alexametrics

Dokter dan Restoran, Kunci Inggris Dongkrak Ekonomi di Tahun Kedua Pandemi

M. Reza Sulaiman
Dokter dan Restoran, Kunci Inggris Dongkrak Ekonomi di Tahun Kedua Pandemi
Sejumlah warga menyantap makanan di salah satu restoran di Ciracas, Jakarta, Kamis (10/9/2020). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/hp.

Dokter dan restoran menjadi dua pihak yang turut mendukung pertumbuhan ekonomi Inggris. Kok bisa?

Suara.com - Pemerintah Inggris mencatatkan kenaikan pertumbuhan ekonomi sebesar satu persen lebih cepat dari perkiraan. Dokter dan restoran menjadi dua pihak yang turut mendukung pertumbuhan ekonomi.

Dilansir ANTARA, meningkatnya kunjungan dan pesan antar di restoran membuat sektor makanan kembali bergairah.

Sementara itu, kunjungan ke dokter yang lebih tinggi juga turut membantu industri layanan kesehatan bertahan.

Meski demikian, produk domestik bruto (PDB) Inggris tetap berada di angka 2,2 persen lebih kecil pada akhir Juni dibandingkan Februari tahun 2020, sebelum pandemi melanda negara tersebut.

Baca Juga: IDI Siap Beri Pendampingan Dokter Richard Lee dan 4 Berita Kesehatan Menarik Lainnya

Ilustrasi dokter meninggal karena virus Corona. (Shuttterstock)
Ilustrasi dokter. (Shuttterstock)

Angka tersbut menjadi pengingat atas dampak besar dari penguncian wilayah atau lockdown yang diberlakukan untuk menahan penyebaran virus corona pada tahun lalu.
Sebuah jajak pendapat Reuters dari para ekonom menunjukkan pertumbuhan bulan ke bulan tercatat sebesar 0,8 persen dalam produk domestik bruto pada Juni.

Kantor Statistik Nasional (ONS) menurunkan perkiraan pertumbuhan bulan Mei menjadi 0,6 persen dari peningkatan 0,8 persen yang dilaporkan sebelumnya. Namun, pertumbuhan output pada April direvisi naik menjadi 2,2 persen dari dua persen.

Produk domestik bruto dalam tiga bulan hingga akhir Juni naik 22,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2020.

Angka tersebut mencerminkan dampak dari kebijakan lockdown pertama tahun lalu pada sebagian besar ekonomi, yang berbanding terbalik dengan pencabutan pembatasan pada kuartal kedua tahun ini.

Tetapi, Samuel Tombs, seorang ekonom dari Pantheon Macroeconomic, mengatakan ekonomi Inggris hampir pasti paling terpukul oleh COVID-19 di antara negara-negara G7 untuk kuartal kelima berturut-turut pada periode April hingga Juni.

Baca Juga: Selain Dibebaskan, Dokter Richard Lee Juga Tak Jalani Wajib Lapor

"Kinerja buruk yang berkelanjutan di Inggris sebagian besar masih disebabkan oleh kelemahan dalam pengeluaran rumah tangga, yang berada 7 persen di bawah level kuartal 4 2019 pada kuartal 2, meskipun ada peningkatan kuartal-ke-kuartal sebesar 7,3 persen," katanya.

Komentar