkontinensia urin atau feses, dan itu perlu Anda waspadai. Yang terbaik adalah segera berkonsultasi dengan dokter Anda.

Dan bila memang terjadi kelemahan pada otot panggul, Anda tidak perlu khawatir.

Baca Juga: Tak Terima Dilarang Berhubungan Seks, Pria Ini Bakar Mobil Kakak Pacarnya

Faktanya, semua mitos ini telah diciptakan oleh masyarakat. Dan mitos ini hanya membuat para wanita merasa tidak nyaman dengan seksualitas mereka.

Komentar