alexametrics

Bikin Sakit Hati! Pesanan Sudah Dibuat, Ternyata Pedagang Martabak Ini Malah Ditipu

Rima Sekarani Imamun Nissa | Hiromi Kyuna
Bikin Sakit Hati! Pesanan Sudah Dibuat, Ternyata Pedagang Martabak Ini Malah Ditipu
Ilustrasi martabak manis (Pixabay @rikirisnandar)

Pedagang martabak ini harus merugi usai membuatkan banyak martabak pesanan dan berujung ditipu.

Suara.com - Salah satu tantangan dalam menjalani usaha kuliner adalah menghindari adanya pembeli yang menipu. Penipuan tersebut dapat merugikan, baik dalam segi materi maupun tenaga.

Seorang warganet membagikan pengalaman ibu temannya yang ditipu saat menjual martabak. Hal ini dibagikan melalui akun Twitter @FOOD_FESS.

Dalam unggahan itu, warganet ini mengingatkan agar berhati-hati dengan orang yang membeli lewat aplikasi WhatsApp. Rupanya seseorang memesan martabak dalam jumlah banyak dan berakhir merugi.

"Hati-hati ya sama yang order lewat WA. Ibunya temenku kena tipu orang padahal udah dibuat pesanannya. Doain semoga rezeki ibu temanku selalu lancar dan dilipat gandakan oleh Allah," ujar warganet ini dalam caption unggahannya.

Baca Juga: Sule Hampir Jadi Korban Penipuan Sebesar Rp 1 Miliar

Warganet ini menyertakan tangkapan layar percakapan antara ibu temannya dengan seseorang yang diduga menipu. Dalam percakapan tersebut, pelaku meminta agar pesanannya difotokan.

Penipuan penjual martabak (Twitter @FOOD_FESS)
Penipuan penjual martabak (Twitter @FOOD_FESS)

Rupanya, pesanan berupa empat martabak manis dan dua martabak telur sudah dibuatkan. Semua martabak itu bahkan sudah dibungkus dan siap diambil.

Pelaku kemudian menanyakan nomor rekening. Namun penjual rekening ini menawarkan untuk dibayar lewat aplikasi seperti Gopay, Shopeepay, atau DANA.

Namun, pelaku tetap kekeuh untuk meminta nomor rekening. Setelah diselidiki, rupanya nomor dari pelaku kerap melakukan penipuan dengan modus salah transfer.

Cuitan ini kemudian menarik banyak perhatian warganet. Beragam komentar memenuhi unggahan ini.

Baca Juga: 4 Curhat Maria Ozawa Soal Masa Lalu yang Pahit, Diusir dari Rumah Hingga Ditipu Bos

"Saran aja, lain kali syaratnya bayar dulu baru dibuatkan pesanannya. Jadi kalau uang masuk, baru pesanannya dibuat. Kalau orangnya nggak mau, jangan dibuatin," komentar seorang warganet.

Warganet lain kemudian ikut berkomentar. "Astaga jahat banget ya ada orang yang menipu di masa kayak sekarang," ujar warganet ini.

"Astaga lihatnya sakit hati. Kok bisa ada orang yang tega menipu," tulis warganet lainnya di kolom komentar.

Sementara itu, kurang dari 24 jam unggahan ini mendapat berbagai simpati dari publik.

Komentar