alexametrics

Skincare Korea Selatan Mulai Jarang Dilirik selama Pandemi, Ini Sebabnya

Yasinta Rahmawati | Nur Khotimah
Skincare Korea Selatan Mulai Jarang Dilirik selama Pandemi, Ini Sebabnya
Ilustrasi skincare. (Shutterstock)

Simak alasan kenapa produk skincare Korea Selatan mulai jarang diminati.

Suara.com - Saat ini K-Pop dan K-Drama masih terus dicintai oleh berbagai kalangan di seluruh dunia. Namun reaksi berbeda didapat oleh produk kecantikan asal Korea Selatan atau biasa disebut K-Beauty.

Melansir South China Morning Post, belakangan peminat produk K-Beauty menurun secara global. Padahal produk kecantikan asal Negeri Ginseng sempat sangat digemari.

Hal itu terbukti dengan ditariknya merek Innisfree dari Amerika Serikat dan Tiongkok oleh Konglomerat kecantikan Korea Amorepacific. Gerai Sephora juga tak lagi gencar mempromosikan produk K-Beauty.

Ada beberapa alasan kenapa produk K-Beauty mulai kehilangan pelanggan. Salah satunya adalah rangkaian penggunakan produk yang dinilai cukup ribet.

Baca Juga: Awas! Perawatan Kulit Kamu Bisa Terhambat oleh 7 Kebiasaan Buruk Ini

Sekitar lima tahun lalu, produk skincare Korea Selatan ramai dipuji karena memiliki beberapa langkah dalam penggunaannya. Tapi lama kelamaan hal ini dianggap tidak lagi sesuai dengan pasar.

Ilustrasi skincare.
Ilustrasi produk K-Beauty.

Ada reaksi terhadap bentuk perawatan kulit yang cenderung ribet ini. Sekarang pelanggan di seluruh dunia lebih melirik produk tunggal yang sudah mengandung banyak manfaat.

Tren tersebut disebut skinimalisme. Tren ini telah menghasilkan pertumbuhan sejumlah merek di seluruh dunia yang bisa memenuhi kebutuhan kulit dengan dua atau tiga formula saja.

Selain itu, harga lini K-Beauty yang cenderung menengah ke bawah dilaporkan kalah saing dengan merek lain yang lebih mahal selama pandemi. Hal ini berkaitan dengan alokasi dana pelanggan.

Pelanggan yang selama ini menginvestasikan uang untuk kebutuhan lain mengubahnya menjadi anggaran skincare saat pandemi. Jadi mereka bisa beli produk yang lebih mahal dibanding K-Beauty.

Baca Juga: 7 Langkah Hasilkan Make Up Natural, Cantik Tanpa Takut Menor

Ilustrasi Skincare (Pexels/Sora Shimazaki)
Ilustrasi Skincare (Pexels/Sora Shimazaki)

Merek dengan anggaran yang lebih besar juga punya kesempatan lebih banyak untuk membuat terobosan skincare baru untuk ditawarkan kepada pelanggan.

Sementara K-Beauty dianggap memiliki sedikit inovasi dibanding pesaingnya. Kurangnya inovasi dan fokus pada pemasaran ketimbang bahan juga membuatnya lebih mudah untuk menjiplak.

Meskipun demikian, K-Beauty diprediksi tidak akan benar-benar ditinggalkan karena beberapa merek masih tetap berinovasi dan mereka memiliki influencer global yang kuat.