Wanita Ini Bekerja Memeluk Orang Asing, Bayarannya Capai Rp1,4 Juta per Jam

Arendya Nariswari, Amertiya Saraswati

Jum'at, 18 Juni 2021 | 15:02 WIB
Wanita Ini Bekerja Memeluk Orang Asing, Bayarannya Capai Rp1,4 Juta per Jam
Ilustrasi Memeluk Orang Asing (shutterstock)

Suara.com - Seorang wanita dibayar mahal untuk melakukan pekerjaan unik memeluk orang asing. Wanita tersebut bahkan mengungkap jika ia sering mendapat permintaan aneh dari klien.

Keeley Shoup adalah wanita asal Amerika yang sudah bekerja sebagai professional cuddler selama 7 tahun. Pekerjaannya tersebut dikhususkan kepada orang-orang yang pernah mengalami kekerasan atau trauma.

Menyadur Daily Star, Keeley dibayar USD 100 per jam atau sekitar Rp1,4 juta. Selain itu, Keeley mengizinkan kliennya membuat aneka permintaan unik saat pelukan.

"Aku suka mendapat permintaan aneh, itu artinya orang tersebut percaya padaku dan mau memberitahu apa yang mereka inginkan," ungkap Keeley soal pekerjaannya.

"Itu artinya aku bisa menciptakan ruang yang aman dan mereka tidak merasa akan dihakimi. Aku suka itu. Aku ingin mereka punya tempat di mana mereka tidak merasa dihakimi," tambahnya.

Dibayar Rp 1,4 Juta per Jam, Wanita Ini Bekerja Memeluk Orang Lain (instagram.com/chicagocuddletherapy)
Dibayar Rp 1,4 Juta per Jam, Wanita Ini Bekerja Memeluk Orang Lain (instagram.com/chicagocuddletherapy)

Menurut Keeley, kliennya bebas meminta melakukan apa saja asal tidak melanggar aturan. Keeley juga menetapkan batasannya sendiri.

Selain itu, wanita ini menegaskan bahwa semua permintaan diterima asal tidak berbau seksual atau provokatif.

"Aku pernah (diminta) menggelitik klien sebelumnya. Itu adalah sesuatu yang tidak biasa. Aku pernah membacakan buku anak-anak, karena mereka ingin merasa diperhatikan seperti itu," jelasnya.

Wanita ini juga menjelaskan bahwa kebanyakan kliennya takut jika membuat permintaan yang dianggap seksual. Di sisi lain, ada pula klien yang meminta hal seksual dan harus ditolak.

baca juga
Dibayar Rp 1,4 Juta per Jam, Wanita Ini Bekerja Memeluk Orang Lain (instagram.com/chicagocuddletherapy)
Dibayar Rp 1,4 Juta per Jam, Wanita Ini Bekerja Memeluk Orang Lain (instagram.com/chicagocuddletherapy)

Terlepas dari permintaan unik dari para klien, wanita ini tetap senang bekerja memeluk orang asing. Tak cuma dibayar mahal, Keeley juga mengungkap bahwa pekerjaan itu tak membuatnya stres.

"Aku melakukannya karena aku sangat menyukainya. Aku menghabiskan sedikit energi dan tidak perlu mengatur waktu tidur atau makan."

"Tidak ada hal lain yang ingin kulakukan. Aku ingin memeluk orang lain sepanjang waktu, selalu. Aku punya kapasitas besar untuk hal ini," tambahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cewek Ini Buka Lowongan Kerja, Syaratnya Bukan Gemini

Cewek Ini Buka Lowongan Kerja, Syaratnya Bukan Gemini

Lifestyle | Jum'at, 18 Juni 2021 | 13:34 WIB

Ternyata Pernah Basa-basi Ditanya 'Kapan Kerja', Begini Tanggapan Maudy Ayunda

Ternyata Pernah Basa-basi Ditanya 'Kapan Kerja', Begini Tanggapan Maudy Ayunda

Lifestyle | Kamis, 17 Juni 2021 | 20:57 WIB

WHO: Kerja Lebih dari 55 Jam per Minggu Picu Kematian Dini

WHO: Kerja Lebih dari 55 Jam per Minggu Picu Kematian Dini

Health | Kamis, 17 Juni 2021 | 19:41 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×