Bangkitkan Pariwisata Indonesia, Epidemiolog Minta Ada Seleksi Calon Wisatawan Asing

M. Reza Sulaiman Suara.Com
Jum'at, 16 Juli 2021 | 14:35 WIB
Bangkitkan Pariwisata Indonesia, Epidemiolog Minta Ada Seleksi Calon Wisatawan Asing
Sejumlah wisatawan asing mengunjungi Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (12/8).

Suara.com - Pandemi Covid-19 membuat sektor pariwisata Indonesia ambruk akibat berkurangnya jumlah wisatan asing yang datang.

Padahal menurut Kepala Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI), Masdalina Pane, sektor pariwisata tidak harus tutup dan tetap bisa beroperasi dengan syarat-syarat khusus.

"Apa wisata harus tutup? Tidak. Tapi Jangan dibikin murah dan murahan," ujar Masdalina dalam FGD Suara.com, dengan tema PPKM Darurat Apakah Hanya Sekadar Memaksa Warga Diam di Rumah, Kamis (15/7/2021).

Ia mengkritisi pembukaan pintu internasional bagi wisatawan asing yang tidak memiliki kapital, atau biasa disebut sebagai backpacker.

Menurutnya, wisatawan asing dengan kapital dan modalitas rendah inilah yang memperburuk kondisi ekonomi para pelaku pariwisata.

Sebab, mereka berpotensi membawa masuk virus Corona dari luar negeri namun dengan gaya hidup yang serba hemat, tidak membelanjakan uangnya di Indonesia.

Sejumlah wisatawan asing mengunjungi Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (12/8).
Sejumlah wisatawan asing mengunjungi Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (12/8).

"Mereka mempercepat transimisi (penularan virus -red), sementara uang dari mereka berapa? kecil sekali," tuturnya.

Daripada membuka pinte internasional bagi wisatawan asing yang tidak memiliki uang, ia menyarankan ada seleksi khusus agar sektor pariwisata tetap berjalan.

Misalnya, wisatawan asing yang ingin ke Indonesia diwajibkan memiliki asuransi internasional dan menyewa kamar di hotel berbintang selama minimal dua pekan, dengan protokol kesehatan ketat.

Baca Juga: Disparbud Bandung Barat Pesimis Bisa Kasih Kompensasi Biaya Perawatan Tempat Wisata

"Jadi nanti kalau mereka sakit atau positif, sudah ada asuransi yang tangani, sudah ada tempat isolasi mandirinya," paparnya.

Bagaimana dengan wisatawan domestik alias pelancong lokal? Menurut Masdalina, wisata dalam negeri juga bisa dilakukan dengan mudah.

Taman kota misalnya, bisa dibuka gratis untuk penduduk dengan pengawasan langsung oleh petugas. Sehingga berwisata bisa dilakukan dengan aman, nyaman, dan sesuai protokol kesehatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tes Keterampilan Berpolitik ala Tokoh Sejarah, Kamu Titisan Genghis Khan atau Figur Lain?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Karakter SpongeBob SquarePants yang Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Merk HP yang Sesuai Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jika Hidupmu adalah Film, Kamu si Tokoh Antagonis, Protagonis atau Cuman Figuran?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mie Apa yang Kamu Banget? Temukan Karakter Aslimu
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Benar-benar Asli Orang Jogja atau Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Warna Helm Motor Favorit Ungkap Karakter Pasangan Ideal, Tipe Mana Idamanmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kim Seon-ho atau Cha Eun-woo? Cari Tahu Aktor Korea yang Paling Cocok Jadi Pasanganmu!
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI