alexametrics

Bisakah Seseorang Memiliki Lebih dari 150 Teman dalam Hidupnya?

Risna Halidi | Aflaha Rizal Bahtiar
Bisakah Seseorang Memiliki Lebih dari 150 Teman dalam Hidupnya?
Ilustrasi berteman dengan banyak orang afl(Pixabay.com/Free-Photos/9091 images)

Robin Dunbar yang merupakan antropolog Inggris, berteori bahwa manusia tidak bisa memiliki lebih dari 150 orang teman. Benar demikian?

Suara.com - Lewat sebuah penelitian yang dilakukan pada 1993, Robin Dunbar yang merupakan antropolog Inggris, berteori bahwa manusia tidak bisa memiliki lebih dari 150 orang teman.

Teori tersebut coba dibantah oleh hasil penelitian dari Universitas Stockholm lewat studi yang terbit di Bology Letter beberapa pekan lalu. Dikatakan, seseorang bisa memiliki banyak teman asal mereka mau berusaha.

Dilansir dari CNA Lifestyle, penulis studi bernama Johan Lind mengungkap seseorang bisa menjadi lebih baik jika bisa menjalin hubungan dengan banyak orang.

"Kita dapat mempelajari jika kita bisa terhubung dengan banyak orang. Tentu kita akan menjadi lebih baik dalam menjalin hubungan dengan banyak orang,” ungkapnya.

Baca Juga: Momen Cewek Dapat Kado Uang dari Teman, Nominalnya Bikin Insecure

Lewat penelitian sebelumnya yang dilakukan Robin Dunbar, ia mempelajari binatang monyet dan kera, lewat ukuran neokorteks di bagian otak yang bertanggung jawab atas pikiran sadar di mana ukuran ini menentukan tempat mereka tinggal.

Neokorteks pada manusia bahkan lebih besar jika dibandingkan monyet dan kera yang rata-rata 150.

Lewat studi baru ini, Lind dan timnya menggunakan kumpulan data lewat metode statistik yang diperbarui, juga menemukan bahwa ukuran neokorteks tidak membatasi jumlah koneksi.

Namun, Lind menemukan bahwa ukuran tersebut tidak memiliki batas dalam menjalin hubungan relasi.

Dalam sebuah wawancara, Dunbar yang merupakan profesor psikologi dari Universitas Oxford, membela penelitannya.

Baca Juga: Nikita Mirzani Terpukul, Lihat Jenazah Sudah Berada di Peti

Ia mengatakan, para peneliti dari Universitas Stockholm melakukan uji analisis statistik yang cacat dalam memahami hubungan antarmanusia.

Komentar