alexametrics

Miris, Influencer Ini Tewas karena Infeksi setelah Lakukan 3 Prosedur Oplas Sekaligus

Arendya Nariswari | Amertiya Saraswati
Miris, Influencer Ini Tewas karena Infeksi setelah Lakukan 3 Prosedur Oplas Sekaligus
Ilustrasi operasi plastik. (Pixabay)

Prosedus oplas sedot lemak tersebut membuatnya mengalami infeksi pada kulit.

Suara.com - Prosedur oplas atau operasi plastik menjadi salah satu cara yang dipilih untuk mengubah penampilan diri. Meski begitu, operasi plastik memiliki berbagai risiko hingga dapat menyebabkan kematian.

Belum lama ini, seorang influencer asal China meninggal dunia setelah melakukan prosedur sedot lemak dan operasi pembesaran payudara di sebuah klinik bernama Huayan Medical Cosmetics.

Melansir South China Morning Post, influencer fashion 33 tahun bernama Dai tersebut lebih dikenal dengan panggilan Xiao Ran.

Pada tanggal 2 Mei, Xiao Ran melakukan oplas untuk menghilangkan lemak dari daerah pinggang dan perut. Di saat bersamaan, Xiao Ran juga melakukan prosedur untuk membesarkan payudara.

Baca Juga: Tragis! Influencer Cantik Meninggal gara-gara Ngebet Foto di Tebing

Dua hari setelah operasi tersebut, Xiao Ran mengajukan komplain karena seluruh tubuhnya terasa sakit. Ia pun dibawa ke rumah sakit terdekat.

Setelah dibawa ke rumah sakit, dokter menemukan bahwa alirah darah di tubuh Xiao Ran tidak lancar. Wanita ini juga mengalami berbagai kerusakan organ.

Ilustrasi sedot lemak. [Shutterstock]
Ilustrasi oplas sedot lemak. [Shutterstock]

Xiao Ran sempat dipindahkan ke rumah sakit lain setelahnya. Influencer ini mengalami infeksi pada kulit dan necrotising fasciitis, yaitu kondisi yang disebabkan bakteri pemakan daging.

Akibat kondisi berbahaya tersebut, Xiao Ran dirawat selama dua bulan di ICU. Ia juga menjalani dua operasi untuk mengatasi infeksi bakteri.

Meski begitu, infeksi yang dialami Xiao Ran terus menyebar hingga influencer ini akhirnya dinyatakan meninggal.

Baca Juga: Pakaian Dianggap Nyaris Bugil, Influencer Turki Dilarang Naik ke Pesawat

Pasca meninggalnya Xiao Ran, keluarga wanita ini menuntut dokter yang melakukan prosedur sedot lemak dan mempertanyakan kualifikasinya.