alexametrics

Pengertian Literasi, Contoh, Tujuan Serta Jenis-jenisnya

Risna Halidi | Lilis Varwati
Pengertian Literasi, Contoh, Tujuan Serta Jenis-jenisnya
Ilustrasi pentingnya literasi saat membaca berita (pexels/cottonbro)

Literasi jadi unsur penting agar kemampuan berpikir pelajar berkembang.

Suara.com - Dalam kegiatan belajar, siswa tidak hanya dituntut membaca buku pelajaran atau mengerjakan soal semata.

Mereka juga diminta memiliki kemampuan literasi, yang menjadi tolok ukur Asesmen Kompetensi Minimum atau AKM 2021.

Literasi jadi unsur penting agar kemampuan berpikir pelajar berkembang. Tapi sayangnya, masih banyak masyarakat yang belum paham apa itu literasi, contoh, jenis-jenis dan tujuan literasi.

Mengutip Ruang Guru, Jumat (6/8/2021) literasi adalah kemampuan dalam membaca dan menulis.

Baca Juga: Genjot Program Digital, 12,4 Juta Peserta Disiapkan Kuota

Ilustrasi membaca buku (pexels.com).
Ilustrasi membaca buku (pexels.com).

Membaca dapat diartikan sebagai proses menerjemahkan lambang-lambang bahasa hingga diproses menjadi suatu pengertian, dan menulis berarti mengungkapkan pemikiran dengan mengukirkan lambang-lambang bahasa hingga membentuk suatu pengertian.

Sehingga singkatnya literasi adalah kemampuan memahami, menyadari, dan analisis terhadap pengetahuan maupun informasi yang diperoleh dari bacaan, tontonan dan sumber informasi lainnya.

Kini literasi di Indonesia sudah dipandang sebagai kemampuan yang lebih baik dari kemahirwacanaan, melek aksara dan keberaksaraan. Bahkan literasi jadi gerakan bagi pegiat pendidikan, baik informal dan juga nonformal.

Kemampuan literasi jadi tolok ukur pendidikan pelajar, yang tujuannya membentuk kesadaran tentang pentingnya kemajuan dan masa depan bangsa Indonesia.

Apalagi secara sosiologis, tingkat literasi tinggi jadi faktor yang paling menentukan kemajuan masyarakat di sebuah bangsa.

Baca Juga: Cara Irish Bella Bonding Time dengan Anak selama Pandemi, Rajin Bacakan Buku Cerita

Ilustrasi membaca buku - (Freepik)
Ilustrasi membaca buku - (Freepik)

Lewat literasi pula, seseorang tidak mudah terbawa informasi yang semakin deras dan beragam. Sekaligus bisa mengkritisi informasi yang tidak bisa dipastikan kebenarannya. Sehingga masyarakat tidak mudah termakan hoaks.