Pekan Menyusui Dunia 2021, Perlindungan Menyusui Jadi Tanggung Jawab Kita Bersama

Ririn Indriani, Vania Rossa

Senin, 02 Agustus 2021 | 12:40 WIB
Pekan Menyusui Dunia 2021, Perlindungan Menyusui Jadi Tanggung Jawab Kita Bersama
Farahdibha Tenrilemba S.S., M.Kes, Wakil Ketua Umum Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI).

Suara.com - Penulis: Farahdibha Tenrilemba S.S., M.Kes (Wakil Ketua Umum Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI), Mahasiswa S3 Fakultas Ekologi Manusia IPB, Dosen Kesehatan Masyarakat Universitas Respati Indonesia)

Bagi Anda para ibu menyusui di seluruh dunia, selamat merayakan Pekan Menyusui Dunia yang diperingati setiap tanggal 1-7 Agustus setiap tahunnya.

Meski pandemi Covid-19 tengah melanda kita semua dan telah menjadi tantangan global selama satu setengah tahun terakhir ini, World Alliance for Breastfeeding Action (WABA) menyebut, bahwa menyusui tetaplah berkontribusi pada penyediaan gizi yang baik dan ketahanan pangan dalam situasi normal maupun darurat.

Itu sebabnya, Pekan Menyusui Dunia 2021 mengambil tema 'Perlindungan Menyusui Tanggung Jawab Bersama'.

WHO dan UNICEF sepakat bahwa menyusui merupakan fondasi kehidupan dan sangat berkontribusi pada kesehatan jangka pendek dan jangka panjang bagi bayi.

ASI merupakan makanan ideal untuk bayi karena aman, bersih, serta mengandung antibodi untuk melindungi dari berbagai penyakit.

ASI juga mengandung energi dan nutrisi yang dibutuhkan bayi di bulan-bulan pertamanya kehidupannya. Pada usia 6 bulan, ketika bayi mulai mengonsumsi makanan pendamping ASI, ia masih akan terus menyusu hingga berusia 2 tahun.

Secara kodrati, hampir semua ibu baru melahirkan pasti ingin menyusui bayinya. Namun, beberapa ibu mungkin saja tidak berhasil menyusui, karena beberapa hal berikut:

  • Tempat persalinannya langsung memisahkan si ibu dengan bayi padahal bayinya lahir dalam keadaan sehat, dan si ibu pun sehat. Bayi seharusnya diberi kesempatan untuk melakukan inisiasi menyusu dini (IMD), yaitu diletakkan di dada ibu selama 60 menit untuk menemukan payudara ibunya lalu menyusu.
  • Petugas kesehatan tidak mengajarkan cara menyusui yang tepat, sehingga ibu baru kesulitan dan tidak tahu harus bagaimana. Bayi menangis pun diberi pengganti ASI tanpa persetujuan dari orangtua si bayi.
  • Ketika pulang ke rumah, bayi menjadi rewel sementara ibu masih kelelahan dan ayah tidak tahu harus membantu apa agar istrinya bisa menyusui. Solusinya kemudian memberikan susu formula sebagai pengganti ASI.
  • Iklan dan promosi susu formula merajalela di TV, radio, media sosial, platform video, platform chat, ditelepon oleh marketing, bahkan dari tempat persalinan diberikan paket dari produk pengganti ASI, serta paket promo yang tertera di hampir seluruh warung, toko, dan pasar swalayan.
  • Ketika si ibu kembali bekerja, ibu kesulitan memerah ASI karena tidak ada ruangan khusus. Ibu bekerja tidak mendapat kesempatan waktu ekstra di luar jam istirahat makan siang untuk memerah ASI.
  • Cuti maternitas 3 bulan harus dibagi sebelum dan sesudah melahirkan, sehingga praktik menyusui menjadi terhambat dan sulit mencapai menyusui eksklusif 6 bulan.
  • Cuti untuk ayah dalam mendampingi istri setelah melahirkan dinilai kurang lama sehingga ayah harus kembali bekerja dan meninggalkan istrinya yang masih pemulihan setelah persalinan dan masih belajar beradaptasi dengan adanya bayi.

Penelitian menyebut bahwa keberhasilan ibu menyusui terletak pada lingkungan di sekitarnya, yaitu keluarga, sistem kesehatan, tempat kerja, dan seluruh kebijakan yang menyelimutinya.

baca juga

Elemen-elemen inilah yang merupakan kunci dari penciptaan lingkungan yang mendukung ibu menyusui. Dan kita semua memiliki peran dalam memberikan dukungan dan perlindungan bagi ibu, sehingga sukses menyusui.

Inilah makna dibalik tema Pekan Menyusui Dunia 2021, yaitu Perlindungan Menyusui Tanggung Jawab Bersama.

Lalu, dukungan seperti apa yang bisa dilakukan oleh kita sebagai masyarakat? 

1. Pemerintah

Pemerintah diharapkan memperkuat regulasi dan kebijakan yang telah berlaku, karena masih banyak regulasi terkait menyusui dan Pemberian Makan Bayi Anak (PMBA) tidak mengadopsi isi Kode Internasional Pemasaran Pengganti ASI yang menjadi rekomendasi global untuk penegakan perlindungan menyusui.

Selain itu, regulasi dan kebijakan yang ada juga tidak disosialisasikan dan diimplementasikan secara tepat, sehingga tidak mampu melindungi ibu dari bombardir iklan dan promosi produk pengganti ASI, tidak cukup kuat melindungi para ibu menyusui yang bekerja, serta tidak mampu mendorong diterapkannya 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui (10 LMKM) dan Rumah Sakit Ramah Bayi pada sistem kesehatan di Indonesia.

2. Sistem Kesehatan

Sistem kesehatan diharapkan memiliki jajaran petugas kesehatan yang memahami manajemen dan konseling menyusui sehingga dapat memberikan bantuan teknis kepada seluruh ibu, karena menyusui ada caranya dan cara tersebut perlu dipelajari.

Selain itu manajemen faskes dan petugas kesehatan selayaknya menghindari konflik kepentingan dengan berhenti menerima sponsor dari industri perusahaan pengganti ASI dan mengakhiri memberikan kesempatan pada perusahaan pengganti ASI melakukan promosi produk pengganti ASI terhadap para pasiennya.

3. Lingkungan Tempat Kerja

Lingkungan tempat kerja dan para pihak pemberi kerja, pengusaha, serikat pekerja menyediakan fasilitas ruangan untuk menyusui dan memerah ASI di tempat kerja.

Pihak manajemen perusahaan juga harus memberikan kesempatan kepada pekerja perempuan kesempatan untuk memerah ASI di luar jam istirahat makan siang.

Selain itu, memberikan keleluasaan cuti yang lebih panjang setelah masa persalinan, tanpa juga lupa memberikan cuti bagi ayah yang lebih lama untuk mendampingi istrinya saat dan sesudah melahirkan.

4. Di tingkat Masyarakat

Keluarga, komunitas orangtua/kesehatan/pengasuhan, media, serta seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan yang ramah menyusui.

Bagi keluarga, terkhusus kepada para suami, diharapkan mengedukasi diri dengan ilmu manajemen laktasi ketika istri masih mengandung sehingga terbayang dukungan yang bisa diberikan.

Istri pun lebih leluasa mengkomunikasikan harapan dan keinginan dari ayah kepada anaknya.

5. Media

Media diharapkan memberikan informasi yang tepat tanpa embel-embel pesanan promosi produk pengganti ASI.

Tak hanya itu, seluruh elemen masyarakat bersama-sama juga melakukan pengawasan dan melaporkan setiap pelanggaran Kode Internasional pemasaran pengganti ASI yang dapat dijadikan bukti atas masifnya pengaruh dari promosi pengganti ASI yang dapat mengacaukan pengambilan keputusan orangtua dalam pemberian makan bayi atau anak.

Terkhusus pada situasi Pandemi Covid-19, pedoman terbaru Kementerian Kesehatan yang disesuaikan dengan rekomendasi WHO menyepakati bahwa pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan menyusui tetap dapat dipraktikkan tanpa memandang status Covid-19.

Namun, pelaksanaan di lapangan masih banyak yang kontradiktif, yaitu dipisahkannya ibu dan bayi sehingga tidak diberikan akses untuk menyusui selama di tempat bersalin.

Menyusui pada ibu yang terkonfirmasi Covid-19 dapat terus berlangsung selama ibu menerapkan protokol kesehatan. Jika harus terpisah, maka ibu dapat memerah ASI untuk menjaga produksi, dan bayi diberikan ASI perah menggunakan wadah gelas, pipet, atau sendok.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

WHO: Belum ada Data yang Cukup untuk Menyimpulkan Penularan COVID-19 dari ASI

WHO: Belum ada Data yang Cukup untuk Menyimpulkan Penularan COVID-19 dari ASI

Surakarta | Minggu, 01 Agustus 2021 | 17:10 WIB

Ini yang Harus Dipersiapkan Ibu Agar Proses Menyusui Berjalan Lancar

Ini yang Harus Dipersiapkan Ibu Agar Proses Menyusui Berjalan Lancar

Health | Sabtu, 31 Juli 2021 | 16:55 WIB

Pekan Menyusui Dunia, AIMI Soroti Pelangaran Pemasaran Produk Pengganti ASI

Pekan Menyusui Dunia, AIMI Soroti Pelangaran Pemasaran Produk Pengganti ASI

Health | Kamis, 29 Juli 2021 | 17:18 WIB

Terkini

Serentak di 131 Cabang, BRI KKB Expo 2026 Buka Jalan Punya Mobil Impian

Serentak di 131 Cabang, BRI KKB Expo 2026 Buka Jalan Punya Mobil Impian

Riau | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:46 WIB

BRI KKB Expo 2026 Digelar di 131 Cabang, Saatnya Wujudkan Mobil Impian

BRI KKB Expo 2026 Digelar di 131 Cabang, Saatnya Wujudkan Mobil Impian

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:40 WIB

Mau Punya Mobil Impian? BRI KKB Expo 2026 Hadir di 131 Cabang

Mau Punya Mobil Impian? BRI KKB Expo 2026 Hadir di 131 Cabang

Sumut | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:37 WIB

CIMB Niaga Ungkap Potensi Ekonomi Daerah Sektor Sawit dan Migas di Riau

CIMB Niaga Ungkap Potensi Ekonomi Daerah Sektor Sawit dan Migas di Riau

Riau | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:37 WIB

Rayakan HUT Ke-81 RI Lebih Hemat dengan Ragam Promo Spesial dari BRI

Rayakan HUT Ke-81 RI Lebih Hemat dengan Ragam Promo Spesial dari BRI

Jogja | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:27 WIB

Daftar Harga HP TECNO Agustus 2026, Lengkap POVA hingga Camon

Daftar Harga HP TECNO Agustus 2026, Lengkap POVA hingga Camon

Tekno | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:25 WIB

BRI Tebar Promo HUT Ke-81 RI, Ada Cashback hingga Diskon Rp810 Ribu

BRI Tebar Promo HUT Ke-81 RI, Ada Cashback hingga Diskon Rp810 Ribu

Jawa Tengah | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:17 WIB

Penjualan Mobil Hybrid Suzuki Tembus 70 Persen, Ini Model Paling Diminati...

Penjualan Mobil Hybrid Suzuki Tembus 70 Persen, Ini Model Paling Diminati...

Otomotif | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:15 WIB

Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar

Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:11 WIB

Bukan Sekadar Nyanyi dan Tepuk Tangan: Sisi Lain Perjuangan Menjadi Guru TK

Bukan Sekadar Nyanyi dan Tepuk Tangan: Sisi Lain Perjuangan Menjadi Guru TK

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:10 WIB

×