alexametrics

Tiga Komponen yang Bisa Bikin Desa Wisata Makin Go Digital

Risna Halidi
Tiga Komponen yang Bisa Bikin Desa Wisata Makin Go Digital
Ilustrasi desa wisata. (Envato)

Indonesia telah mengembangkan banyak desa wisata di daerah-daerah yang telah lama dikenal oleh pelancong dalam dan luar negeri.

Suara.com - Indonesia telah mengembangkan banyak desa wisata di daerah-daerah yang telah lama dikenal oleh pelancong dalam dan luar negeri.

Kekinian, perusahan Total Solutions Information and Communication Technology (ICT) Lintasarta, mendorong pemerintah daerah untuk menggunakan teknologi digital dan membangun Desa Wisata berbasis Smart City dan Smart Tourism.

Ini, kata Presiden Direktur Lintasarta Arya Damar, sangat diperlukan guna memudahkan turis dalam mengakses wilayah pariwisata yang pada akhirnya dapat meningkatkan ekonomi daerah dari waktu ke waktu.

“Selama ini, komitmen pemerintah dan operator untuk membangun akses komunikasi dan Internet sangat serius. Maka itu, mari berkolaborasi bersama untuk membangun pariwisata ekonomi Indonesia menjadi lebih pintar, kota demi kota, dan kita tingkatkan aktivitasnya bersama-sama, ” katanya saat berbicara dalam Talk Show bertajuk 'Memacu Pariwisata, Membangun Ekonomi Daerah' pada Investor Daily Summit 2021, Kamis (15/7/2021).

Baca Juga: Raih Rekor MURI, Menteri Sandiaga Uno Sebut Gara-Gara Datsun Go

Dalam sesi pemaparan, Arya Damar menyampaikan bagaimana Teknologi, Informasi, dan Komunikasi telah menjadi komponen utama yang dibutuhkan untuk memasarkan industri pariwisata kepada masyarakat secara lebih luas.

Pada dasarnya, kata Arya, ICT sangat berperan dalam kemajuan pariwisata Indonesia yang mencakup tiga komponen yakni infrastruktur, digitalisasi, dan Smart City.

Untuk komponen infrastuktur, pemerintah telah membangun infrastruktur ICT hingga menjangkau daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Hal ini dilakukan melalui pembangunan infrastruktur BTS 4G dan VPS oleh Kominfo untuk melayani aplikasi terpusat kota dan kabupaten (shared-service infrastructure).

“Setelah infrastruktur dikembangkan, maka selanjutnya adalah mendorong digitalisasi,” tegas Arya.

Kedua, mendorong digitalisasi yang diperlukan untuk meningkatkan pembangunan ekonomi daerah melalui penggunaan teknologi digital. Misalnya, penggunaan QRIS untuk pembayaran tanpa kontak fisik (contactless payment), e-Perijinan, e-Planning, e-UMKM, e-Tourism, dan e-Farmer.

Baca Juga: Terhimpit di Tengah Pandemi, Kusir Andong di Jogja Terpaksa Jual Kuda untuk Bertahan Hidup

Ketiga, Smart City. Lewat sistem Kota Cerdas mampu meningkatkan pelayanan dan menjadi alat bantu bagi para pembuat kebijakan (data driven decision making). Konsep Smart City juga mencakup implementasi business intelligence atau big data, melakukan data sharing yang dapat digunakan komunitas pengembang.

Komentar