Masih Terpantau Ramai saat Pandemi, Mengenal Sejarah Upacara Yadnya Kasada di Gunung Bromo

Arendya Nariswari

Selasa, 29 Juni 2021 | 07:47 WIB
Masih Terpantau Ramai saat Pandemi, Mengenal Sejarah Upacara Yadnya Kasada di Gunung Bromo
Pandemi Tak Menghalangi Berlangsungnya Upacara Yadnya Kasada di Gunung Bromo. (Instagram/@cetul22.

Suara.com - Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pada 2021 ini perayaan Ritual Kasada terpantau lebih sepi. Guna mengantisipasi penyebaran Covid-19, Ritual Kasada hanya dikhususkan untuk warga Suku Tengger saja.

Kendati demikian, dari foto serta video yang diunggah ke berbagai media sosial, Ritual Kasada, Sabtu (26/6/2021) di kawah Gunung Bromo tetap tampak ramai.

Namun yang berbeda kali ini, Ritual Yadnya Kasada dilaksanakan secara tertutup untuk para wisatawan.

Biasanya Ritual Yadnya Kasada menjadi daya tarik tersendiri bagi hadirnya ribuan wisatawan di Gunung Bromo.

Upacara Yadnya Kasada di Gunung Bromo. (Instagram/@cetul.22)
Upacara Yadnya Kasada di Gunung Bromo. (Instagram/@cetul.22)

Ritual Yadnya Kasada di tengah pandemi tentu menjadi berbeda. Beberapa warga sekitar Gunung Bromo tampak memakai masker sembari menjaring hasil bumi yang dilemparkan.

Ritual Yadnya Kasada sendiri merupakan upacara tradisional Hindu Tengger yang dilaksanakan setiap bulan Kasada hari ke-14.

Pada ritual itu, Suku Tengger akan melarung aneka persembahan atau sesaji berupa hasil tanik, ternak hingga makanan sebagai persembahan untuk Dewa Brahma.

Hal ini juga menjadi wujud rasa syukur kepada Sang Hyang Widi sekaligus meminta berkah dan minta untuk dijauhkan dari malapetaka.

Perayaan Yadnya Kasada sendiri asal usulnya didasarkan pada legenda kuno Roro Anteng dan Joko Seger.

baca juga
Upacara Yadnya Kasada di Gunung Bromo. (Instagram/@cetul.22)
Upacara Yadnya Kasada di Gunung Bromo. (Instagram/@cetul.22)

Ketika kerajaan Majapahit jatuh, pasangan itu berlindung di lereng atas Gunung Bromo. Bertahun-tahun menikah, keduanya belum dikaruniai momongan.

Hingga akhirnya mereka berdua bersemedi di Bromo dan memohon bantuan dewa gunung. Akhirnya para dewa memberikan 24 anak kepada keduanya.

Namun dengan syarat, kelak anak ke-25 harus dibuang ke gunung berapi sebagai wujud pengorbanan manusia.

Pada akhirnya tradisi mempersembahkan korban demi menenangkan para dewa dipatuhi dan berlanjut.

Perbedaanya, kekinian tradisi terus berlanjut tanpa pengorbanan manusia melainkan hasil ternak seperti kambing ayam atau sayuran sebagai gantinya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Upacara Yadnya Kasada di Kawah Gunung Bromo

Upacara Yadnya Kasada di Kawah Gunung Bromo

Foto | Minggu, 27 Juni 2021 | 05:20 WIB

Mengenal Ritual Kematian Entas-entas dari Suku Tengger Jawa Timur

Mengenal Ritual Kematian Entas-entas dari Suku Tengger Jawa Timur

Jatim | Jum'at, 25 Juni 2021 | 11:13 WIB

Bromo Ditutup Selama Yadnya Kasada Tiga Hari

Bromo Ditutup Selama Yadnya Kasada Tiga Hari

Malang | Rabu, 23 Juni 2021 | 18:12 WIB

Terkini

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×