Survei: Kuliah Daring Punya Kelebihan Di Mata Mahasiswa, Apa Itu?

Vania Rossa, Aflaha Rizal Bahtiar

Kamis, 15 Juli 2021 | 19:03 WIB
Survei: Kuliah Daring Punya Kelebihan Di Mata Mahasiswa, Apa Itu?
Ilustrasi kuliah daring (foto by Julia M Cameron/pexels.com)

Suara.com - Di masa pandemi, kuliah daring menjadi tantangan bagi para mahasiswa. Memang tidak mudah menjalani kuliah daring, terutama dengan adanya kendala kesulitan jaringan yang bisa dirasakan oleh mahasiswa yang tinggal di daerah.

Lewat survei Pusat Inovasi dan Kajian Akademi Universitas Gajah Mada, Kepala Pusat Litbang Diklat Kementerian Agama Prof. Dr. M. Arskal Salim mengatakan tidak semua pengajar bisa beradaptasi di situasi pandemi saat belajar mengajar.

“Materi kuliah daring yang disampaikan dosen itu 85 persen cukup positif. Dan ini tidak semua dosen bisa beradaptasi menggunakan fitur digital lewat proses pembelajaran,” ungkapnya pada acara ALE EDU DAY 2021, Kamis (15/7/2021).

Pemahaman mahasiswa saat mengikuti kuliah daring, ia menyebut, ada 66,9 persen yang mampu memahami materi. Sedangkan, 33,1 persen mahasiswa kurang memahami materi yang disampaikan.

“Tentu ini ada faktornya, seperti kualitas internet dan tidak semua mahasiswa tinggal di kota besar,” ungkapnya lebih lanjut.

Namun, dikatakan bahwa kuliah daring juga memiliki kelebihan di mata mahasiswa. Yakni 80 persen tidak perlu persiapan datang ke kampus. Selain itu, mahasiswa juga mengapresiasi adanya waktu yang fleksibel saat kuliah daring. Hal ini membuat mahasiswa bisa lebih santai.

“Kita bisa lihat sendiri bagaimana mahasiswa dengan pakaiannya, duduk di kursi, sofa, atau tempat yang bisa bikin mereka nyaman,” lanjutnya.

Arskal Salim mengatakan bahwa mahasiswa yang mengikuti kuliah daring, lewat hasil survei tersebut, dikatakan mereka memiliki pengalaman yang baru. Salah satunya materi yang bisa terdokumentasi dan dipelajari ulang kembali.

“Sebanyak 47,7 persen mahasiswa punya pengalaman baru, salah satunya materi bisa terdokumentasi karena ada rekamannya. Juga efisiensi waktu dan juga biaya, karena di antara mahasiswa ada yang merasa keberatan, meski pemerintah sudah memberikan subsidi pembelajaran daring,” ungkapnya.

baca juga

“Karena proses pembelajaran daring seperti ini, sebanyak 26,8 persen mahasiswa lebih berani bertanya dan berdiskusi,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kritik Pemerintah Soal Penanganan Pandemi, Aliansi Mahasiswa UGM Berkirim Berita Duka Cita

Kritik Pemerintah Soal Penanganan Pandemi, Aliansi Mahasiswa UGM Berkirim Berita Duka Cita

Jogja | Kamis, 15 Juli 2021 | 18:17 WIB

Polemik Impor Warga Negara Asing ke Indonesia

Polemik Impor Warga Negara Asing ke Indonesia

Your Say | Kamis, 15 Juli 2021 | 17:21 WIB

Bikin Heboh, Ini 18 Nama Kampus di Bogor 'Minta Ongkos' ke Polisi

Bikin Heboh, Ini 18 Nama Kampus di Bogor 'Minta Ongkos' ke Polisi

Bogor | Kamis, 15 Juli 2021 | 12:57 WIB

Terkini

Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional

Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:30 WIB

4 Pesona Surgawi Bhutan, Ada Proyek Pembangunan 108 Stupa dalam Sehari yang Bikin Takjub!

4 Pesona Surgawi Bhutan, Ada Proyek Pembangunan 108 Stupa dalam Sehari yang Bikin Takjub!

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:28 WIB

Kiprah Heyzer Harsono, Sosok di Balik Samator Indo Gas dan Voli Nasional

Kiprah Heyzer Harsono, Sosok di Balik Samator Indo Gas dan Voli Nasional

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:26 WIB

10 Pelaku UMKM Difabel di Palu Terima Bantuan Modal Usaha

10 Pelaku UMKM Difabel di Palu Terima Bantuan Modal Usaha

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:20 WIB

Urutan Skincare Pasca Pico Laser agar Flek Hitam Tidak Menghitam Lagi

Urutan Skincare Pasca Pico Laser agar Flek Hitam Tidak Menghitam Lagi

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:20 WIB

Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya

Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:19 WIB

Sisi Gelap Solo Traveling yang Gak Ada di Algoritma Instagram, Perempuan Wajib Tahu!

Sisi Gelap Solo Traveling yang Gak Ada di Algoritma Instagram, Perempuan Wajib Tahu!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:17 WIB

Hujan Mulai Turun, Ahmad Luthfi Optimis Target Produksi Padi Jateng 2026 Tercapai

Hujan Mulai Turun, Ahmad Luthfi Optimis Target Produksi Padi Jateng 2026 Tercapai

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:10 WIB

Menguak Andil Manusia, Benarkah Kepunahan Keenam akan Segera Tiba?

Menguak Andil Manusia, Benarkah Kepunahan Keenam akan Segera Tiba?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:10 WIB

Berapa Harga Jual Maksimal Beras SPHP ? Bulog Awasi Pengoplosan di Kendari

Berapa Harga Jual Maksimal Beras SPHP ? Bulog Awasi Pengoplosan di Kendari

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:09 WIB

×